Breaking News

Berita Viral

VIRAL Anggaran Rp 450 Juta untuk Laundry di Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Pemprov Buka Suara

Anggaran tersebut digunakan untuk kebutuhan laundry berbagai perlengkapan di rumah jabatan dan gedung milik pemerintah.

Tayang:
Istimewa
ANGGARAN LAUNDRY - Ilustrasi untuk berita viral anggaran Rp 450 juta untuk laundry di rumah jabatan Gubernur Kaltim, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atau Pemprov buka suara. 

TRIBUN-MEDAN.com - Viral anggaran Rp 450 juta untuk laundry di rumah jabatan Gubernur Kaltim, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atau Pemprov buka suara.

Provinsi Kaltim tengah jadi sorotan bersama dengan gubernurnya Rudy Mas'ud.

Sempat viral soal mobil dinas, renovasi rumah dinas, hingga kursi pijat, kini mencuat lagi soal anggaran Rp 450 juta.

Baca juga: Sertijab Danyonif TP 902/SPG Jadi Simbol Penguatan Sinergi TNI-Polri di Sumut

Dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) tertulis untuk Rp450 juta untuk belanja pakaian kepala daerah.

Usai viral, Pemprov Kaltim memberikan klarifikasi. 

Itu disampaikan saat Plt Kepala Biro Umum Setda Kaltim, Astri Intan Nirwany mengklarifikasi bahwa anggaran Rp 450 juta bukan untuk kebutuhan pribadi kepala daerah.

Asrti menjelaskan, anggaran tersebut memang tertulis belanja pakaian kepala daerah.

Baca juga: RESMI Legimin Rahardjo Jadi Direktur PSMS Medan U-19, Fokus Manfaatkan Pemain Lokal Sumut

Namun hal tersebut hanya sekadar penamaan.

“Mulai Rp 450 juta. Kalau kita lihat di RUP, memang tertulis belanja pakaian kepala daerah. Tapi itu hanya penamaan dalam sistem,” kata Astri, Selasa (5/5/2026).

Astri menyebut adanya kesalahpahaman publik akibat istilah “belanja pakaian” dalam dokumen anggaran.

“Prinsipnya dari Rp 450 juta itu, awalnya orang berpikir untuk membeli pakaian. Padahal bukan. Itu untuk kebutuhan kebersihan berbagai perlengkapan rumah tangga di gedung,” tegasnya, melansir dari Kompas.com.

KEMBALIKAN MOBIL - Ilustrasi Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud terlihat mengemudikan sendiri kendaraan yang membawa rombongan Menteri Kehutanan menuju lokasi kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (28/2/2026) sore. Gubernur Kaltim batalkan mobil dinas Rp8,5 miliar dan minta dana dikembalikan ke kas daerah. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)
KEMBALIKAN MOBIL - Ilustrasi Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud terlihat mengemudikan sendiri kendaraan yang membawa rombongan Menteri Kehutanan menuju lokasi kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (28/2/2026) sore. Gubernur Kaltim batalkan mobil dinas Rp8,5 miliar dan minta dana dikembalikan ke kas daerah. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) (Tribunkaltim.com)

Anggaran tersebut digunakan untuk kebutuhan laundry berbagai perlengkapan di rumah jabatan dan gedung milik pemerintah.

“Bukan hanya pakaian. Tapi juga untuk laundry karpet, gorden, bed cover, sprei, sampai taplak dan penutup kursi jamuan,” kata dia.

Ia menjelaskan, nomenklatur tersebut diambil saat penyusunan anggaran pada akhir 2025, sehingga deskripsinya belum menggambarkan secara rinci peruntukan sebenarnya.

Ia memastikan pemerintah akan memperbaiki penamaan dalam dokumen anggaran agar lebih transparan dan tidak menimbulkan multitafsir.

Baca juga: Wakil Bupati Samosir Hadiri Pengukuhan LPS I Medan, Dorong Penguatan Kepercayaan terhadap Perbankan

“Insya Allah tahun ini akan kami rapikan. Jadi tahun depan deskripsinya lebih jelas dan tidak menimbulkan salah persepsi,” tuturnya.

Alasan Anggaran untuk Laundry

Astri menjelaskan, tingginya kebutuhan laundry tidak lepas dari meningkatnya intensitas penggunaan fasilitas pemerintah.

Saat ini, banyak kegiatan yang sebelumnya digelar di hotel dialihkan ke rumah jabatan sebagai bagian dari efisiensi anggaran.

Ia menambahkan, terdapat enam gedung besar yang rutin digunakan hampir setiap hari. Bahkan, sejumlah fasilitas seperti ruang VIP dan guest house kerap digunakan untuk menerima tamu penting, termasuk pejabat pusat.

“Di sana ada kamar transit VIP. Menteri sampai pejabat pusat juga pernah menggunakan fasilitas tersebut. Jadi kebersihan, termasuk sprei dan bed cover, harus selalu dijaga,” katanya.

Baca juga: Wakil Bupati Samosir Hadiri Pengukuhan LPS I Medan, Dorong Penguatan Kepercayaan terhadap Perbankan

Selain itu, aktivitas di rumah jabatan disebut berlangsung hampir tanpa henti.

“Dari awal Januari sampai sekarang kegiatan hampir tidak berhenti. Otomatis kebutuhan laundry juga berjalan terus,” ungkapnya.

Ia memastikan seluruh anggaran tersebut merupakan bagian dari belanja operasional yang digunakan untuk mendukung kegiatan pemerintahan dan pelayanan publik.

“Ini bagian dari pelayanan operasional. Karena fasilitas itu digunakan untuk banyak kegiatan dan juga masyarakat,” katanya.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved