Berita Viral

Pilu Akhir Hidup Nurhayati Tewas Jelang Pernikahan Anak, Suami Ingin Nikahkan di Depan Jenazah

Jenazah Nuryati kemudian dimakamkan di TPU Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Selasa (28/4/2026).

Tayang:
TRIBUNNEWS
EVAKUASI KORBAN - Petugas mengevakuasi korban kecelakaan KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN) 

TRIBUN-MEDAN.com - Ditemui di area pemakaman, Yasir mengenang istrinya Nuryati (63) yang meninggal dunia dalam insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

Jenazah Nuryati kemudian dimakamkan di TPU Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Selasa (28/4/2026).

Kepergiannya meninggalkan seorang suami, tujuh anak, serta enam cucu yang ditinggalkan dalam duka mendalam.

Sebelum kejadian, Nuryati diketahui sedang berada di KRL dalam perjalanan menuju Cikarang untuk menginap di rumah anaknya.

Yasir mengungkapkan bahwa dirinya sempat melarang sang istri untuk bepergian bersama anak dan cucu mereka.

“Saya sudah bilang jangan berangkat bertiga, nanti saja hari Minggu rame-rame," kata Yasir.

Ia juga menjelaskan bahwa Nuryati memang tidak terlalu sering melakukan perjalanan jauh ke rumah anaknya di Cikarang.

KECELAKAAN KERETA - Taksi hijau Green SM ditabrak KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (26/4/2026).
KECELAKAAN KERETA - Taksi hijau Green SM ditabrak KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (26/4/2026). (TRIBUN MEDAN/(Dok./Tangkapan layar video akun X TMC Polda Metro Jaya))

Biasanya, setiap perjalanan dilakukan bersama keluarga atau dengan pendamping agar lebih aman.

Namun pada Senin (28/4/2026) malam, Nuryati tetap berangkat menggunakan KRL seperti rencana awalnya.

Dalam perjalanan tersebut, ia ditemani oleh anak serta cucunya yang masih berusia lima tahun.

“Ini kebetulan mau menjenguk anak. Kalau biasanya pergi jauh dijemput anak-anak,” tuturnya.

Dikatakan Yasir, kondisi Nuryati saat dibawa ke rumah sakit usai dievakuasi tidak menunjukkan luka berat. 

Namun, ia memiliki riwayat penyakit jantung dan meninggal dunia dalam perjalanan.

"Ya namanya semuanya kehendak Allah ya. Apapun kondisinya, kalau Allah yang menentukan, qadarullah enggak bisa ditolak," kata Yasir.

Di mata keluarga dan lingkungan, Nuryati dikenal sebagai sosok yang aktif dan baik. 

Ia rutin mengikuti kegiatan pengajian, PKK, hingga posyandu, serta terlibat dalam aktivitas masyarakat baik di tingkat RT maupun kelurahan.

Terkait kondisi anak dan cucu korban, Yasir bersyukur keduanya selamat. Anak korban yang masih berusia 4 tahun berhasil dievakuasi warga saat kejadian.

“Alhamdulillah ada yang membantu. Karena badannya kecil, jadi bisa turun dengan baik,” katanya.

Hendak Nikahkan Anak

Yasir mengatakan, rencananya pada 6 Juni 2026 mendatang, ia akan menikahkan anak kelima mereka.

Di tengah suasana duka, Yasir sempat memiliki keinginan untuk tetap melangsungkan pernikahan anak mereka di depan jenazah sang istri. 

Namun atas masukan keluarga, niat itu dibatalkan dan pernikahan akan tetap dilaksanakan pada 6 Juni mendatang.

"Rencana tanggal 6 bulan 6 itu kita akan menikahkan anaknya kelima, tapi memang kehendak Allah SWT,  Awalnya saya minta dinikahkan di depan jenazah tapi kan enggak ada yang mau, jadi kita batalkan. Jadi lagi nggak baik juga kan kondisi, jadi mending kita tunda, Insya Allah kita nikahkan nanti tanggal 6 juni 2026," kata Yasir.

Pimpin Doa di Makam

Suasana haru menyelimuti pemakaman Nuryati (63) warga Kemayoran, Jakarta Pusat yang menjadi salah satu korban meninggal dalam tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

Nuryati dimakamkan di TPU Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Selasa (28/4/2026) siang.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, anak-anak almarhuman tak kuasa menangis saat jenazah ibunda dimasukkan ke dalam liang lahat.

Bahkan, ada beberapa putri almarhumah yang nyaris pingsan.

Adapun almarhum meninggalkan delapan anak dan enam cucu.

Sementara itu, suami korban, Yasir nampak tegar dan memimpin doa di atas pusara makam sang istri.

Lantunan doa yang diucapkan Yasir lantas diamini oleh para peziarah yang mengikuti prosesi pemakaman.

Meski dalam kondisi berduka, Yasir berusaha ikhlas atas takdir yang terjadi pada istri tercintanya.

Ia pun memohon doa untuk sang istri yang kini telah kembali kepada sang pencipta.

"Karena itu, semua sudah kehendak Allah. Semoga amal ibadah almarhumah diterima, dosanya diampuni, dan diberikan kelapangan di dalam kuburnya,” ucap Yasir.

Berikut 10 dari 15 korban yang teridentifikasi di RS Polri Kramat Jati:

  1. Anita Sari (31), Cikarang Barat, Bekasi
  2. Harum Anjasari (27), Cipayung, Jakarta Timur
  3. Nur Alimantun Citra Lestari (19), Pasar Jambi
  4. Faridha Utami (50), Cibitung, Bekasi
  5. Fika Aknia Pratiwi (23), Cikarang Barat
  6. Ida Nuraida (48), Cibitung, Bekasi
  7. Gita Septia Wardani (20), Cibitung, Bekasi
  8. Fatmawati Rahmayani (29), Bekasi Selatan, Kota Bekasi
  9. Rinjani Novitasari (25), Tambun Selatan, Bekasi
  10. Nur Ainia Eka Rahmadhynna (32), Tambun Selatan, Kota Bekasi

Artikel sudah tayang di TribunJakarta

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved