Berita Viral

Dokter Myta Aprilia Baru Rayakan Ultah Sebelum Meninggal Dunia, Unggahan Ibu Viral: Panjang Umur Nak

Melalui unggahan di facebook Okta Yusri, sang ibu, terdapat doa manis dan penuh harapan untuk kehidupan masa depan dr. Myta Aprilia.

Tayang:
IST/Dok Pribadi
SEMPAT KRITIS - Kabar meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy, dokter internship yang sebelumnya dirawat kritis di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang (RSMH), santer beredar di media sosial sejak Jumat (1/5/2026). Informasi tersebut ramai diperbincangkan warganet dan memicu berbagai reaksi, termasuk dorongan agar kasus yang menimpa dr Myta diusut tuntas. 

TRIBUN-MEDAN.com - Dokter Myta Aprilia baru rayakan ulang tahun sebelum meninggal dunia.

Unggahan sang ibu saat anaknya itu berulang tahun pun viral: Panjang Umur Nak.

Terselip doa manis agar anaknya panjang umur dan sehat selalu. 

Baca juga: MEGAWATI Heran Kondisi Negara Saat Ini Ibarat Poco-Poco: Ini Benar Buat Rakyat atau Buat Siapa?

Namun kini dr. Myta Aprilia Azmy meninggal dunia di usianya yang ke 25 tahun.

Kepergiannya pun masih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang terdekatnya.

dr. Myta Aprilia baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-25 tahun pada tanggal 13 April 2026 lalu.

Baca juga: TAMPANG Anisa Mantan Menantu Dumaris Sitio Kini Ditangkap, Sering Dibantu Malah Rampok Mertuanya

Melalui unggahan di facebook Okta Yusri, sang ibu, terdapat doa manis dan penuh harapan untuk kehidupan masa depan dr. Myta Aprilia.

"Selamat ulang tahun yg ke 25 th kakak myta semoga panjang umur sehat murah Rezki dan bahagia serta sukses slalu nak. slalu jadi kebanggaan kami aamiin 13 April 2001" tulis unggahan sang ibu dalam facebook yang dikutip hari ini, Sabtu (2/5/2026).

Kalimat penuh doa ini tertulis pada tanggal 13 April lalu dan menjadi kado terakhir sekaligus kenangan manis bagi dr. Myta Aprilia Azmi sebelum ia mengembuskan napas terakhir.

SEMPAT KRITIS - Kabar meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy, dokter internship yang sebelumnya dirawat kritis di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang (RSMH), santer beredar di media sosial sejak Jumat (1/5/2026). Informasi tersebut ramai diperbincangkan warganet dan memicu berbagai reaksi, termasuk dorongan agar kasus yang menimpa dr Myta diusut tuntas.
SEMPAT KRITIS - Kabar meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy, dokter internship yang sebelumnya dirawat kritis di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang (RSMH), santer beredar di media sosial sejak Jumat (1/5/2026). Informasi tersebut ramai diperbincangkan warganet dan memicu berbagai reaksi, termasuk dorongan agar kasus yang menimpa dr Myta diusut tuntas. (IST/Dok Pribadi)

Dokter muda kelahiran 13 April 2001 tersebut wafat di tengah masa pengabdiannya sebagai dokter internship di RSUD KH Daud Arif, Jambi, pada Jumat (1/5/2026) kemarin.

Kepergian dr. Myta Aprilia kini tidak hanya menjadi duka keluarga, tetapi juga memicu gelombang desakan transparansi pada pihak RSUD KH Daud Arif sebagai tempat dr. Myta Aprilia mengabdikan diri sebagai dokter internship.

Wakil Bupati Tanjabbar, Katamso SA, secara tegas meminta manajemen RSUD untuk memberikan penjelasan terbuka dan tidak menutupi fakta di balik kronologi sakitnya sang dokter muda saat bertugas.

Meninggal 3 Bulan Jelang Program Internship Selesai

dr Myta Aprilia meninggal 3 bulan jelang program internship selesai.

Ia diduga dipaksa kerja saat sakit hingga berujung meninggal dunia.

Hingga saat ini, penyebab meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy, seorang dokter internship yang sempat dirawat kritis di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, belum diketahui secara pasti.

dr. Myta Aprilia dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Simpang Pendagan, Kelurahan Pasar Muaradua, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca juga: Roy Suryo: Hukum Harus Ditegakkan, Minta Kasus Ijazah Jokowi yang Menjerat Dirinya Dihentikan

Di bawah rindangnya pepohonan, puluhan pelayat memadati area pemakaman, mengiringi prosesi peristirahatan terakhir almarhumah dengan khidmat.

Sebagian besar pelayat mengenakan pakaian bernuansa hitam dan putih.

Mereka berdiri mengelilingi liang lahat, sementara karangan bunga berwarna merah dan putih tampak mencolok di sisi pusara sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Sejumlah pelayat terlihat menundukkan kepala, memanjatkan doa, sementara lainnya tak kuasa menahan kesedihan.

Baca juga: Warga di Langkat Kaget Temukan Ranjau Darat saat Berladang, Langsung Diledakkan Polisi

Di sekitar makam, beberapa keluarga dan kerabat duduk bersimpuh.

Ada yang membaca doa dengan suara lirih, ada pula yang terdiam menatap pusara yang baru saja ditutup tanah dan ditaburi bunga. 

Momen kehilangan terasa begitu nyata, tergambar dari wajah-wajah murung para pelayat yang datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir.

Keluarga besar almarhumah tampak larut dalam duka.

dr Pebri Mahardika, yang merupakan keluarga almarhumah, menyampaikan bahwa kepergian dr Myta menjadi kehilangan besar bagi keluarga. 

“Kami masih dalam duka yang sangat mendalam. Myta ini adalah harapan keluarga, tumpuan bagi orang tuanya. Apalagi sebentar lagi ia akan menyelesaikan program internship dan menjadi dokter umum,” ujarnya dengan suara tertahan, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, almarhumah selama ini menjalani program dokter internship dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Kabupaten Kuala Tungkal, Provinsi Jambi, dan hampir menyelesaikan masa tugasnya yang dijadwalkan berakhir pada Agustus 2026. 

“Ia sudah hampir satu tahun menjalani internship. Tinggal beberapa bulan lagi selesai,” katanya.

Sebelum meninggal dunia, dr Myta sempat menjalani perawatan di Kuala Tungkal dan kemudian dirujuk ke rumah sakit di Provinsi Jambi.

Kondisinya sempat menunjukkan perbaikan, meski belum dipastikan apakah sudah diperbolehkan pulang. 

Namun, setelah kembali ke Palembang, kondisi almarhumah kembali menurun hingga akhirnya dirawat di ruang ICU RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang selama kurang lebih tiga hari.

dr Myta Aprilia Azmy dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 1 Mei 2026 pukul 11.20 WIB di ruang ICU RSMH Palembang. 

"Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta rekan sejawat yang mengenalnya sebagai sosok yang berdedikasi dan penuh harapan," pungkasny.

Almarhumah merupakan putri dari pasangan Khadriatul Azmi dan Okta Yusri, SKM., M.M, yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas Mekakau Ilir, OKU Selatan. 

Di mata keluarga, dr Myta bukan hanya anak, tetapi juga sosok yang diharapkan dapat membawa kebanggaan dan pengabdian bagi masyarakat melalui profesinya sebagai dokter.

Di tengah isak tangis yang tertahan dan doa-doa yang dipanjatkan, suasana pemakaman siang itu terasa sunyi dan penuh kehilangan.

Kepergian dr Myta meninggalkan jejak duka yang mendalam, sekaligus kenangan tentang cita-cita yang hampir tergapai.

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved