Berita Viral

Baru 3 Hari Jadi Kepala KSP, Dudung Langsung Ngegas soal MBG dan Sekolah Rakyat: Siap Babat Habis

Dudung menyatakan siap menindak praktik-praktik tidak benar dalam pelaksanaan program MBG dan Sekolah Rakyat.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Tribunnews.com
Baru hitungan hari usai dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman langsung ngegas soal isu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat. (Tribunnews.com/ Taufik Ismail) 

TRIBUN-MEDAN.com - Baru hitungan hari usai dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman langsung ngegas soal isu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.

Dudung resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala KSP pada Senin, 27 April 2026, di Istana Negara.

Tiga hari berselang, Dudung menyatakan siap menindak praktik-praktik tidak benar dalam pelaksanaan program MBG dan Sekolah Rakyat.

Dudung menyebutkan, sebagai kepala KSP, ia bertugas menjadi penyambung antara masyarakat dan pemerintah serta melakukan pengawasan ketika terdapat laporan dari masyarakat terkait berbagai program pemerintah.

"Termasuk program prioritas nasional dan program unggulan nasional, program unggulan Bapak Presiden seperti MBG, Sekolah Rakyat dan sebagainya," kata Dudung dalam pembukaan Kongres VII Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) di Jakarta, Kamis (30/4/2026). 

"Kalau tidak benar pelaksanaan di lapangan, akan saya babat nanti," ujar dia melanjutkan.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini juga menyampaikan pentingnya wawasan kebangsaan sebagai pilar ketahanan nasional. 

Berkaca dengan kondisi dunia saat ini di mana banyak terjadi konflik karena berbagai latar belakang, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, golongan dan agama menjadi sangat penting menjaga persatuan dan kesatuan. 

Secara khusus dia memperingatkan terhadap isi konten di beragama media sosial yang menggunakan bahasa provokasi dan menyebarkan informasi yang menyesatkan. 

Dengan informasi menyesatkan jika terus disampaikan berulang dapat dianggap sebagai kebenaran. 

"Oleh karenanya mari mata, telinga kita kita pasang untuk tetap mendengar, tetap melihat, tetapi kepada hal-hal yang positif. Tidak kemudian terbawa dengan informasi-informasi yang menyesatkan," tutur Dudung. 

Dalam kesempatan itu dia juga meminta masyarakat untuk selalu waspada dengan pihak-pihak segala informasi yang tersebar.

Baca juga: Prabowo Sebut Banyak Negara Lain Belajar MBG di RI, Klaim Kopdes Merah Putih Jadi Sejarah di Dunia

Baca juga: Kronologis Belasan Siswa SD di Deli Serdang Keracunan MBG dan Dilarikan ke Puskesmas

Kontroversi SPPG Ditutup Sementara Tetap Dapat Insentif Rp6 Juta

Sebelumnya, kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengelola MBG terus memunculkan kontroversi.

Terbaru, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan SPPG yang ditutup sementara tetap mendapatkan insentif sebesar Rp 6 juta per hari. 

Hal ini dikatakan Dadan Hindayana saat meresmikan SPPG milik Universitas Hasanuddin, Selasa (28/4/2026). 

Dadan mengatakan, terdapat sekitar 1.720 SPPG yang ditutup sementara hingga per awal April. 

“Untuk yang (ditutup) sementara tetap diberi, karena mereka harus mengurus berbagai kebutuhan,” kata Dadan kepada wartawan. 

Ia mengatakan, pemberian insentif Rp 6 juta per hari tersebut, untuk mendukung pelatihan karyawan serta pemenuhan standar operasional yang ditetapkan pemerintah. 

"Sekarang berkurang sedikit. Ya sekitar 1.720-an. Karena dia harus mengurus yang lain-lain dan si karyawannya kan diberi pelatihan dan kemudian harus melakukan hal yang sesuai dengan kebutuhan pada saat itu," ungkapnya. 

Dadan menjelaskan, penutupan sementara dilakukan karena beberapa SPPG belum memenuhi persyaratan teknis, salah satunya terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan belum memiliki Sertifikat Laik Higenis dan Sanitasi (SLHS).

"Jadi ini IPAL-nya sudah ada. Saya sudah ceklist. Ada yang tidak daftar SLHS belum. Begitu daftar SLHS-nya langsung dibuka. Nah, ini yang ini sudah daftar," jelasnya. 

Dadan mengatakan, secara umum kualitas layanan SPPG yang ditutup sementara dinilai baik, mulai dari segi menu maupun pelayanan kepada masyarakat. 

Dia berujar, sertifikasi dapat segera diterbitkan dalam waktu dekat. 

“Karena kualitasnya bagus, layanannya bagus, menunya juga bagus. Mudah-mudahan sertifikatnya keluar dalam waktu sebulan,” katanya. (*/tribunmedan.com)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved