Kecelakaan Kereta Api

Kondisi Korban Kecelakaan Kereta Api Terjepit Kirim Pesan, Ditelepon Handphone Hidup Tersambung

Pencarian terhadap korban yang diduga terjebak dalam gerbong kereta api masih berlangsung.

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/HO/Basarnas
KECELAKAAN KERETA API - Tim SAR melaksanakan Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari kedua terhadap korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur hingga Selasa (28/4/2026). Kecelakaan kereta api tejadi Senin (27/4/2026) tadi malam. 

Namun, hanya berselang dua menit kemudian, korban sudah tidak bisa lagi dihubungi.

Anehnya, meski telepon seluler korban dalam keadaan aktif dan nada sambung terdengar, tidak ada satu pun orang yang mengangkat panggilan dari keluarga.

"Jam 8 tepat saya masih komunikasi. Pas jam 8 lewat 2 menit saya hubungi lagi sampai sekarang tidak ada jawaban. Ditelepon HP-nya hidup, tersambung, tapi tidak ada yang angkat," jelas Musin.

Sebelum menyambangi RSUD Bekasi, Musin dan Ibu Sufi telah melakukan penyisiran ke beberapa lokasi, mulai dari Stasiun Telaga Murni, lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur, hingga RS Bella.

Namun, nama Apriyus Nazahra belum tercantum dalam daftar puluhan korban yang dievakuasi di titik-titik tersebut.

"Tadi di lokasi kejadian namanya tidak ada. Makanya saya cari ke RSUD ini untuk memastikan. Saya khawatir dia dibawa ke rumah sakit lain," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga masih terus berupaya mencari informasi valid mengenai keberadaan Apriyus di tengah simpang siurnya data korban kecelakaan kereta api yang melibatkan banyak korban jiwa dan luka-luka tersebut.

Sebagai informasi jumlah korban dalam kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebut sebanyak 74 penumpang mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
 
Korban luka di antaranya 59 dirawat di RSUD Bekasi, 12 di RS Primaya, dan 3 di RS Bella.

Selain korban luka, tercatat ada empat korban jiwa dalam insiden tersebut. 

Korban jiwa tiga di RSUD Bekasi dan satu di RS Bella.

Masih Ada Korban Terperangkap 

Tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan berupaya mengevakuasi korban yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta.

Operasi difokuskan pada penyelamatan penumpang yang terjepit di antara badan gerbong yang mengalami kerusakan parah.

Masih terdapat lima orang yang terperangkap di dalam himpitan rangka baja KRL, upaya evakuasi dilakukan dengan peralatan khusus.

Personel Basarnas bersama Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi korban yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta dengan mengutamakan kecepatan dan keselamatan hingga dini hari.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved