Berita Viral

KEPALA BGN Buka Suara Soal Gaji Pencuci Piring MBG Rp 3 Juta, Sedangkan Guru Rp 800 Ribu Per Bulan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana buka suara soal gaji pencuci piring MBG Rp 3,5 juta. 

Tayang:
(Kompas.com)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am) 

"Ini hanya pengandaian. Jadi, satu SPPG, kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi," kata Dadan, seperti dikutip TribunJatim.com via Tribunnews.com, Kamis (23/4/2026).

Satu Menu, Satu Sapi: Begini Logikanya

Dadan menjelaskan, dalam satu kali proses memasak, kebutuhan daging sapi di satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bisa mencapai sekitar 350 hingga 382 kilogram.

Jumlah itu setara dengan satu ekor sapi untuk sekali produksi.

"Menunya itu ada telur, ada ayam, ada sapi, ada ikan. Misalnya, kalau ini masak daging sapi, maka butuh 350 kilogram sekali masaknya berarti satu ekor sapi," ujarnya.

Namun, skenario tersebut hanya berlaku jika seluruh dapur MBG di Indonesia secara bersamaan memasak menu berbahan dasar daging sapi sesuatu yang sejauh ini tidak pernah diterapkan.

Belajar dari Lonjakan Harga Telur

Pengalaman sebelumnya menjadi alasan utama pemerintah tidak menerapkan menu seragam secara nasional.

Dadan mencontohkan momen peringatan ulang tahun Presiden Prabowo Subianto pada 17 Oktober lalu, ketika menu nasi goreng dan telur disajikan untuk sekitar 36 juta penerima manfaat.

Dampaknya cukup signifikan terhadap pasar.

"Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Dampaknya harga telur sempat naik Rp 3.000," ungkapnya.

Lonjakan tersebut menjadi pelajaran penting bahwa kebijakan menu seragam bisa memberi tekanan besar pada pasokan dan harga pangan.

Strategi Fleksibel untuk Jaga Stabilitas

Untuk menghindari dampak serupa, BGN memilih pendekatan yang lebih fleksibel.

Menu MBG disesuaikan dengan potensi sumber daya lokal serta preferensi masyarakat di masing-masing daerah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved