Berita Viral
KASUS Perampokan-Pembunuhan Dumaris Sitio, Pelaku Utama dari Menantu Terhormat ke Lingkaran Gelap
Berikut rangkuman identitas dan peran keempat pelaku perampokan sekaligus pembunuhan terhadap Dumaris Sitio (60) di Rumbai 29 April 2026.
TRIBUN-MEDAN.COM - Berikut rangkuman identitas dan peran keempat pelaku perampokan sekaligus pembunuhan terhadap Dumaris Sitio (60) di Rumbai, Pekanbaru, 29 April 2026.
Identitas Keempat Pelaku:
1. Anisa Florensia Tumanggor (21)
- Warga Kuta Sabah, Parlilitan, Humbang Hasundutan, Sumut.
- Menantu pertama korban, otak pelaku.
- Menikah dengan Arnold Meha (anak korban) tahun 2022.
- Meninggalkan rumah Arnold Meha di Rumbai tahun 2023.
- Menetap di Medan dan bekerja di SPA dan tempat hiburan malam.
- Kemudian menjalin hubungan siri dengan Selamat alias SL (34).
- Terjerat narkoba.
2. Lisbet Barasa (22)
- Warga Sihotang Hasugian, Parlilitan, Humbang Hasundutan, Sumut.
- Teman SMP Anisa Florensia, juga bekerja di hiburan malam dan SPA di Medan.
- Pasangan siri Erwandi alias Iwan (39).
- Positif narkoba.
- Diduga ikut merencanakan aksi.
3. Selamat alias Amat bin Ali Asan (34)
- Warga Bener Meriah, Aceh.
- Pasangan siri Anisa Florensia Tumanggor.
- Eksekutor utama, memukul korban dengan balok kayu hingga tewas.
- Positif narkoba.
4. Erwandi alias Iwan (39)
- Warga Bener Meriah, Aceh.
- Pasangan siri Lisbet Barasa.
- Membantu eksekusi, membawa Arnold Meha ke Minas dengan rencana awal untuk dibunuh.
- Positif narkoba.
Kronologi Kejadian
8 April 2026:
- Anisa dan Selamat lebih dulu merampok rumah korban, mencuri Rp4 juta.
25 April 2026:
- Keempat pelaku tiba di Pekanbaru, menginap di hotel melati di Jalan Riau.
- Rencana awal merampok berubah menjadi pembunuhan.
29 April 2026 (Hari Kejadian):
- Anisa menghubungi Arnold, lalu bersama Lisbet masuk ke rumah korban.
- Selamat masuk berpura-pura menagih uang taksi online, lalu menghantam Dumaris dengan balok kayu hingga tewas.
- Mayat korban diseret ke kamar mandi, CCTV dirusak.
- Arnold dialihkan, kemudian dibawa ke Minas, namun rencana pembunuhan terhadapnya dibatalkan.
- Pelaku membawa kabur perhiasan emas, uang SGD 400, paspor, dan ponsel korban.
Setelah Kejadian:
- Keempat pelaku melarikan diri ke Kota Medan, sempat pesta narkoba di rumah teman, lalu berpencar ke Aceh Tengah dan Kota Binjai.
3 Mei 2026:
- Polisi membekuk keempat pelaku.
- Anisa dan Selamat ditangkap di Aceh Tengah, Erwandi dan Lisbet di Binjai.
- Dua pelaku laki-laki ditembak di kaki karena melawan.
Motif:
- Anisa Florensia mengaku sakit hati dan dendam atas ucapan keluarga mertuanya saat tinggal di rumah mereka pada 2022–2023.
- Dendam bercampur pengaruh teman dan narkoba menjadikannya sebagai otak pembunuhan terhadap mertuanya sendiri, Dumaris Sitio (60).
Baca juga: DAFTAR Nama Lengkap dan Alamat Keempat Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Dumaris Sitio di Rumbai
Tragedi Anisa: Dari Menantu Terhormat ke Otak Pembunuhan
Kehidupan Anisa Florensia Tumanggor (21) berubah drastis dalam kurun waktu singkat. Dari menantu yang hidup terhormat bersama keluarga Arnold Meha di Rumbai, Pekanbaru, ia kini harus menghadapi jeratan hukum sebagai otak pembunuhan terhadap mertua sendiri, Dumaris Boru Sitio (60).
Anisa menikah dengan Arnold Meha pada 2022. Arnold, anak pertama pasangan Dumaris Sitio dan Salmon Meha, dikenal berkebutuhan khusus.
Meski begitu, keluarga Arnold hidup mapan. Pernikahan ini membuat Anisa tampil sebagai sosok berkelas di media sosial, dengan unggahan foto-foto berpenampilan mewah.
Namun, kehidupan berada itu justru menjadi titik balik. Komunikasi intens dengan teman SMP-nya, Lisbet Barasa (22), menyeret Anisa ke dunia hiburan malam dan SPA di Medan. Lisbet sendiri sudah terjerat narkoba bersama suami sirinya, Erwandi alias Iwan (39). Dari lingkaran pergaulan inilah Anisa kemudian berkenalan dengan Selamat alias Amat bin Ali Asan (34), warga Bener Meriah, Aceh, yang kelak menjadi pasangan sirinya sekaligus eksekutor utama dalam kasus ini.
Keempatnya – Anisa, Lisbet, Erwandi, dan Selamat – menjadi pecandu narkoba. Ketergantungan itu mendorong mereka mencari jalan pintas untuk mendapatkan uang.
Lisbet kemudian diduga mengusulkan kepada Anisa Florensia untuk merampok keluarga Arnold Meha di Rumbai, yang dikenal berada dalam kehidupan ekonomi.
Dari Perampokan ke Pembunuhan
Awal April 2026, Anisa dan Selamat lebih dulu mencuri Rp4 juta dari rumah keluarga Dumaris Sitio. Aksi ini menjadi pemanasan sebelum rencana besar.
Tanggal 25 April, keempat pelaku tiba di Pekanbaru dan menginap di hotel melati di Jalan Riau. Rencana awal merampok berubah menjadi pembunuhan berencana terhadap seluruh penghuni rumah.
Pada 29 April, Anisa menghubungi Arnold dan mengajaknya bertemu. Bersama Lisbet, ia masuk ke rumah Dumaris, berpura-pura bersilaturahmi. Tak lama kemudian, Selamat masuk dengan alasan menagih uang taksi online. Dengan balok kayu yang dibawa dari hotel, Selamat menghantam dada dan kepala Dumaris hingga tewas di kursi ruang tamu.
Mayat korban diseret ke kamar mandi, sementara CCTV rumah dirusak. Arnold yang tiba kemudian dialihkan oleh Anisa dan Lisbet agar tidak melihat kondisi ibunya. Ia sempat dibawa ke Minas, Siak, dengan rencana untuk dihabisi, namun eksekusi batal. Arnold diberi Rp50 ribu dan disuruh pulang.
Para pelaku membawa kabur perhiasan emas, uang 400 dolar Singapura, paspor, dan ponsel korban. Setelah itu, mereka melarikan diri ke Medan dan sempat pesta narkoba sebelum berpencar ke Aceh Tengah dan Binjai.
Penangkapan dan Motif
Tim gabungan Satreskrim Polresta Pekanbaru dan Jatanras Ditreskrimum Polda Riau akhirnya membekuk keempat pelaku pada 3 Mei 2026. Anisa dan Selamat ditangkap di Aceh Tengah, sementara Erwandi dan Lisbet ditangkap di Binjai, Sumut. Dua pelaku laki-laki dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat penangkapan.
Kepada polisi, Anisa mengaku sakit hati. Ia tersinggung dengan ucapan keluarga mertuanya selama tinggal di rumah tersebut pada 2022–2023. Dendam bercampur pengaruh narkoba menjadikannya otak pembunuhan terhadap mertua sendiri.
Tiga Orang Ikut Terperiksa
- Anak pertama korban, Arnold Meha, dan rekannya Rahmat Anton Tumanggor dan Wahyu Aman Hasugian, turut diperiksa sebagai saksi.
- Ketiganya sempat diamankan dan diperiksa karena diduga memiliki keterkaitan dengan pelaku utama, Anisa Florensia Tumanggor, mantan menantu korban.
- Meskipun diamankan dan diperiksa, ketiganya mengaku tidak terlibat langsung dalam aksi ini.
- Rahmat Anton Tumanggor dan Wahyu Aman Hasugian hanya mengenal keluarga korban dan juga pelaku utama, Anisa Florensia Tumanggor, yang sama-sama berasal dari Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
(*/Tribun-medan.com)
Artikel ini sebagian telah tayang di TribunPekanbaru.com
Baca juga: SETELAH Mengeksekusi Dumaris Sitio di Rumbai, Keempat Pelaku Sempat Pesta Narkoba di Medan
Baca juga: PENGAKUAN Bu RT Kaget Dumaris Sitio Dibunuh Mantan Menantu: Orangnya Baik Suka Bagi THR ke Anak-Anak
Nama 4 Pelaku Pembunuh Dumaris Sitio
Identitas Pelaku Pembunuhan Dumaris Sitio
Dumaris Sitio
pembunuhan Dumaris Sitio
pelaku pembunuhan Dumaris Sitio
Tribun-medan.com
menantu terhormat terjerat dunia gelap
Tragedi Anisa Florensia Tumanggor
Lisbet Barasa
| SOSOK Iswandi Kalapas Blitar, Sehari Menjabat Bongkar Jual Beli Sel VVIP Rp60 Juta ke Napi Korupsi |
|
|---|
| KRONOLOGI Rumah Mewah Dimasuki Perampok, Pelaku Nyaris Rudapaksa ART, Hampir Ditangkap |
|
|---|
| NASIB Ashari Samadikun Kapten Kapal Tanker Asal Gowa Disandera Perompak Somalia, Sempat VC Istri |
|
|---|
| AWAL Mula Pria Bergelantungan di Mobil Mewah, Sempat Cekcok dari Apartemen, Diduga Masalah Keluarga |
|
|---|
| NASIB Wakil Dekan yang Digerebek Berduaan Dengan Mahasiswi di Kos, Sang Istri Komitmen Cerai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/TERJERAT-DUNIA-GELA-Kehidupan-Anisa-Florensia-Tumanggor-bunuh-dumaris-sitio.jpg)