Berita Viral

PEMBELAAN Guru BK yang Potong Rambut Siswi SMKN 2 Garut, Singgung Sikap Anak Laki-laki: Resah

Dalam pertemuan itu, mulanya Dedi menanyakan apa alasan guru BK tersebut melakukan razia rambut kepada para siswinya yang berkerudung.

Tayang:
Tribunjabar.com
BAWA KE SALON - Foto dokumentasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku telah membawa 18 siswi SMKN 2 Garut yang rambutnya dirazia guru ke salon untuk dirapikan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Inilah pembelaan guru BK yang potong rambut siswi SMKN 2 Garut.

Ia menyinggung sikap anak laki-laki di tempat tersebut. 

Hal itu diungkap guru tersebut di hadapan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Insiden ini bermula sesaat setelah para siswi menyelesaikan kegiatan olahraga.

Baca juga: Profil dan Sejarah Bus ALS, 2 Kali Tanggal 6 Mei Selalu Ada Penumpang Tewas

Suasana sekolah yang semula tenang berubah menjadi penuh isak tangis ketika aksi pemotongan rambut dilakukan secara mendadak.

Asep Muhidin, selaku kuasa hukum para siswi, membeberkan kronologi kejadian berdasarkan pengaduan yang diterima melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Stainus Garut.

Baca juga: Perjalanan Penuh Berkah : Perjuangan Bapak Pedagang Molen yang Rajin Beribadah

Ia menjelaskan bahwa razia dilakukan tepat saat para siswi kembali ke dalam kelas. 

Oknum guru tersebut masuk membawa gunting dan langsung menyasar para siswi, termasuk mereka yang mengenakan kerudung.

Kini nasib guru itu pun diserahkan Dedi Mulyadi ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jabar. 

Hal itu disampaikan Dedi, dalam video Youtubenya, dikutip Rabu (6/5/2026). Dalam video tersebut, Dedi memanggil guru BK serta enam orang siswi yang rambutnya dicukur oleh guru tersebut. 

BAWA KE SALON - Foto dokumentasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku telah membawa 18 siswi SMKN 2 Garut yang rambutnya dirazia guru ke salon untuk dirapikan.
BAWA KE SALON - Foto dokumentasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku telah membawa 18 siswi SMKN 2 Garut yang rambutnya dirazia guru ke salon untuk dirapikan. (Tribunjabar.com)

Dalam pertemuan itu, mulanya Dedi menanyakan apa alasan guru BK tersebut melakukan razia rambut kepada para siswinya yang berkerudung.

“Apakah anak-anak ini pernah bolos, rajin masuk, yang jadi problem apa?” ujar Dedi.  

Guru BK tersebut kemudian menyatakan jika dirinya resah, dengan penampilan para siswinya. Bahkan, menjadi keluhan dari para siswa laki-laki. 

“Keresahan kami tentang penampilan siswi. Anak-anak laki-laki merasa resah, karena rambut siswi-siswinya berwarna, ke luar gerbang dibuka kerudungnya, masih pakai seragam, akumulasi dari sana dari sini,” jawab guru BK. 

Baca juga: Motor Bekas Layak Pakai di Tahun 2026: Andal untuk Operasional

Dedi kemudian menyebut jika alasan guru BK terlalu mengada-ada. Sebab, para siswi tersebut datang ke sekolah menggunakan kerudung. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved