Berita Viral
Kernet Bus Ungkap Detik Memilukan Selamatkan Diri, Lihat Penumpang Tidur Pulas Saat Bus ALS Terbakar
Kernet bus yang selamat bernama Muhamad Fadli (29) menceritakan detik-detik ia menyelamatkan diri dan kondisi para penumpang yang sedang tidur pulas
TRIBUN-MEDAN.COM – Kernet bus yang selamat bernama Muhamad Fadli (29) menceritakan detik-detik ia menyelamatkan diri dan kondisi para penumpang.
Muhamad Fadli korban selamat dalam kecelakaan maut bus ALS tabrakan dengan truk tangka hingga menewaskan 16 orang mengungkap detik-detik mengerikan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa mayoritas penumpang tidak sempat menyelamatkan diri karena sedang tertidur saat api berkobar hebat pasca-benturan.
Dari total 18 orang di dalam bus, hanya empat orang yang dinyatakan selamat.
"Setelah tabrakan, api langsung besar dan asap hitam mengepul ke dalam bus.
Saat kejadian, para penumpang mayoritas dalam kondisi tidur dan sebagian kecil bermain ponsel," ujar Fadli saat memberikan keterangan dari RSUD Rupit, Kamis (7/5/2026).
Baca juga: Nasib Panglima Hukum Togar Situmorang, Ketika Surat Kuasa Berubah jadi Jerat Pidana
Fadli menjelaskan, insiden bermula saat bus mencoba menghindari lubang di jalan.
Namun dari arah berlawanan muncul truk tangki berkecepatan tinggi.
Benturan keras terjadi di bagian tengah bus yang mengakibatkan kaca depan pecah dan pintu terkunci.
"Saya melompat keluar lewat kaca depan karena pintu tidak bisa dibuka lagi.
Saya lari ke belakang diikuti tiga orang lainnya, itulah mengapa kami bisa selamat.
Penumpang lainnya terjebak dan tidak bisa keluar," tambahnya.
Data kepolisian mencatat dari 16 korban tewas, empat di antaranya merupakan perempuan (tiga dewasa dan satu balita).
Baca juga: Sikap Maia Estiany setelah Berkali-kali Disindir Ahmad Dhani, Ogah Klarifikasi, Pamer Bareng Suami
Sementara itu, empat korban selamat terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan.
Fadli sendiri hanya mengalami luka ringan pada bagian betis dan lengan kiri.
Bus ALS tersebut diketahui berangkat dari Semarang pada 2 Mei 2026 menuju Medan.
Sebelum kecelakaan, bus sempat mengalami kendala teknis dalam perjalanan namun tetap dipaksakan melaju setelah diperbaiki oleh sopir.
"Di jalan sempat ada masalah, tapi bisa diatasi oleh sopir, jadi kembali lanjut perjalanan," tutupnya.
Hingga saat ini, 16 jenazah korban tewas telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, empat korban selamat, termasuk Fadli, masih menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit.
Berikut data nama-nama korban kecelakaan Bus ALS vs Mobil Tangki BBM:
Korban Meninggal
Aryanto (49) – Pengemudi Mobil Tangki Seleraya (Warga Lubuk Linggau).
Martoni (48) – Penumpang Mobil Tangki Seleraya (Warga Musi Rawas Utara).
Alif (44) – Pengemudi Bus ALS (Warga Jawa Tengah).
Saf (50) – Kenek Bus ALS (Warga Medan).
Maleh (42) – Kru Bus ALS (Warga Medan).
Relodo – Penumpang Bus ALS.
Zulkifli – Penumpang Bus ALS.
Aldi Sulistiawan – Penumpang Bus ALS.
Rani – Penumpang Bus ALS (Istri Aldi Sulistiawan).
Bela – Penumpang Bus ALS (Anak dari Aldi dan Rani).
Celinton - Penumpang Bus ALS
Hisyamsiah Bachri - Penumpang Bus ALS
Sukardi - Penumpang Bus ALS
Salim - Penumpang Bus ALS
Budiyanto - Penumpang Bus ALS
Barhul Ulum - Penumpang Bus ALS
4 Korban Selamat
Hingga saat ini, tercatat ada 4 orang yang berhasil lolos dari maut.
Tiga di antaranya mengalami luka bakar serius akibat ledakan minyak mentah dan saat ini tengah berjuang dalam perawatan intensif di RSUD Rupit.
Jumiatun (35).
Ngadiono (44). Juamiatun dan Ngadiono adalah warga Pati, Jawa Tengah (Luka bakar).
Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal (Luka bakar).
Korban diperbolehkan pulang : M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek Bus ALS asal Riau (Luka lecet/ringan).
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Sripoku
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kernet-als-selamat.jpg)