Berita Viral
SELAMAT dari Kecelakaan Bus yang Terbakar, Kernet ALS Trauma, Pilih Berhenti Lalu Nikahi Kekasih
Di sisi lain akibat peristiwa tersebut, Fadli mengaku mengalami trauma dan berencana berhenti menjadi kernet bus.
TRIBUN-MEDAN.com - Selamat dari kecelakaan bus yang terbakar, kernet ALS trauma.
Ia memilih berhenti jadi kernet lalu nikahi kekasih.
Kecelakaan maut di Jalinsum wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, pada Rabu (6/5/2026) merenggut nyawa 16 orang.
Baca juga: Keterangan Saksi Ahli Psikolog dari TNI, Sebut 4 Penyiram Air Keras Masih Layak Jadi Prajurit
Sebanyak 4 orang yang selamat.
Satu diantaranya Fadli, warga Sibolga, Sumatera Utara yang merupakan kernet.
Ia mengatakan bus ALS itu rencananya akan habis masa layak pakainya pada Oktober 2026 mendatang setelah 25 tahun beroperasi melayani rute Jawa dan Sumatera.
Baca juga: Stadion Teladan Resmi Jadi Venue Piala AFF U19 2026
“Bus itu habis masa pakainya bulan Oktober nanti. Rencananya mau peremajaan, entah dijual atau bagaimana oleh perusahaan,” kata Fadli kepada wartawan Tribunsumsel.com di Muratara, Kamis (6/5/2026).
Di sisi lain akibat peristiwa tersebut, Fadli mengaku mengalami trauma dan berencana berhenti menjadi kernet bus.
Setelah seluruh proses selesai, ia ingin pulang ke Kota Tangerang, Banten.
“Setelah ini selesai mau pulang dulu ke Tangerang, mau menemui calon istri, rencana mau menikah,” ungkapnya.
ALS Koreksi Jumlah Korban
Direktur Utama PT ALS, Chandra Lubis, memberikan koreksi terhadap angka korban kecelakaan maut yang menimpa salah satu armada busnya di Sumatra Selatan.
Dalam konferensi pers di Medan pada Kamis (7/5/2026), Chandra mengungkapkan bahwa total orang yang berada di dalam bus saat kejadian mencapai 18 orang.
Rincian terbaru menunjukkan sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 4 orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Korban meninggal dunia terdiri dari 11 orang penumpang dan 3 kru bus yang mencakup dua sopir serta satu kernet.
Sementara itu, empat orang yang masih dirawat terdiri dari satu kru bus dan tiga orang penumpang.
Chandra Lubis menjelaskan bahwa pada awalnya hanya terdata 5 penumpang yang naik dari Semarang, namun jumlahnya bertambah karena adanya aktivitas penumpang naik-turun di perjalanan.
Berdasarkan keterangan awal dari kru yang selamat, kecelakaan dipicu oleh upaya pengemudi yang mencoba mengelakkan lubang di jalan yang kondisinya buruk.
Sopir bus terpaksa mengambil jalur ke arah kanan untuk menghindari kerusakan jalan tersebut, hingga akhirnya terjadi tabrakan maut.
Jasa Raharja Jamin Santunan Seluruh Korban, Tekankan Pentingnya Manifes
Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumatra Utara, Naswen Andenurdin, menegaskan bahwa seluruh korban kecelakaan bus ALS telah dijamin sesuai peraturan perundang-undangan.
Setiap korban meninggal dunia akan mendapatkan santunan sebesar Rp50 juta yang diberikan kepada ahli waris yang sah.
Bagi korban yang mengalami luka-luka, Jasa Raharja menanggung biaya perawatan dengan jumlah maksimal sebesar Rp20 juta.
Selain itu, terdapat pula santunan untuk cacat tetap dengan nilai maksimal Rp50 juta serta bantuan biaya pemakaman bagi korban yang tidak memiliki ahli waris.
Naswen menyatakan bahwa proses pencairan santunan akan dilakukan segera setelah proses identifikasi korban di RS Bhayangkara Palembang selesai dilakukan oleh pihak berwenang.
Kejadian ini juga menjadi catatan penting bagi pihak Jasa Raharja mengenai krusialnya data manifes penumpang yang akurat dalam setiap perjalanan.
"Data manifes menjadi sesuatu yang prinsip dan harus kita penuhi ke depannya," tegas Naswen mengingat kendala informasi yang sempat terjadi di awal penanganan.
Di sisi lain, PT ALS berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan operasional guna menjaga reputasi perusahaan sebagai legenda transportasi di Indonesia.
Manajemen ALS juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Utara yang telah memberikan dukungan moril kepada keluarga korban dan pihak perusahaan.
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kernet-als-selamat.jpg)