Berita Viral

NASIB Ashari Samadikun Kapten Kapal Tanker Asal Gowa Disandera Perompak Somalia, Sempat VC Istri

Kapten kapal asal Kabupaten Gowa disandera perompak di Somalia. Nasib kapten kapal Ashari Samadikun (33) itu masih belum diketahui pasti. 

Tayang:
Fish-I Africa
The Ping Shin 101, kapal ikan Taiwan yang mengeksekusi empat perompak yang menyerang kapal ini. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kapten kapal asal Kabupaten Gowa disandera perompak di Somalia. Nasib kapten kapal Ashari Samadikun (33) itu masih belum diketahui pasti. 

Peristiwa ini menambah rentetan WNI yang disandera perompak di Somalia

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsul Rizal mengatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah untuk memulangkan korban. 

"Yang pasti kita sudah monitor, dengan direktur perlindungan WNI dan pak menteri, saya kordinasi langsung," katanya di Hotel Four Points by Sheraton Makassar di Jalan Andi Jemma, Makassar, Minggu (3/5/2026)

Ia menjelaskan pihaknya akan menempuh dengan cara berdiplomasi 

"Intinya semua cara akan kita tempuh, secara diplomasi. Kita juga InsyaAllah akan melakukan pendekatan non state etcher, intinya komprehensif pendekatan kita," jelasnya.

Baca juga: PSMS Belum Terkalahkan - Dua Kali Menang dan Satu Imbang Lawan Persiraja

Baca juga: AWAL Mula Pria Bergelantungan di Mobil Mewah, Sempat Cekcok dari Apartemen, Diduga Masalah Keluarga

Daeng Ical sapaan akrabnya ini berharap seluruh kru berjumlah sekira 17 orang yang disandera perompak segera bebas.

"Mudah-mudahan, 17 orang ini terutama empat orang (WNI) ini bisa segera bebas. Dan kita patut berusaha, dan Alhamdulillah ada jaminan bahwa beliau-beliau para korban ini masih sehat wal Afiat," jelasnya 

Sebelumnya, Seorang kapten pelaut asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Ashari Samadikun (33), disandera perompak saat berlayar di perairan Somalia.

Kabar penyanderaan itu pertama kali diterima sang istri, Santi Sanaya (26), melalui pesan suara dari suaminya.

“Pertama kali itu saya dapat informasi dari suamiku tanggal 21 April malam sekitar setengah 8,” ucap Santi saat ditemui di kediamannya di Dusun Moncong Loe, Desa Paccelekang, Kecamatan Pattalassang, Senin (27/4/2026)

Ia mengatakan, suaminya mengirim voice note yang mengabarkan kapal mereka diserang bajak laut.

“Saya dapat voice note dari suamiku katanya diserang bajak laut. Lima menit kemudian saya coba kontak kembali, masih aktif tapi tidak direspon,” katanya.

Tak lama berselang, komunikasi pun terputus.

Beberapa hari kemudian, Santi kembali mendapat kabar dari suaminya melalui video call menggunakan ponsel kapal.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved