Berita Viral

4 Pelaku Pembunuh Nenek Dumaris Ditangkap, 2 Orang Kakinya Dibalut Perban, Siang Ini Pengungkapannya

pengungkapan lengkap kasus tersebut akan disampaikan dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (3/5/2026).

Tayang:
TikTok
MENANTU RAMPOK MERTUA - Tampang Anisa menantu yang rampok mertuanya, Dumaris Sitio di Pekanbaru. Dumaris Sitio tewas dihantam balok kayu di rumahnya, Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Rabu (29/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Polresta Pekanbaru akan mengumumkan motif dan kronologi kasus dugaan pembunuhan terhadap nenek Dumaris Watu Sitio (60) siang ini, Minggu (3/5/2026).

Pasalnya empat pelaku pembunuhan telah ditangkap saat berusaha kabur ke Aceh dan Binjai.

Tim gabungan kepolisian memburu para pelaku hingga ke luar daerah, tepatnya ke wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5/2026) malam.

“Alhamdulillah, tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil mengamankan empat pelaku kasus curas yang mengakibatkan seorang perempuan meninggal dunia di Rumbai, Pekanbaru,” ujarnya.

Baca juga: Curhat Terakhir Dokter Myta yang Meninggal Dunia di Palembang, Keluarga Dukung Invesitigasi Kemenkes

Dalam proses pengejaran, polisi membagi tim untuk menelusuri keberadaan para pelaku yang sempat melarikan diri ke luar Provinsi Riau. 

Hasilnya, dua pelaku berhasil diringkus di wilayah Aceh Tengah.

Sementara dua lainnya ditangkap di Kota Binjai, Sumatera Utara.

Muharman menyebut, pengungkapan lengkap kasus tersebut akan disampaikan dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (3/5/2026).

“Besok siang akan kami sampaikan secara rinci dalam jumpa pers terkait pengungkapan kasus ini,” tambahnya.

Sebelumnya, polisi telah mengidentifikasi salah satu pelaku perempuan berinisial AF yang diketahui merupakan mantan menantu korban.

Total pelaku dalam kasus ini berjumlah empat orang, terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan.

Baca juga: TERUNGKAP Sosok Bos TV Dituding Selingkuhan Maia Estianty, Pernah Gugat Ahmad Dhani Hingga Triliunan

Kondisi Pelaku Usai Ditangkap

Setelah ditangkap, foto para pelaku beredar cepat di media sosial (medsos).

Berdasarkan foto yang beredar pada Minggu (3/5/2026) dini hari, dua pelaku pria terlihat tak berdaya duduk di bagasi mobil dengan kondisi kedua kaki dibalut perban.

Sedangkan dua pelaku perempuan tampak tertunduk lesu duduk berdampingan di ruangan kantor polisi.

Empat pelaku perampokan dan pembunuhan Dumaris Deniwati Sitio (60) ditangkap pada Sabtu (2/5/2026). Dua orang ditangkap di Aceh Tengah, sedangkan dua lainnya diamankan di Kota Binjai, Sumatra Utara (Sumut). (Istimewa/Tribunmedan.com)
Empat pelaku perampokan dan pembunuhan Dumaris Deniwati Sitio (60) ditangkap pada Sabtu (2/5/2026). Dua orang ditangkap di Aceh Tengah, sedangkan dua lainnya diamankan di Kota Binjai, Sumatra Utara (Sumut). (Istimewa/Tribunmedan.com) (TRIBUN MEDAN)

Sejauh ini identitas pelaku yang mencuat di publik adalah Anisa Florensia boru Tumanggor.

Anisa merupakan mantan menantu Dumaris Sitio. Ia menikah dengan anak laki-laki Dumaris, berinisial A yang disebut-sebut berkebutuhan khusus.

Baca juga: Nasib Kompol Dedi Kurniawan Usai Viral Isap Vape Diduga Isi Narkoba, Polda Sumut Belum Bisa Pastikan

Namun, pernikahan itu tak berjalan mulus. Keduanya dikabarkan sudah berpisah.

Dalam rekaman CCTV yang beredar di publik, Anisa Tumanggor terlihat mengenakan baju hitam dan celana kuning.

Anisa bersama seorang wanita tampak masuk ke rumah dari pintu depan yang dibuka oleh korban.

Saat masih di pintu, kedua perempuan itu mencium tangan Dumaris dan langsung masuk ke dalam rumah.

Anisa pun masih terlihat berbincang dengan korban sebelum seorang pria muncul secara tiba-tiba dan menghantamkan kayu ke arah korban.

Dijerat Pasal Berlapis

Keempat pelaku kini telah ditahan untuk pemeriksaan intensif.

Polisi menegaskan akan menjerat mereka dengan pasal berlapis, yakni pembunuhan berencana dan perampokan dengan kekerasan.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta membenarkan soal penangkapan para pelaku.

"Alhamdulillah, tim gabungan Resmob, Jatanras Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil menangkap empat pelaku kasus curas (pencurian dengan kekerasan) yang menyebabkan seorang perempuan meninggal dunia di Rumbai, Pekanbaru," ujar Kombes Muharman Arta dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (2/5/2026) malam.

Kombes Muharman mengatakan, empat pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda.

Mereka ditangkap di tempat persembunyiannya masing-masing.

"Dua pelaku ditangkap di Aceh Tengah dan dua lainnya diamankan di Kota Binjai, Sumatera Utara," imbuhnya.

Muharman mengatakan informasi selengkapnya akan disampaikan pada konferensi pers besok.

"Besok siang akan ada jumpa pers terkait detail pengungkapan kasusnya," ujarnya.

Ambil Barang Berharga

Selain menghilangkan nyawa korban, pelaku juga membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban.

Barang-barang yang dilaporkan hilang di antaranya cincin kawin seberat 12 gram bertuliskan nama suami korban, cincin emas seberat 10 gram, uang tunai 400 dolar Singapura, satu unit handphone Samsung A55 5G, satu unit musik box, dan satu unit speaker.

Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh suami korban.

Pagi harinya, sekitar pukul 08.00 WIB, ia sempat mengajak korban untuk mengurus pajak kendaraan. Namun, korban memilih tetap tinggal di rumah.

Sekitar pukul 11.00 WIB, saat kembali, ia mendapati pintu rumah terbuka dan kondisi kamar sudah berantakan. 

Setelah mencari ke sejumlah ruangan, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tertelungkup di dapur dengan luka di wajah dan bercak darah di sekitar kamar mandi.

Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk keperluan autopsi.

Anak Sempat Datangi Rumah

Selain itu, polisi juga sempat mengamankan anak kandung laki-laki korban, berinisial A. 

Pasalnya, rekaman CCTV memperlihatkan A datang dengan sepeda motor pada momen peristiwa tersebut.

A sempat masuk ke dalam rumah. Namun tak lama keluar lagi.

Dari hasil pemeriksaan kepolisian, A mengaku tidak mengetahui bahwa ibunya sudah meninggal dunia. 

Saat datang ke rumah korban, A dibujuk oleh pelaku agar tidak masuk ke dalam rumah.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia akibat pukulan benda tumpul di bagian kepala.

Pemakaman Dipadati Pelayat

Sementara itu, Dumaris Sitio dimakamkan di TPU HKBP Rumbai pada Sabtu (2/5/2026).

Pemakaman diwarnai isak tangis pelayat sejak pemberangkatan jenazah dari rumah duka di Jalan Kurnia II menuju TPU.

Prosesi adat pun tampak dipadati ratusan pelayat yang menyampaikan belasungkawa atas kepergian Dumaris untuk selamanya. 

Suami korban, Salmon Meha, tampak terpukul. Tiga anak almarhumah hanya bisa tertunduk, sesekali menangis di pelukan keluarga.  (*/tribunmedan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved