Berita Viral

Cerita Pilu Sofia Korban Tabrakan Kereta, Berhasil Selamatkan Anak tapi Kehilangan Ibunya

Sofia berangkat dari Kemayoran bersama putrinya yang masih berusia lima tahun dan ibundanya untuk menjenguk saudara kembarnya

Tayang:
TRIBUN MEDAN/KOMPAS.com/Nurpini
KECELAKAAN KERETA BEKASI - Perjalanan sederhana menjenguk keluarga berubah menjadi tragedi. Di tengah kepanikan akibat tabrakan kereta, Sofia berhasil menyelamatkan anaknya, namun harus kehilangan sang ibu yang tak tertolong setelah sempat dievakuasi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Duka masih menyelimuti Sofia setelah kehilangan ibundanya, Nuryati, dalam insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Peristiwa yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, itu meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya.

Nuryati mengembuskan napas terakhir setelah sempat dievakuasi ke rumah sakit. Ia meninggalkan delapan orang anak dan enam cucu.

Prosesi pemakaman telah dilakukan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, setelah sebelumnya disemayamkan dan disalatkan di Musala Al Ikhlas.

Di balik peristiwa itu, Sofia masih berusaha memulihkan diri dari trauma yang dialaminya.

Ingatan tentang suasana gelap dan guncangan hebat di dalam gerbong masih terus menghantui.

Malam itu, perjalanan yang seharusnya menjadi kunjungan keluarga berubah menjadi situasi darurat.

Sofia berangkat dari Kemayoran bersama putrinya yang masih berusia lima tahun dan ibundanya untuk menjenguk saudara kembarnya di Cikarang.

KECELAKAAN KERETA BEKASI - Perjalanan sederhana menjenguk keluarga berubah menjadi tragedi. Di tengah kepanikan akibat tabrakan kereta, Sofia berhasil menyelamatkan anaknya, namun harus kehilangan sang ibu yang tak tertolong setelah sempat dievakuasi.
KECELAKAAN KERETA BEKASI - Perjalanan sederhana menjenguk keluarga berubah menjadi tragedi. Di tengah kepanikan akibat tabrakan kereta, Sofia berhasil menyelamatkan anaknya, namun harus kehilangan sang ibu yang tak tertolong setelah sempat dievakuasi. (TRIBUN MEDAN/KOMPAS.com/Nurpini)

Perjalanan berjalan seperti biasa hingga kereta yang mereka tumpangi berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Sebelumnya, terdengar informasi mengenai gangguan perjalanan akibat insiden di jalur lain.

Situasi yang semula terkendali berubah drastis ketika benturan keras terjadi. Kereta yang mereka tumpangi dihantam dari belakang oleh rangkaian lain, membuat suasana di dalam gerbong langsung gelap dan kacau.

Dalam kondisi panik, Sofia melihat celah untuk menyelamatkan anaknya. Ia menggendong putrinya dan mengeluarkannya melalui jendela yang terbuka agar menjauh dari bahaya.

Setelah memastikan anaknya aman, perhatian Sofia sepenuhnya tertuju pada ibunya yang memiliki riwayat penyakit jantung.

Upaya penyelamatan kemudian berlanjut saat petugas membantu membuka akses keluar dari gerbong. Dalam kondisi penuh kepanikan, Sofia berusaha membawa ibunya keluar.

"Saya langsung seret orang tua saya keluar. Dari situ mungkin dia syok ya. Terus, enggak lama kemudian dia pingsan, jatuh. Di situ saya udah panik. Karena yang lain fokusnya ke gerbong yang tertabrak itu," tutur Sofia, Selasa (28/4/2026).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved