Berita Viral
Detik-detik Mia Citra Meninggal Usai 10 Jam Terjepit Gerbong KRL, Sempat Minta Disuap Ibu di RS
inilah detik-detik Mia Citra meninggal dunia setelah berhasil bertahan 10 jam terjepit gerbong KRL di Bekasi Timur dan dibawa ke RS lalu meninggal
TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah detik-detik Mia Citra meninggal dunia setelah 10 jam terjepit gerbong KRL di Bekasi Timur.
Mia Citra korban terakhri yang berhasil dievakuasi dari gerbong KRL meninggal dunia setelah sempat dibawa ke RS.
Insiden maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL lintas Cikarang pada Senin malam itu mengubah perjalanan pulang kerjanya menjadi sebuah tragedi.
Perempuan berusia 25 tahun ini harus bertahan selama kurang lebih 10 jam di dalam reruntuhan besi.
Proses evakuasi Mia Citra berlangsung dramatis dan memakan waktu lama karena kondisi gerbong yang hancur parah.
Baca juga: Pemilik Tas Berisi Botol ASI Berhasil Selamatkan Korban Kecelakaan Kereta Kini Dicari, Siapakah?
Petugas SAR gabungan terus berupaya mengeluarkan tubuhnya sejak malam kejadian hingga Matahari terbit.
Martono, paman Mia, menyebutkan bahwa keponakannya baru bisa dikeluarkan sekitar jam 6 pagi pada hari Selasa.
"Baru dievakuasi yang korban terakhir, jam 6 pagi kurang lebih, dari stasiun Bekasi Timur dibawa ke rumah sakit sini," ujar Martono.
Setelah berhasil dievakuasi, Mia segera dilarikan ke RSUD Kota Bekasi dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Sekilas, tidak terlihat adanya luka fisik yang parah pada tubuhnya selain di bagian kaki.
Namun, benturan keras tersebut ternyata menyebabkan cedera internal yang sangat serius bagi warga Tambun Selatan ini.
"Kalau luka secara fisik itu, ya di kaki saja. Lukanya enggak kelihatan, luka dalem," tambahnya.
Usai menjalani operasi, kondisi kesehatan Mia sempat menunjukkan tanda-tanda stabil.
Pada Rabu pagi, ia bahkan sempat sadar dan bisa berbincang dengan kedua orang tuanya yang menemaninya di ruang perawatan.
Baca juga: Sempat Viral Kasus Pelakor, Jeni Eks Putri Indonesia Riau Jadi Dokter Gadungan Ditangkap Polisi
Dalam momen singkat tersebut, Mia menyampaikan sebuah keinginan sederhana kepada sang ayah, Muhammad Hamid.
"Terakhir cuma ngomong 'pak minta bubur', dia minta bubur sumsum," kenang Hamid mengenai percakapan terakhir dengan putrinya.
Ibu Mia segera membelikan bubur sumsum tersebut dan menyuapkannya secara perlahan kepada sang putri.
Momen makan bersama itu menjadi kenangan terakhir yang penuh kasih sebelum kondisi Mia tiba-tiba menurun drastis.
Tak lama setelah menyantap bubur sumsum tersebut, kondisi fisik Mia kembali menurun sehingga ia harus dipindahkan ke ruang ICU.
Pihak keluarga, termasuk Ika yang merupakan istri dari Martono, merasa sangat terkejut dengan perubahan kondisi yang begitu cepat.
Ika mengaku baru sampai di rumah sakit sekitar pukul setengah 9 pagi setelah mendapat kabar bahwa kondisi Mia sedang kritis.
Namun, setibanya di sana, Mia sudah dinyatakan meninggal dunia.
Dokter menyatakan Mia menghembuskan napas terakhir pukul 09.00 WIB pada Rabu, 29 April 2026.
Martono menjelaskan bahwa penyebab kematian keponakannya tersebut berkaitan dengan kondisi pembuluh darah yang tidak normal akibat kecelakaan.
"Tadi jam 9 lewat dinyatakan meninggal. Ada pembuluh darah yang nggak normal, jadi pecah, gitu," jelas Martono.
Kini, jenazah Mia Citra telah dibawa keluar dari RSUD Kota Bekasi menuju rumah duka di Tambun Selatan untuk disalatkan.
Setelah prosesi di rumah duka selesai, pihak keluarga membawa almarhumah menuju kampung halamannya di Ngawi, Jawa Timur.
Mia akan dimakamkan di sana sebagai tempat peristirahatan terakhirnya setelah perjuangan panjang melawan luka akibat kecelakaan kereta di Bekasi.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribunbogor
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kereta-api-Bekasi-Timur.jpg)