Berita Viral

ISAK TANGIS Ibu Nur Ainia Terima Jenazah Putrinya, Karyawati KompasTV Meninggal Kecelakaan Kereta

Suasana haru langsung terasa ketika jenazah Nur Ainia Eka Rahmadynna, karyawati KompasTV, telah tiba di rumah duka

TRIBUN MEDAN
JENAZAH TIBA - Jenazah Nur Ainia Eka Rahmadynna telah tiba di rumah duka di kawasan Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (28/4/2026) malam. Nur Ainia merupakan salah satu dari 15 korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Suasana haru langsung terasa ketika jenazah Nur Ainia Eka Rahmadynna, karyawati KompasTV, telah tiba di rumah duka di Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (28/4/2026).

Nur Ainia merupakan satu dari 15 korban meninggal dalam kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026).  

Berdasarkan pantauan di YouTube Kompas TV, jenazah Nur Ainia tiba di rumah duka sekira pukul 19.38 WIB dengan diantar menggunakan mobil jenazah milik RS Polri.

Tangis dari pihak keluarga pun langsung pecah ketika peti jenazah Nur Ainia dikeluarkan dari mobil ambulans.

Tangisan keluarga pun turut disertai kalimat tahlil yang dilantunkan oleh pelayat yang hadir.

Peti jenazah Nur Ainia langsung dibawa ke dalam rumah duka.

Pada momen tersebut, tampak pula Pemimpin Redaksi Kompas TV, Rosiana Silalahi yang memeluk ibu dari Nur Ainia.

Selain itu, terlihat pula adik Nur Ainia, Luthfi Dwi Fajar Riansyah, yang tengah menenangkan keluarganya.

Baca juga: Dibanderol mulai Rp 5.000, Jasa Reparasi Tas Jemaah di Asrama Haji Laris Manis 

Baca juga: TRAGEDI Bocah 4 Tahun Tewas Digigit 3 Anjing, Tangis Ayah Pecah saat Pangku Jenazah Buah Hatinya

Riansyah atau akrab yang disapa Ian merupakan sosok yang sempat mencari keberadaan sang kakak setelah insiden kecelakaan maut tersebut terjadi.

Dia juga mengaku sebagai orang yang tiap hari mengantar dan menjemput almarhumah ketika akan pergi atau pulang kerja.

Pada momen yang sama, tampak ada sejumlah pakaian yang ditaruh di atas peti jenazah Nur Ainia yang diduga dipakai almarhum sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah Nur Ainia rencananya akan dimakamkan pada Rabu (29/4/2026). Prosesi pemakaman dijadwalkan akan dimulai pada pukul 08.00 WIB.

Sempat Hilang Kontak, Dicari sang Adik

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Nur Ainia sempat dicari adiknya, Luthi Dwi Fajar Riansyah.

Dia mengatakan mencari kakaknya di beberapa rumah sakit di Bekasi. Namun, upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil.

Ian menyebut ciri-ciri Nur Aina memakai kemeja biru muda, sweater berwarna merah, dan celana jins biru

"Saya dari semalam nyari-nyari nggak ada dan untuk ciri-cirinya makai baju kayak kemeja entah itu putih atau biru muda. Yang jelas dia memakai sweater maroon atau pink lalu jins warna biru muda," katanya dikutip dari YouTube Kompas TV.

Dia mengatakan Nur Ainia selalu turun di Stasiun Tambun saat pulang kerja.

"(Turun) Di Tambun Selatan. Saya juga tiap hari yang antar jemput," ujarnya.

Ian menceritakan kakaknya memiliki kebiasaan untuk mengabarinya sebelum kereta yang ditumpanginya tiba di Stasiun Tambun.

Namun, saat insiden kecelakaan kereta pada kemarin malam, dia mengatakan Nur Aina tidak memberikan kabar sama sekali.

"Kakak saya itu kalau pulang selalu ngabarin saya 20 menit sebelum sampai Stasiun Tambun Selatan. Cuma selama sejam kemarin, nggak ada kabar," cerita Ian sambil menangis.

Mengetahui hal tersebut, Ian berinisiatif untuk menghubungi kakaknya.

Dalam momen itu, ponsel Nur Aina masih dalam kondisi aktif.

"Kalau ditelpon itu berdering sama chat WA biasa juga check list dua. Terus pas di RS, ada sempat minta bantuan dari anggota polisi juga untuk dilacak keberadaan HP-nya itu masih berada di sekitar (stasiun) Bekasi Timur," tuturnya.

Takdir pun berkata lain ketika Nur Ainia menjadi salah satu korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut kereta api ini.

Seluruh Jenazah Telah Teridentifikasi

Selain Nur Ainia, 14 jenazah lainnya juga telah berhasil teridentifikasi. Khusus untuk di RS Polri, total 10 jenazah yang telah teridentifikasi.

Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan, mengungkapkan proses identifikasi dilakukan berdasarkan pengambilan data primer miliki korban seperti sidik jari.

Sementara, data sekunder yang juga digunakan yakni seperti riwayat medis atau barang milik korban.

"Jadi proses identifikasi berdasarkan penggunaan data primer seperti sidik jari atau data sekunder seperti medis dan properti," kata Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan, dalam konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Selasa.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Ginting, mengungkapkan lima jenazah lainnya juga telah berhasil teridentifikasi dan telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Dia mengungkapkan kelima jenazah sempat berada di beberapa rumah sakit di Bekasi.

"Kemarin ketika evakuasi kan ada yang dibawa di rumah sakit di sekitar Bekasi, ada yang meninggal yaitu di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi ada tiga orang (korban meninggal dunia), Rumah Sakit Bella satu orang, Rumah Sakit Mitra Bekasi Timur satu orang."

"Jenazah dari tiga rumah sakit itu kini sudah diserahkan ke pihak keluarga," katanya.

Selengkapnya berikut daftar korban meninggal dunia kecelakaan kereta di Bekasi Timur:

Diidentifikasi di RS Polri

1. Tutik Anitasari (perempuan, 31 tahun, warga Bekasi)
2. Harum Anjasari (perempuan, 27 tahun, warga Cipayung, Jakarta Timur)
3. Nur Alimantun Citra Lestari (perempuan, 19 tahun, warga Jambi)
4. Farida Utami (perempuan, 50 tahun, warga Cibitung, Bekasi)
5. Vica Acnia Pratiwi (perempuan, 23 tahun, warga Cikarang Barat)
6. Ida Nuraida (perempuan, 48 tahun, warga Cibitung, Bekasi)
7. Gita Septiawardani (perempuan, 20 tahun, warga Cibitung, Bekasi)
8. Fatmawati Rahmayani (perempuan, 29 tahun, warga Bekasi Selatan)
9. Arinjani Novitasari (perempuan, 25 tahun, warga Tambun Selatan, Bekasi)
10. Nur Ainia Eka Rahmadynna (perempuan, 32 tahun, warga Tambun Selatan, Bekasi)

Diidentifikasi di Beberapa Rumah Sakit di Bekasi

11. Nuryati (RSUD Kota Bekasi)
12. Nurlaela (RSUD Kota Bekasi)
13. Enggar Retno Krisjayanti (RSUD Kota Bekasi)
14. Ristuti Tustirahato (RS Bella Bekasi)
15. Adelia Rifani (RS Mitra Keluarga Bekasi Timur)

Jasa Raharja Beri Santunan Rp50 Juta bagi Korban Meninggal Dunia
Perwakilan dari Jasa Raharja, Syaiful Hidayat, mengungkapkan pihaknya akan memberikan santunan sebesar Rp50 juta bagi korban meninggal dunia.

Adapun santunan itu akan diberikan kepada ahli warisnya.

Sementara, kata Syaiful, korban luka menerima santunan sebesar Rp20 juta.

"Seluruh korban akibat kejadian ini baik luka-luka ataupun meninggal dunia akan mendapatkan santunan dari Jasa Raharja. Santunan untuk korban luka-luka itu maksimal Rp20 juta dan untuk korban meninggal dunia Rp 50 juta dan akan diberikan kepada ahli warisnya," katanya dalam konferensi pers yang sama.

Dia mengungkapkan proses pemberian santunan akan segera diselesaikan secepatnya.

Syaiful mengatakan pihaknya akan langsung mendata ahli waris dari keluarga korban setelah proses identifikasi selesai.

"Sesegera mungkin akan kami selesaikan. Setelah teridentifikasi ini, kami akan segera mendata ahli waris korban untuk memberikan santunan kepada ahli waris korban," ujarnya.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved