Kecelakaan Kereta Api
Terungkap Identitas Guru SD Korban Kecelakaan Kereta Api, Pantas Pesan tak Dibalas Bu Nurlela
Terungkap identitas satu dari tiga korban tewas dalam insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
TRIBUN-MEDAN.com - Terungkap identitas satu dari tiga korban tewas dalam insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
Korban yakni Nurlela yang merupakan Guru SDN Pulogebang 11, Jakarta Timur.
Jenazah yang dibawa ke RSUD Bekasi teridentifikasi.
Baca juga: Temuan Terbaru KPK Soal 1 Juta Dolar Disiapkan untuk Pansus DPR, Skandal Korupsi Kouta Haji
Diketahuinya identitas korban bermula dari rekan kerja korban yang datang ke RSUD Bekasi.
Saat itu, mereka diperlihatkan foto dan memastikan jika Nurlela merupakan korban tewas dalam insiden kecelakaan maut ini.
Endang, penjaga sekolah tempat Nurlela bekerja mengajar mengatakan awalnya ia melihat wanita yang akrab disapa Bu Ela itu pulang malam dari sekolahnya untuk pulang ke rumahnya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Tak lama kemudian, Endang mendapat kabar soal insiden kecelakaan maut itu.
Sontak, ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke Bu Ela, namun pesannya tak berbalas.
"Assalamualaikum Bu Ella. Lihat berita ini enggak? Saya kaget Bu Ella, gitu. Kan Bu Ella pulang malam gitu, saya kaget," kata Endang saat ditemui di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam.
Karena Bu Ela tak kunjung membalas pesan, maka Kepala Sekolah memintanya untuk mengecek ke lokasi kejadian.
Namun, pencariannya tak berbuah hasil karena semua korban sudah dievakuasi.
"Makanya kita sama pihak keluarga, sama orang tuanya, sama suaminya suruh nyebar, gitu," tuturnya.
Bu Ela, kata Endang, sempat mengirimkan pesan kepadanya untuk meminta tolong setelah keluar dari sekolah.
Kala itu, Bu Ela sempat membeli sebuah jus buah.
Namun, karena tertinggal, ia meminta Endang untuk membuang agar tidak mengundang semut datang.
"Jam 20.16 WA saya nih, 'Mang, saya lupa, kan ada jusnya itu ketinggalan di ini
(sekolah), takut ada semut gitu, mau minta tolong buangin mungkin', gitu," ucap Endang sambil menunjukkan pesan di ponselnya.
Kemudian, nomot telepon Bu Ela pun sudah tidak bisa dihubungi setelah adanya kabar kecelakaan tersebut.
Saat ini, sejumlah pihak keluarga sudah mulai berdatangan ke RSUD Bekasi.
Jenazah pun langsung dibawa pulang sekira pukul 02.00 WIB.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan bahwa telah terjadi gangguan perjalanan kereta api di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB.
Gangguan tersebut terjadi akibat peristiwa tertempernya PLB 5568A (CL KPB–CKR) oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) di lokasi kejadian.
Insiden ini berdampak pada operasional perjalanan kereta api di lintas tersebut.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa KAI menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
“Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar Franoto.
KAI memastikan petugas di lapangan telah bergerak cepat untuk melakukan penanganan dan pengamanan lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan perjalanan.
Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan.
Adapun penyebab kejadian serta jumlah perjalanan KA yang terdampak masih dalam proses investigasi dan pendataan lebih lanjut.
Berikut daftar nama korban luka maupun korban tewas dalam insiden yang dievakuasi ke RSUD Bekasi:
Data korban tewas
1. Nuryati (P) 9 Oktober 1963 (pulang)
2. Enggar Retno (P) 14 Maret 1991
3. Nurlaela (P) 17 Mei 1986 (pulang)
Baca juga: Temuan Terbaru Komnas HAM, 3 Orang Lain terkait Penyerangan Aktivis KontraS Andrie Diungkap\
Update KAI: Korban Meninggal 5 Orang
Sementara Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengatakan bahwa jumlah korban yang telah mendapatkan penanganan medis mencapai puluhan orang.
“Perlu kami sampaikan update dari korban, pada saat ini meninggal dunia ada 5. Kemudian yang masih terperangkap itu ada sekitar 3. Dan yang sudah observasi ke rumah sakit itu berjumlah 79,” ujar Bobby dalam keterangannya Selasa pagi, (28/4/2026).
Baca juga: Temuan Terbaru Komnas HAM, 3 Orang Lain terkait Penyerangan Aktivis KontraS Andrie Diungkap
Ia menjelaskan, para korban dirujuk ke sembilan rumah sakit di sekitar lokasi kejadian, yakni di RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Selain penanganan korban, KAI juga telah mendirikan posko tanggap darurat di area Stasiun Bekasi untuk mempercepat koordinasi penanganan di lapangan.
Data korban luka
1. Desvita (P) 1 Januari 1970
2. Ahmad Nur Syahril (L) 25 Oktober 1997
3. Subur Sagita (L) 5 Maret 1975
4. Shovy Salsabila (P) 27 Mei 2001
5. Siti Maryam (P) 11 Maret 1989
6. Rivan Mandar (L) 14 Desember 1993
7. ΑΝGGITΑ R. Utami (P) Oktober 1989
8. Hari Septiansah (L) 28 September 1998
9. Dwi Apriliana (P) 26 April 1996
10. Ratri Intan A (P) 18 Mei 1999
11. Andi Saputra (L) 27 April 1996 (pulang)
12. Sausan Sarifah (P) 14 Desember 1996
13. Dinasti Kusuma W (P) 25 Oktober 2001
14. Yuliana (P) 27 April 1996
15. Ira Indira Putri (P) 23 Desember 1996
16. Heri Septiansyah (L) 27 April 1996
17. R. Rustiati (P) 8 September 1970
18. Amalia Hasanah Ulfa (P) 15 November 1994
19. Vira Oktaviani Putri (P) 29 Oktober 1998 (rujuk RS Mitra Plumbon)
20. Yuliana Nur Pratama (P) 19 Juli 2001 (rujuk RS Siloam).
21. Nuryati (P) 7 Januari 1985
22. Nuriah Indah Rahmati (P) 9 Oktober 2004
23. Fitria Husni (P) 11 Maret 2000
24. Anggita (P) 3 Oktober 1989
25. Leni Julianti (P) 30 Juli 1992
26. Purwanti (P) 26 Maret 1972
27. Yunita Endang (P) 29 September 1984
28. A. Regita (P) 5 April 1997
29. Subandi (L) 1 April 1984
30. Muchlis (L) 27 April 1996
31. Riki (L) 27 April 2001
32. Alivia (P) 22 April 2001
33. Dewi Sagita (P) 13 Desember 1996
34. Stefani Sofia (P) 27 April 2004
35. Eri Rustiati (P) 8 September 1970
36. Ester R. Guguk (P) 27 November 1998
37. M. Anwar (L) 27 April 1996
38. Laili (L) 11 November 1999
39. Rivan (L) 27 April 1994
40. Ayunda R (P) 12 Juni 2001
41. Mustika Ayu Pujiana (P) 11 September 1982
42. Suryati (P) 5 April 1975
43. Evi (P) 17 Oktober 1973
44. Shofie (P) 27 Mei 2001.
45. Iie Suwendi (L) 1 April 1984
46. Dewi Suryani (P) 12 September 1990
47. Despita (P) 16 Desember 1977
48. Choirunnisa R (P) 10 Desember 2000
49. Rista Triana (P) 13 Januari 1991 (Pulang)
50. Pamilang Rani Situmorang (P) 14 Desember 1993
Baca juga: Tanggapan Kapolsek, Viral 2 Preman Kampung Memalak Sopir di Tanjung Morawa, Minta Paksa 20 Ribu
Baca juga: PROFIL Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri
Baca juga: Man United Menang Lagi, Peluang Main di Liga Champions Terbuka, Berikut Posisi Klasemen
(*/TRIBUN-MEDAN.com)
Baca juga: PROFIL Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri
Sumber: Kompas.com/Tribunnews.com
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kecelakaan-kereta-Api-argo-bromo-bekasi.jpg)