Dibanderol mulai Rp 5.000, Jasa Reparasi Tas Jemaah di Asrama Haji Laris Manis
Selain itu, dalam beberapa tahun belakangan tas yang dibagikan juga tidak lagi dilengkapi tali tambahan di bagian pinggang.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jasa reparasi dan modifikasi tas milik calon jemaah haji mulai ramai diminati di kawasan Asrama Haji Medan.
Perbaikan yang paling banyak diminta mulai dari jahitan rusak, penguatan rangka tas, hingga penambahan tali pinggang agar lebih nyaman digunakan.
Heri, staf koperasi di Asrama Haji, mengatakan, layanan tersebut awalnya dibuka karena banyak jemaah yang menanyakan tempat memperbaiki tas mereka.
“Banyak yang tanya, di mana bisa memperbaiki tali tas, beberapa tahun lalu,” ujarnya.
Dari kebutuhan itu, pihak koperasi kemudian berinisiatif membuka jasa reparasi agar mempermudah jemaah yang kesulitan mencari tempat perbaikan tas.
Menurut Heri, banyak jemaah merasa tas bawaan yang digunakan untuk perjalanan ibadah rentan mengalami kerusakan, terutama pada bagian jahitan dan tali.
Selain itu, dalam beberapa tahun belakangan tas yang dibagikan juga tidak lagi dilengkapi tali tambahan di bagian pinggang.
Baca juga: Sempat Tertahan di Kualanamu karena Pesawat Rusak, Jemaah Calon Haji asal Malang Tiba di Madinah
Karena itu, penambahan tali pinggang menjadi salah satu layanan yang paling banyak diminati. Fitur tersebut dinilai membuat tas lebih nyaman dipakai serta membantu jemaah saat beraktivitas dan beribadah.
Selain pemasangan tali pinggang, tas juga diperkuat menggunakan paku dan pengencang tambahan agar mampu menahan beban lebih berat. Namun, kapasitas tas tetap disesuaikan agar tidak cepat rusak.
Untuk tarif, jasa penguatan tas dipatok mulai Rp 15 ribu. Sementara paket perbaikan lengkap berkisar Rp 35 ribu. Ada pun jasa reparasi ringan dibanderol sekitar Rp 20 ribu.
Tak hanya tas, jasa perbaikan aksesori seperti gelang juga tersedia. Gelang yang penyok, terlalu besar, atau perlu disesuaikan ukurannya bisa diperbaiki dengan biaya sekitar Rp 5.000.
Heri menyebut, pelanggan yang datang beragam, baik ibu-ibu mau pun bapak-bapak.
“Sama saja, yang datang ibu-ibu ada, bapak-bapak juga ada. Siapa saja yang merasa perlu diperbaiki,” jelasnya.
Salah seorang jemaah haji asal Asahan, Aisyah, mengaku sengaja mereparasi tas miliknya agar lebih mudah dibawa ke mana-mana. Ia juga menambahkan tali pinggang agar tas tetap bisa dipakai saat menunaikan salat.
“Jadi salat tidak perlu dibuka. Biar nggak tercecer. Maklum lah kalau orang tua ini kan,” ungkapnya.
| 241 Jemaah Calon Haji Asahan Diberangkatkan ke Mekkah |
|
|---|
| Sempat Tertahan di Kualanamu karena Pesawat Rusak, Jemaah Calon Haji asal Malang Tiba di Madinah |
|
|---|
| Jemaah Tunggu Kepastian Keberangkatan, Pesawat Alami Kerusakan di Kualanamu |
|
|---|
| Pesawat Rusak di Kualanamu, Ratusan Jemaah Calon Haji asal Malang Tunggu Kepastian Keberangkatan |
|
|---|
| Total 1.883 Calon Haji Medan 2026, Rico Waas Siapkan Transportasi dan Layanan Sosial |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Jemaah-haji-memanfaatkan-layanan-reparasi-tas-di-kawasan-Asrama-Haji-Medan-Senin.jpg)