Berita Viral

Guru Ngaji di Tangerang Lecehkan 4 Muridnya Selama Setahun, Modus Bersihkan Mahkluk Halus

Guru ngaji di Tangerang diduga lecehkan 4 muridnya selama hampir setahun

Tayang:
Ho/ Tribun-Medan.com
PELECEHAN : Ilustrasi - Guru ngaji di Tangerang diduga lecehkan 4 muridnya selama hampir setahun dengan modus bersihkan dari makhluk halus. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Guru ngaji di Tangerang diduga lecehkan 4 muridnya selama hampir setahun.

Adapun guru ngaji berinisial A diduga melecehkan empat murid perempuannya.

Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, para korban berusia 15-16 tahun.

"Sampai saat ini, yang sudah melapor, korban sebanyak empat orang. Usia 15 hingga 16 tahun," kata Indra, Rabu (29/4/2026).

Indra mengungkapkan, aksi bejat A dilakukan sejak Oktober 2025 dengan modus membersihkan korban dari gangguan makhlus halus atau jin.

Para korban diminta mandi dan pelaku ikut masuk ke kamar mandi.

Baca juga: Detik-detik KA Argo Bromo Tabrakan dengan KRL, Sang Masinis Sempat Ngobrol Soal Kecepatan

"Tersangka juga mengancam korban agar menurut, tidak melawan, dan meminta korban agar tidak menceritakan kepada siapa pun," ungkap Kapolres.

Salah satu korban mengadu kepada orangtuanya yang kemudian melaporkannya ke kepala desa setempat pada Jumat (24/4/2026).

Tak berselang lama, sejumlah warga mendatangi rumah pelaku A. Dari situ diketahui bahwa korban berjumlah lebih dari satu orang.

"Petugas kami langsung ke lokasi untuk mengamankan situasi, dan langsung mencari keberadaan terduga pelaku hingga menangkapnya," ujar Indra.

Pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Perlindungan Anak serta Pasal 473 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Disisi lain sebelumnya diberitakan bocah 9 tahun dibanting guru ngaji di musala wilayah Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur. 

Guru ngajinya yang biasa dipanggil kiai marah gegara mobilnya lecet dibikin oleh korban. 

Korban inisial MFR tak sengaja menggores mobil kiai. 

Orang tua korban melihat kondisi anaknya sudah dalam kondisi memprihatinkan. 

Orang tua korban membawa kasus ini ke ranah hukum. 

Baca juga: Daftar Acara Seremoni dan Lokasi Hari Buruh atau May Day di Medan 1 Mei 2026, Buruh Terpecah!

Ayah korban, S, mengatakan peristiwa itu diketahui setelah anaknya mengadu usai buka puasa pada Kamis (19/3/2026).

Saat itu, korban mengaku telah dibanting oleh ustaz yang mengajarinya mengaji.

“Setelah buka puasa, anak saya bilang kalau dibanting oleh ustaznya. Dia juga bilang ada videonya. Setelah sekitar setengah jam, videonya ditunjukkan dan ternyata kejadiannya cukup parah,” katanya, Selasa (24/3/2026) dikutip dari TribunJatim.com.

Setelah melihat video tersebut, istrinya kemudian mendatangi musala tempat anaknya mengaji untuk meminta klarifikasi kepada pelaku.

Menurut penjelasan yang diterima keluarga, pelaku mengaku emosi karena korban tidak sengaja menggores mobil milik kiai pemilik musala.

Baca juga: PESADA dan PERMAMPU Dorong Pemerintah Lakukan Verifikasi Ulang Penerima Bantuan Pascabencana

“Istri saya menanyakan apa salah anak saya sampai diperlakukan seperti itu. Katanya karena anak saya melecetkan mobil milik kiai. Padahal waktu itu banyak anak-anak dan kejadian itu tidak disengaja,” ujar ayah korban.

Ia menambahkan, pihak keluarga sempat menerima kedatangan pelaku yang datang untuk meminta maaf sehari setelah kejadian.

Namun, keluarga tetap memutuskan melaporkan kasus tersebut ke polisi karena menilai tindakan pelaku sudah berlebihan.

“Kalau menegur atau mendidik anak seharusnya tidak dengan cara seperti itu. Keluarga sepakat tetap melaporkan karena ini sudah terlalu parah,” tambahnya.

*/tribun-medan.com

sebagian artikel ini telah tayang di Tribunjakarta

 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved