Berita Viral
Tanggapan Jenderal Purn Dudung, Tudingan Rizieq Shihab Disebut Pembisik ke Prabowo 'Kabur ke Yaman'
Tanggapan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purnawirawan TNI Dudung Abdurachman terkait tudingan Rizieq Shihab
TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah tanggapan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purnawirawan TNI Dudung Abdurachman terkait tudingan Rizieq Shihab soal 'Pembisik'
Awal mula viral di medsos penyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pernyataan “kabur ke Yaman”.
Jenderal Purnawirawan (Purn) TNI Dudung Abdurachman yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan disebut Rizieq Shihab menjadi pembisik Prabowo Subianto.
Baca juga: MERASA Difitnah Lecehkan Tersangka Wanita, Penyidik Polrestabes Medan Laporkan Pencemaran Nama Baik
Rizieq yang pernah mendekam dipenjara tersebut menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta para pengkritiknya untuk kabur ke Yaman.
Rizieq yang keluar penjara 10 Juni 2024 itu mengatakan bahwa pernyataan Prabowo "Kabur ke Yaman" itu karena mendapat bisikan dari "Jenderal baliho.
Rizieq mengatakan Jenderal baliho itu kini menjadi Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan di Kabinet Merah Putih.
Baca juga: Alasan Polda tak Menahan Wakil Ketua DPRD Deliserdang, Hamdani Syahputra Berstatus Tersangka
Jabatan tersebut diemban oleh Dudung sebelum kemudian menjadi Kepala Staf Kepresidenan.
Dudung mengatakan bahwa pernyataan Rizieq tidak ada yang dapat dipercaya sehingga tidak perlu didengar.
"Rizieq kok didengerin, biarkan saja omongannya tidak ada yang bisa dipercaya," ujar Dudung Senin (4/5/2026).
Rizieq mengaku heran dengan pernyataan Presiden Prabowo menyebut spesifik negara Yaman.
Padahal kata dia Prabowo sejak dulu hanya menyebut pergi ke luar negeri saja bagi mereka yang kontra dengan pemerintah.
"Gara-gara apa tu itu? punya teman jelek Saudara. 1 tahun setengah presiden kita enggak pernah ngomong begitu, kenapa hari ini dia mengatakan begitu?" kata Rizieq.
"Kalau dulu ada menteri segala urusan nyebut ngusir luar negeri kalau mau protes-protes. Presiden kita minta nasihat tahu-tahu ngomongnya sama, pergi ke luar negeri. Sekarang ada tambahan malah pergi ke Yaman. Dari mana nih kata Yaman keluar Saudara?" Katanya.
Rizieq menduga pernyataan Prabowo tersebut karena mendapatkan bisikan dari Jenderal Baliho.
"Eh ternyata ada sebabnya lagi ada Jenderal Baliho yang udah lama enggak dipakai Saudara udah diparkir eh tahu-tahu kemarin dipanggil ke Istana, diangkat menjadi penasihat presiden bidang pertahanan nasional, dilantik lagi Saudara,"katanya.
Untuk diketahui saat menjadi Pangdam Jaya Dudung bersikap tegas memerintahkan pencopotan baliho Rizieq Shihab pada akhir 2020.
Dudung membantu Satpol PP DKI menurunkan baliho FPI karena organisasi itu sudah dibubarkan, namun mendapatkan resistensi.
Tren Kabur Aja Dulu
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung pihak yang menyerukan tren kabur aja dulu.
Ia pun mempersilakan pihak tersebut meninggalkan Indonesia jika memang menjadi keinginannya.
Prabowo menegaskan bahwa masa depan Indonesia cerah, tak ada anggapan Indonesia gelap.
"Matanya buram Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur? Kabur aja. Kok kabur aja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman ya? Silakan. Mau kabur ke mana?" ucap Prabowo di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
Ia mengajak masyarakat, khususnya kalangan intelektual, lebih objektif dalam melihat kondisi global dengan membaca dan memahami perkembangan dunia.
Prabowo menyebut Indonesia kini termasuk negara yang dinilai aman di dunia.
Fokus Substansi 'Indonesia Gelap . . .
Pidato Presiden Prabowo Subianto menyinggung pihak yang menyebut 'Indonesia Gelap kabur saja ke Yaman' menjadi viral di medsos.
Pidato Prabowo kembali menjadi sorotan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari meminta masyarakat berfokus pada substansi pidato Presiden Prabowo Subianto.
Bukan berfokus pada satu kalimat yang menyinggung soal Indonesia gelap dan kabur ke Yaman saat pidato di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
"Jangan cherry picking satu kalimat beliau soal tadi jangan dibilang Indonesia gelap, kalau enggak suka Anda ke Yaman saja. Jangan itunya yang di-highlight, tetapi poin-poin substansi tadi itu harus dilihat," kata Qodari dalam acara Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (29/4/2026) malam.
Baca juga: MOBIL Pak Kadis Tabrak Kumpulan Siswa SD Sedang Jajan Depan Sekolah: 1 Siswa Tewas dan 8 Terluka
Baca juga: KRONOLOGI Prajurit TNI AL Halangi Ambulans, Kini Minta Maaf Usai Viral, Petugas Telat Jemput Pasien
Qodari kemudian menjelaskan, pidato Prabowo banyak membahas tentang program kemandirian bangsa dan hilirisasi.
Qodari mengatakan, banyak orang luar negeri itu tidak senang dengan program hilirisasi di Indonesia.
"Karena selama ini mereka mengambil manfaat dengan kita kirim bahan mentah. Nah sekarang Presiden tidak mau, mau membangun nilai tambah lewat apa? Hilirisasi," kata Qodari.
"Jadi kalau di luar itu ada yang tidak senang kemudian ya dia subversi dia infiltrasi dan seterusnya kita enggak boleh naif juga begitu," ucapnya.
Presiden RI Prabowo Subianto membantah pihak yang menyebut 'Indonesia gelap'.
Menurut dia, orang yang berkoar-koar Indonesia gelap memiliki mata yang buram.
Prabowo pun mempersilakan orang-orang pintar untuk kabur dari Indonesia jika melihat situasi dalam negeri yang gelap.
"Terus kita dibikin apalagi, Indonesia gelap. Matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur, kabur saja," ujar Prabowo, dalam groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
Prabowo mengatakan, jika orang pintar ingin kabur, mereka dipersilakan kabur ke Yaman.
Prabowo lantas menyarankan orang pintar untuk membaca berita, di mana Indonesia adalah negara teraman di dunia.
"Kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman. Silakan. Mau kabur ke mana. Hei orang-orang pintar, bukalah berita, lihatlah kita ditempatkan sebagai tempat yang paling aman di dunia sekarang. Kabur saja deh. Iya, kabur saja, biar kita enggak gaduh," ujar dia.
Baca juga: Alasan Polda tak Menahan Wakil Ketua DPRD Deliserdang, Hamdani Syahputra Berstatus Tersangka
(*/TRIBUN-MEDAN.com)
Sumber:kompas.com/ tribunnews.com
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dudung-Abdurachman-dilantik.jpg)