Berita Viral

PENGAKUAN Sopir Taksi Hijau Biang Kerok Kecelakaan Kereta di Bekasi: Mati Sendiri

Inilah pengakuan sopir taksi hijau biang kerok kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi

IST
KECELAKAAN KERETA: Sopir taksi hijau diduga biang kerok atas kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo mengungkap pengakuan. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah pengakuan sopir taksi hijau biang kerok kecelakaan kereta di Bekasi.

Sopir taksi hijau diduga biang kerok atas kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo mengungkap pengakuan.

Ia taksi Green SM Indonesia mengungkap penyebab mobil mogok.

Sopir mengaku mobil yang dikendarainya mendadak tidak bisa bergerak ketika di perlintasan kereta.

Akibat Commuter Line berhenti mendadak akibat menabrak mobil taksi hijau ini, kemudian terjadilah tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek.

KECELAKAAN KERETA - Taksi hijau Green SM ditabrak KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (26/4/2026).
KECELAKAAN KERETA - Taksi hijau Green SM ditabrak KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (26/4/2026). (TRIBUN MEDAN/(Dok./Tangkapan layar video akun X TMC Polda Metro Jaya))

Kereta Api Argo Bromo Anggrek mengalami kecelakaan dengan KRL rute Bekasi-Jakarta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Dirut KAI Bobby Rasyidin mengungkap akibat kecelakaan ini 7 orang meninggal dunia.

"Jumlah korban yang terjadi kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia 7 orang," katanya.

Selain itu ada 81 orang yang mengalami luka.

"Luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang," katanya.

Baca juga: Dua Daerah di Sumut Raih Creative Financing dari Mendagri, Pengamat Ekonomi : Jangan Berpuas Diri

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan kecelakaan bermula ketika KRL berhenti di jalur rel setelah alami gangguan.

Ganggu tersebut karena adanya kendaraan yang tertemper di perlintasan.

Kendaraan yakni taksi hijau Green SM Indonesia.

"KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL (jalur perlintasan langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya yang membuat KRL terhenti," jelasnya.

Saat kondisi berhenti, KRL ditabrak dari belakang KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur yang sama.

"KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," katanya.

Kini ramai di media sosial kesaksian dari sopir taksi hijau Green SM Indonesia.

Ia merupakan seorang lelaki.

Baca juga: Ahmad Dhani Lega Al Ghazali dan El Rumi Sudah Menikah: Pokoknya Saya Berhasil Mendidik

Sopir tak santai berjalan setelah mobil yang dikendarainya ditabrak kereta.

Pada polisi sopir membuat pengakuan perihal penyebab mobil berada di tengah rel.

"Jalan udah gak bisa," kata sopir.

"Jadi kayak gini nih pak," tambah sopir ke polisi.

Ia menjelaskan ada sistem di mobil yang membuat mesin tidak bisa berfungsi ketika di tengah rel kereta.

"Ada stering nah ini ngunci langsung jadi kita mau jalanin gak bisa karena tadi pas posisi udah kelewat lagsung mati sendiri," katanya.

Sementara manajemen taksi hijau Green SM Indonesia membuat pernyataan lewat akun Instagram.

"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas.

Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.

Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. 

Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.

Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi." tulisnya di Instagram.

Baca juga: Resep Sambal Nanas Khas Palembang yang Rasanya Segar dan Nikmat


Update Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, 14 Meninggal Dunia, 84 Korban Alami Luka-luka

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia akibat insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

“Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut,” kata Bobby dalam ketrangan resmi, Selasa (28/4/2026).

Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Sejak awal kejadian, seluruh upaya difokuskan pada penanganan korban dengan mengutamakan keselamatan dan kondisi setiap penumpang. 

Proses evakuasi dan penanganan dilakukan secara hati-hati karena terdapat korban yang membutuhkan penanganan khusus.

Setiap langkah dilakukan dengan pertimbangan medis dan keselamatan agar penanganan dapat berjalan optimal.

KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal. 

Seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI.

KAI juga menyampaikan bahwa barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan saat ini berada di layanan lost and found. 

Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut. 

KAI juga menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. 

Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121. 

*/tribun-medan.com

sebagian artikel ini telah tayang di Tribunbogor

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved