Berita Viral
Akuarium Air Laut dan Kursi Pijat Jadi Kontroversi, Rudy Mas'ud Janji Tanggung Pakai Uang Pribadi
Sejumlah item renovasi dinilai tidak relevan dengan kebutuhan mendesak masyarakat. Hal ini menuai kritik luas dari masyarakat.
TRIBUN-MEDAN.com - Akuarium air laut dan kursi pijat jadi kontroversi, Rudy Mas'ud janji tanggung pakai uang pribadi.
Gubernur Kalimantan Timur menjadi sorotan terkait polemik rencana renovasi rumah jabatan (rujab) senilai Rp 25 miliar.
Dalam rumah jabatan itu pun dibuat fasilitas yang mewah namun dianggap tidak relevan dengan kebutuhan mendesak masyarakat.
Baca juga: TRAGIS, 53 Anak Dianiaya di Daycare Little Aresha Jogja, Kepsek Anita Palupy dan 12 Orang Dipenjara
Hal ini menuai kritik luas dari masyarakat bahkan Rudy Mas'ud sampai didemo masyarakat.
Akhirnya, ia pun menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya, @h.rudymasud pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.
Dalam pernyataannya, Rudy mengakui bahwa kritik yang muncul merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap jalannya pemerintahan di Kalimantan Timur.
"Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi," ujar Gubernur Kaltim tersebut dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com.
Baca juga: Perkuat Layanan KI, Kanwil Kemenkum Sumut Laksanakan Penilaian & Verifikasi Rencana Aksi Triwulan I
Ia menilai, kegaduhan tersebut menjadi bahan refleksi penting, khususnya dalam cara pemerintah menyampaikan kebijakan kepada publik.
Menurut dia, komunikasi yang tidak utuh dapat memicu kesalahpahaman dan memperlebar jarak antara pemerintah dan masyarakat.
Rudy juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan menghindar dari tanggung jawab, meskipun perencanaan renovasi rumah jabatan tersebut disebut telah ada sebelum ia menjabat sebagai gubernur.
"Sebagai gubernur, saya tetap bertanggung jawab atas seluruh kebijakan yang berjalan saat ini," kata dia.
Sorotan publik terhadap proyek renovasi tersebut terutama tertuju pada sejumlah fasilitas yang dianggap tidak mendesak, seperti kursi pijat dan akuarium air laut.
Baca juga: Wujud Profesionalisme dan Integritas ASN, Kakanwil Kemenkum Sumut Ingatkan Pentingnya Disiplin
Kehadiran item tersebut memicu pertanyaan publik mengenai sensitivitas anggaran di tengah berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
Menanggapi hal itu, Rudy mengambil langkah yang dinilai cukup tegas.
Ia menyatakan akan menanggung secara pribadi biaya untuk fasilitas yang berada di luar fungsi kedinasan.
"Saya akan menanggung secara pribadi item renovasi rumah dinas yang di luar fungsi kedinasan, termasuk kursi pijat dan akuarium air laut," tegasnya.
Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen untuk meredam polemik sekaligus menunjukkan tanggung jawab moral kepada masyarakat.
Selain itu, Rudy juga menyampaikan akan melakukan peninjauan ulang terhadap keseluruhan rencana renovasi.
Baca juga: TRAGIS, 53 Anak Dianiaya di Daycare Little Aresha Jogja, Kepsek Anita Palupy dan 12 Orang Dipenjara
Ia berjanji akan memilah kembali mana saja kebutuhan yang benar-benar penting dan sesuai dengan fungsi rumah jabatan sebagai fasilitas negara.
Menurut dia, ke depan setiap kebijakan yang berkaitan dengan anggaran publik harus lebih mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat.
Ia menambahkan, peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk lebih berhati-hati dalam merancang program, terutama yang bersinggungan langsung dengan persepsi publik.
Tak hanya itu, Rudy juga menyinggung pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat sebagai modal utama dalam menjalankan pemerintahan.
Ia menilai, kepercayaan publik tidak bisa dibangun hanya melalui program, tetapi juga melalui sikap terbuka dan kesediaan untuk mengakui kekurangan.
Pada akhir pernyataannya, ia berkomitmen untuk bekerja lebih teliti dan peka terhadap kebutuhan masyarakat.
"Ke depan saya akan lebih berhati-hati dalam bertutur kata agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru," ujarnya.
Polemik renovasi rujab ini menjadi perhatian luas, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga nasional, karena dinilai mencerminkan tantangan dalam pengelolaan anggaran publik di tengah tuntutan transparansi yang semakin tinggi.
Rudy Mas'ud Coret Nama Adik dari Pemerintahan
Sempat viral, Rudy Mas'ud coret nama adik dari pemerintahan.
Selain itu Rudy memutuskan menanggung biaya kursi pijat yang sempat jadi sorotan.
Gubernur Kalimantan Timur sebelumnya menunjuk adiknya, Hijrah Masud sebagai Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP).
Baca juga: Kemeriahan HUT ke - 155 Kota Siantar , Banjir Penonton Sejak Fun Run, Karnaval Hingga Konser
Hal ini memunculkan dugaan nepotisme yang dilakukan Rudy dalam pemerintahan.
Dalam pernyataannya, Rudi menyebut keputusan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan pemerintahan berjalan secara profesional.
"Mulai esok, kami meniadakan keterlibatan keluarga dalam posisi strategis yang berkaitan dengan pemerintah provinsi," ujarnya melalui akun Instagram h.rudymasud, Minggu (26/4/2026).
Baca juga: Lirik Lagu Karo Bunga Rimna Dipopulerkan oleh Pasogit HS
Ia secara khusus menyinggung posisi wakil ketua tim ahli gubernur untuk percepatan pembangunan (TAGUPP) yang sebelumnya menjadi perhatian publik.
"Termasuk (posisi) wakil ketua tim ahli gubernur untuk percepatan pembangunan," kata dia.
Menurut Rudi, langkah ini diambil untuk menghindari potensi konflik kepentingan sekaligus memperkuat prinsip meritokrasi dalam pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan ke depan akan diarahkan pada peningkatan transparansi dan akuntabilitas.
"Kami juga akan membuka ruang transparansi yang lebih luas agar setiap kebijakan bisa dipahami dan diawasi bersama," ujarnya.
Rudi juga memberikan klarifikasi terkait pernyataannya sebelumnya yang sempat membawa-bawa pimpinan di tingkat nasional.
Pernyataan tersebut sempat memicu beragam penafsiran di masyarakat dan menjadi sorotan di ruang publik. Rudi menyampaikan permohonan maaf atas hal tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada maksud membandingkan pihak mana pun.
Baca juga: Lirik Lagu Karo Pangen Sisada Dipopulerkan oleh Anta Prima Ginting
"Tidak ada maksud sedikitpun untuk membawa dan membandingkan pihak manapun dalam konteks yang tidak semestinya. ke depan saya akan lebih berhati-hati dalam bertutur kata agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru," kata dia.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rudy-masud-gubernur-kaltim.jpg)