Kecelakaan Kereta Api

Pernyataan Resmi Taksi Green SM Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Buat Netizen Geram

Netizen mempersoal pernyataan Green SM yang tidak menunjukkan empati kepada para korban kecelakaan kereta ini.

Istimewa
LAKA KERETA DI BEKASI TIMUR - Pernyataan resmi taksi Green SM tentang kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur Senin malam, 27 April 2026 menuai kecaman netizen di media sosial. Ini karena perusahaan taksi asal Vietnam tersebut tidak menunjukkan empati kepada para korban meninggal dan luka-luka dalam kecelakaan yang dipicu oleh armada taksi listriknya yang mogok di perlintasan kereta 

Sejak insiden terjadi, upaya penanganan difokuskan pada keselamatan dan kondisi korban, dengan proses evakuasi yang dilakukan secara hati-hati, terutama bagi penumpang yang membutuhkan penanganan khusus.

Baca juga: Diduga Polisi Langsung Main Tangkap 3 Orang tanpa Periksa, Polresta Deli Serdang Dikritik

Penanganan di lapangan melibatkan tim gabungan dari KAI, Basarnas, tenaga medis, serta instansi terkait lainnya yang bekerja secara terkoordinasi.

Seluruh korban luka telah dirujuk ke berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya, termasuk RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina dan RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

"Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan," ungkap Bobby dalam keterangan resminya, Selasa (28/4/2026).

KAI juga memastikan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh pihak asuransi bersama KAI.

Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyatakan bahwa Kementerian Perhubungan bersama seluruh pihak terkait terus melakukan penanganan intensif.

"Pembaruan informasi akan disampaikan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik," tutur Wamenhub Suntana.

(Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved