Berita Viral

KASUS Perampokan-Pembunuhan Dumaris Sitio, Pelaku Utama dari Menantu Terhormat ke Lingkaran Gelap

Berikut rangkuman identitas dan peran keempat pelaku perampokan sekaligus pembunuhan terhadap Dumaris Sitio (60) di Rumbai 29 April 2026.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
TERJERAT DUNIA GELAP: Kehidupan Anisa Florensia Tumanggor (21) berubah drastis dalam kurun waktu singkat. Dari menantu yang hidup terhormat bersama keluarga Arnold Meha di Rumbai, Pekanbaru, ia kini harus menghadapi jeratan hukum sebagai otak pembunuhan terhadap mertua sendiri, Dumaris Boru Sitio (60). 

Anisa menikah dengan Arnold Meha pada 2022. Arnold, anak pertama pasangan Dumaris Sitio dan Salmon Meha, dikenal berkebutuhan khusus. 

Meski begitu, keluarga Arnold hidup mapan. Pernikahan ini membuat Anisa tampil sebagai sosok berkelas di media sosial, dengan unggahan foto-foto berpenampilan mewah.

Namun, kehidupan berada itu justru menjadi titik balik. Komunikasi intens dengan teman SMP-nya, Lisbet Barasa (22), menyeret Anisa ke dunia hiburan malam dan SPA di Medan. Lisbet sendiri sudah terjerat narkoba bersama suami sirinya, Erwandi alias Iwan (39). Dari lingkaran pergaulan inilah Anisa kemudian berkenalan dengan Selamat alias Amat bin Ali Asan (34), warga Bener Meriah, Aceh, yang kelak menjadi pasangan sirinya sekaligus eksekutor utama dalam kasus ini.

Keempatnya – Anisa, Lisbet, Erwandi, dan Selamat – menjadi pecandu narkoba. Ketergantungan itu mendorong mereka mencari jalan pintas untuk mendapatkan uang.

Lisbet kemudian diduga mengusulkan kepada Anisa Florensia untuk merampok keluarga Arnold Meha di Rumbai, yang dikenal berada dalam kehidupan ekonomi.

Anisa Florensia Tumanggor (21), Dumaris Sitio (60), dan Lisbet Barasa (22).
Anisa Florensia Tumanggor (21), Dumaris Sitio (60), dan Lisbet Barasa (22). (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Dari Perampokan ke Pembunuhan

Awal April 2026, Anisa dan Selamat lebih dulu mencuri Rp4 juta dari rumah keluarga Dumaris Sitio. Aksi ini menjadi pemanasan sebelum rencana besar.

Tanggal 25 April, keempat pelaku tiba di Pekanbaru dan menginap di hotel melati di Jalan Riau. Rencana awal merampok berubah menjadi pembunuhan berencana terhadap seluruh penghuni rumah.

Pada 29 April, Anisa menghubungi Arnold dan mengajaknya bertemu. Bersama Lisbet, ia masuk ke rumah Dumaris, berpura-pura bersilaturahmi. Tak lama kemudian, Selamat masuk dengan alasan menagih uang taksi online. Dengan balok kayu yang dibawa dari hotel, Selamat menghantam dada dan kepala Dumaris hingga tewas di kursi ruang tamu.

Mayat korban diseret ke kamar mandi, sementara CCTV rumah dirusak. Arnold yang tiba kemudian dialihkan oleh Anisa dan Lisbet agar tidak melihat kondisi ibunya. Ia sempat dibawa ke Minas, Siak, dengan rencana untuk dihabisi, namun eksekusi batal. Arnold diberi Rp50 ribu dan disuruh pulang.

Para pelaku membawa kabur perhiasan emas, uang 400 dolar Singapura, paspor, dan ponsel korban. Setelah itu, mereka melarikan diri ke Medan dan sempat pesta narkoba sebelum berpencar ke Aceh Tengah dan Binjai.

Penangkapan dan Motif

Tim gabungan Satreskrim Polresta Pekanbaru dan Jatanras Ditreskrimum Polda Riau akhirnya membekuk keempat pelaku pada 3 Mei 2026. Anisa dan Selamat ditangkap di Aceh Tengah, sementara Erwandi dan Lisbet ditangkap di Binjai, Sumut. Dua pelaku laki-laki dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat penangkapan.

Kepada polisi, Anisa mengaku sakit hati. Ia tersinggung dengan ucapan keluarga mertuanya selama tinggal di rumah tersebut pada 2022–2023. Dendam bercampur pengaruh narkoba menjadikannya otak pembunuhan terhadap mertua sendiri.

Tiga Orang Ikut Terperiksa

  • Anak pertama korban, Arnold Meha, dan rekannya Rahmat Anton Tumanggor dan Wahyu Aman Hasugian, turut diperiksa sebagai saksi.
  • Ketiganya sempat diamankan dan diperiksa karena diduga memiliki keterkaitan dengan pelaku utama, Anisa Florensia Tumanggor, mantan menantu korban.
  • Meskipun diamankan dan diperiksa, ketiganya mengaku tidak terlibat langsung dalam aksi ini.
  • Rahmat Anton Tumanggor dan Wahyu Aman Hasugian hanya mengenal keluarga korban dan juga pelaku utama, Anisa Florensia Tumanggor, yang sama-sama berasal dari Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

(*/Tribun-medan.com)

Artikel ini sebagian telah tayang di TribunPekanbaru.com

Baca juga: SETELAH Mengeksekusi Dumaris Sitio di Rumbai, Keempat Pelaku Sempat Pesta Narkoba di Medan

Baca juga: PENGAKUAN Bu RT Kaget Dumaris Sitio Dibunuh Mantan Menantu: Orangnya Baik Suka Bagi THR ke Anak-Anak

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved