Berita Viral

Profil Arifah Fauzi Menteri PPA Viral Usul Gerbong Wanita Pindah ke Tengah setelah Kecelakaan Kereta

Pernyataan tersebut muncul pasca insiden kecelakaan kereta di wilayah Bekasi Timur

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Instagram @kemenpppa
SOSOK MENTERI PPPA - Arifah Fauzi menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. 

“Tadi, kalau kami ngobrol dengan KAI, alasan (gerbong perempuan) ditaruh di paling depan dan paling belakang supaya tidak terjadi rebutan,” ujarnya.

Namun, dengan adanya kejadian di Bekasi, ia menilai perlu dilakukan kajian ulang untuk memastikan keamanan yang lebih optimal bagi penumpang perempuan.

Usulan tersebut tidak serta-merta diterima dengan baik oleh publik. Sejumlah warganet justru melontarkan kritik melalui media sosial, khususnya di akun Instagram pribadi Arifatul.

Komentar yang muncul didominasi nada kritis terhadap kebijakan yang diusulkan.

Sebagian pihak menilai bahwa solusi tersebut belum tentu menjawab akar persoalan kecelakaan, yang dinilai lebih berkaitan dengan aspek teknis dan keselamatan operasional kereta.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa usulan tersebut masih bersifat wacana dan akan dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait, termasuk operator perkeretaapian.

Kronologi Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL

Insiden tragis ini bermula ketika KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line dari arah belakang di Stasiun Bekasi Timur.

Tabrakan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada gerbong terakhir KRL.

Gerbong yang terdampak paling besar diketahui merupakan gerbong khusus perempuan. Kondisi ini memperparah jumlah korban, mengingat area tersebut mengalami benturan paling keras.

Alasan Penempatan Gerbong Perempuan di Bagian Belakang

Sebelum munculnya usulan perubahan, penempatan gerbong khusus perempuan di bagian belakang atau depan rangkaian sebenarnya telah melalui pertimbangan tertentu.

PT KAI sebelumnya menjelaskan bahwa posisi tersebut dipilih untuk memudahkan pengawasan serta memberikan akses yang lebih tertib bagi penumpang perempuan.

Dengan lokasi yang terpusat, petugas dapat lebih mudah memantau dan mengurangi potensi pelanggaran aturan.

Selain itu, penempatan di ujung rangkaian juga membantu penumpang mengenali area khusus perempuan melalui tanda atau penunjuk (signage) yang tersedia di peron maupun pintu kereta.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved