Berita Viral

PENGAKUAN Sopir Taksi Penyebab Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi: Mobil Mendadak Berhenti di Rel

Kasus kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur disebabkan karena ada taksi hijau yang terhenti di lintasan rel. 

TRIBUN MEDAN
Sopir taksi hijau itu sempat muncul dalam rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial.  Juga beredar foto sang sopir yang tengah jongkok menggunakan seragam hijau sedang menelepon sembari memegang rokok.  

Presiden menegaskan bahwa investigasi menyeluruh akan segera dilakukan untuk membongkar penyebab pasti kecelakaan ini.

Dalam keterangannya, Presiden Prabowo menyoroti banyaknya lintasan kereta api yang tidak terjaga sebagai salah satu faktor risiko utama.

Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah akan merespons pengajuan Pemerintah Daerah (Pemda) Bekasi untuk membangun flyover guna meminimalisir interaksi kendaraan dengan jalur kereta di area yang padat penduduk.

Sinyal Perombakan Standar Keamanan KAI

Rosan Roeslani memastikan bahwa pemerintah akan mengevaluasi PT KAI secara total agar peristiwa memilukan ini tidak kembali terulang.

Mengingat kereta api adalah tulang punggung mobilitas masyarakat, standar keamanan menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

"Ini adalah langkah cepat dari Bapak Presiden untuk memastikan kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi. Evaluasi terhadap PT KAI akan dilaksanakan sesegera mungkin," tegas Rosan.

Langkah investigasi ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan, sekaligus memperbaiki sistem transportasi massal di Indonesia yang tengah menjadi sorotan tajam publik.

Penjelasan Basarnas 

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii, memastikan seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan tidak ada lagi penumpang yang terjebak di dalam rangkaian kereta.

Di lokasi kejadian, Syafii menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan korban.

Tim SAR tidak serta-merta menarik lokomotif yang mengalami benturan, lantaran pada saat bersamaan masih terdapat korban yang terjepit di dalam gerbong. 

Keputusan tersebut diambil untuk mencegah risiko yang lebih besar terhadap korban.

“Pada saat itu masih ada lima korban yang terjepit. Kami melakukan proses ekstrikasi secara bertahap agar mereka dapat diselamatkan tanpa memperparah kondisi,” ujarnya.

Pendekatan ini membuat proses evakuasi berlangsung intensif, dengan melibatkan berbagai unsur penyelamat yang bekerja secara terpadu di lapangan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved