Berita Viral

PENYEBAB Menantu Bunuh Mertua di Mojokerto, Pelaku Ketahuan Aniaya Istri, Merasa tak Dihargai Korban

Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata, mengungkapkan bahwa pembunuhan ini bermula dari insiden KDRT yang dilakukan terhadap istrinya.

Tayang:
Tribunjatim.com/Mohammad Romadoni
DIRINGKUS - Pelaku S diamankan di Polres Mojokerto atas kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Polisi menangkap pelaku saat berupaya kabur di daerah Asemrowo Surabaya, usai melakukan perbuatannya menganiaya istri dan mertuanya di Dusun Sumbertempur RT02/01, Desa Sumbergirang, Puri, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu (6/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Inilah penyebab menantu bunuh mertua di Mojokerto.

Pelaku ketahuan mertuanya sedang menganiaya istrinya.

Merasa terhimpit, pelaku yang bernama Satuan alias Tuan (42) menghabisi mertuanya.

Baca juga: Rico Waas Dukung Turnamen Futsal Pelajar SMP Piala Wali Kota Medan 2026

Selain itu, pelaku juga merasa tak dihargai korban selama menjadi menantu.

Tragedi berdarah ini terjadi di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim).

Siti Arofah (54), seorang ibu rumah tangga, ditemukan tewas mengenaskan di tangan menantunya sendiri.

Baca juga: Pelatih Timnas Indonesia Nova Arianto Waspadai Vietnam di Grup A Piala AFF U19 2026

Aksi keji tersebut terungkap dalam konferensi pers yang digelar Polres Mojokerto, Kamis (7/5/2026), di mana polisi membeberkan motif di balik tindakan nekat pelaku yang dipicu oleh kepanikan sesaat, dan konflik keluarga yang terpendam lama.

Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata, mengungkapkan bahwa pembunuhan ini bermula dari insiden Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan tersangka terhadap istrinya, Sri Wahyuni (35).

Sri merupakan anak kandung dari korban Siti Arofah.

SADIS - Petugas mengevakuasi jenazah korban meninggal dunia akibat penganiyaan berujung pembunuhan di Dusun Sumbertempur RT02/01, Desa Sumbergirang, Puri, Kabupaten Mojokerto.
SADIS - Petugas mengevakuasi jenazah korban meninggal dunia akibat penganiyaan berujung pembunuhan di Dusun Sumbertempur RT02/01, Desa Sumbergirang, Puri, Kabupaten Mojokerto. (Tribunjatim.com/Mohammad Romadoni)

Berdasarkan penyidikan tim Satreskrim, peristiwa ini terjadi secara spontan ketika aksi kekerasan tersangka dipergoki oleh sang mertua yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah.

Kronologi 

Peristiwa memilukan ini terjadi pada pagi hari sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, tersangka tengah terlibat perselisihan hebat dengan istrinya di dalam rumah. Suasana memanas hingga tersangka melakukan penganiayaan fisik terhadap Sri Wahyuni.

Di tengah aksi kekerasan tersebut, Siti Arofah masuk melalui pintu belakang rumah dan menyaksikan langsung sang anak sedang dianiaya oleh tersangka.

DIRINGKUS -  Pelaku S diamankan di Polres Mojokerto atas kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Polisi menangkap pelaku saat berupaya kabur di daerah Asemrowo Surabaya, usai melakukan perbuatannya menganiaya istri dan mertuanya di Dusun Sumbertempur RT02/01, Desa Sumbergirang, Puri, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu (6/5/2026).
DIRINGKUS - Pelaku S diamankan di Polres Mojokerto atas kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Polisi menangkap pelaku saat berupaya kabur di daerah Asemrowo Surabaya, usai melakukan perbuatannya menganiaya istri dan mertuanya di Dusun Sumbertempur RT02/01, Desa Sumbergirang, Puri, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu (6/5/2026). (Tribunjatim.com/Mohammad Romadoni)

Pukul 08.30 WIB: Terjadi penganiayaan terhadap Sri Wahyuni oleh tersangka S.
Spontanitas: Korban Siti Arofah memergoki aksi tersangka saat masuk dari pintu belakang.
Kepanikan: Tersangka yang terdesak dan panik langsung mengambil pisau dapur di dekatnya.
Serangan Fatal: Tersangka menusuk korban di bagian perut dan leher yang menyebabkan luka fatal.
"Saat peristiwa terjadi, tersangka dalam kondisi panik dan terdesak karena ketahuan ibu mertuanya melakukan perbuatan tindak pidana KDRT," ujar AKBP Andi Yudha Pranata di hadapan awak media.

Kepanikan inilah yang membuat tersangka gelap mata hingga tega menghabisi nyawa orang tua dari istrinya sendiri.

Motif

Selain faktor kepanikan saat kejadian, hasil penyidikan mendalam mengungkap adanya gunung es permasalahan antara menantu dan mertua ini.

Diketahui, tersangka menaruh dendam dan rasa sakit hati yang mendalam terhadap Siti Arofah. Selama ini, tersangka merasa diperlakukan semena-mena, dan merasa martabatnya sebagai menantu tidak dihargai oleh korban.

Meski ada riwayat perselisihan, pihak kepolisian menegaskan bahwa pembunuhan ini tidak direncanakan sebelumnya (non-premeditated).

"Tersangka tidak menyiapkan pisau dapur sejak awal. Ini murni tindakan spontanitas akibat situasi yang dianggapnya terdesak," tambah AKBP Andi.

Namun, akumulasi rasa sakit hati tersebut, diduga menjadi pemantik keberanian tersangka untuk melakukan tindakan ekstrem saat situasi konflik memuncak.

 

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved