Berita Viral

PILU Siswi SD Dibacok Saat Belajar di Warung, Pelaku Kesal tak Dikasih Rokok, Riwayat Gangguan Jiwa

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka parah di leher dan wajahnya hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Tayang:
TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi
PEMBACOKAN - Kolase foto pelaku saat diamankan dan sajam yang digunakannya. Pelaku diduga ODGJ nekat membacok siswi SD akibat tak diberi utang rokok. 

Pada saat itu, pelaku datang dan diduga meminta rokok kepada korban.

Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh korban.

Setelah percakapan singkat tersebut, pelaku bergerak ke arah belakang korban.

Pelaku kemudian memegang kepala korban dan langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam jenis celurit atau sabit.

Serangan tersebut diarahkan ke bagian leher dan pipi sebelah kanan korban.

Pengakuan Pelaku

Saat dimintai keterangan oleh petugas, pelaku mengakui perbuatannya.

Ia menyebut tindakan tersebut dilakukan karena merasa kesal setelah permintaannya tidak dituruti oleh korban.

PILU Siswi SD Dibacok Saat Belajar di Warung, Pelaku Kesal tak Dikasih Rokok, Riwayat Gangguan Jiwa
PEMBACOKAN - Kolase foto pelaku saat diamankan dan sajam yang digunakannya. Pelaku diduga ODGJ nekat membacok siswi SD akibat tak diberi utang rokok.

Pengakuan tersebut saat ini masih didalami oleh pihak kepolisian sebagai bagian dari proses penyelidikan.

"Tadi kata pelaku kesal pak, dia tidak diberikan rokok oleh korban, karena kesal pelaku kemudian membacok korban," ungkap salah satu warga sekitar.

Sosok Pelaku

Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani, melalui Kapolsek Lebong Utara, Iptu Muhamad Mico, mengungkap bahwa pelaku saat ini telah diamankan dan saat ini berada di Mapolsek Lebong Utara dengan pengawasan pihak kesehatan.

"Benar, pelaku sudah berhasil diamankan tak lama usai kejadian, saat ini sudah di Mapolsek," ungkap Mico kepada wartawan TribunBengkulu.com.

Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan warga sekitar serta pihak Puskesmas Muara Aman, pelaku diketahui memang memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

Pelaku disebut rutin menjalani pengobatan setiap bulan di fasilitas kesehatan tersebut.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved