Berita Viral

Sosok Myta Aprilia Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kerja Sampai 12 Jam Sehari

Inilah sosok Myta Aprilia Azmy dokter magang di Jambi yang meninggal dunia diduga karena kerja berlebihan dimana sampai 12 jam sehari bahkan saat sud

Tayang:
IST/Dok Pribadi
SEMPAT KRITIS - Kabar meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy, dokter internship yang sebelumnya dirawat kritis di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang (RSMH), santer beredar di media sosial sejak Jumat (1/5/2026). Informasi tersebut ramai diperbincangkan warganet dan memicu berbagai reaksi, termasuk dorongan agar kasus yang menimpa dr Myta diusut tuntas. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah sosok Myta Aprilia Azmy dokter magang di Jambi yang meninggal dunia diduga karena kerja berlebihan.

Adapun sosok dr. Myta Aprilia Azmy dilaporkan meninggal dunia usai sempat mendapatkan perawatan intensif.

Myta Aprilia Azmy diduga meninggal dunia karena kerja berlebihan.

Dimana ia diduga bekerja sampai 12 jam sehari.

Bahkan saat kondisinya menurun pun, Myta tetap bekerja.

Sebelum wafat, kondisi kesehatannya disebut terus menurun, ditandai dengan kadar saturasi oksigen yang merosot hingga di bawah 80 persen.

Myta diketahui tengah mengikuti program internship di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.

Baca juga: Nasib Kompol Dedi Kurniawan Usai Viral Isap Vape Diduga Isi Narkoba, Polda Sumut Belum Bisa Pastikan

Ia sebelumnya sempat dirawat di ruang ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, hingga akhirnya meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026).

Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Unsri (IKA FK Unsri) telah lebih dulu mengirim surat kepada Kementerian Kesehatan RI pada 30 April 2026.

Dalam surat tersebut, mereka mengungkap dugaan beratnya beban kerja yang dijalani Myta selama masa internship.

Disebutkan, kondisi kesehatannya sudah menurun sejak Maret 2026, namun ia tetap menjalankan tugas jaga.

“dr. Myta telah melaporkan gejala sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi,” tulis IKA FK Unsri dalam surat kepada Kementerian Kesehatan, dikutip dari Sripoku, Sabtu (2/5/2026).

Selain itu, IKA FK Unsri juga menyoroti dugaan minimnya supervisi dari dokter pembimbing, keterbatasan fasilitas termasuk kekosongan obat, serta adanya indikasi tekanan agar kondisi tersebut tidak meluas. 

Mereka pun mendesak Kementerian Kesehatan untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap rumah sakit tempat Myta bertugas.

Baca juga: PENAMPAKAN Pembunuh Dumaris Sitio, 2 Pria Tak Berdaya Kaki Diperban, Anisa Tumanggor Terduduk Lesu

Sementara itu, Pengurus Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sekaligus Ketua Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), dr Ahmad Junaidi, menjelaskan bahwa Myta menjalani internship di RSUD Kuala Tungkal bersama tiga dokter lainnya sejak Agustus tahun lalu. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved