Isu Reshuffle Kabinet
Tanggapan Petinggi Golkar Kabar Reshuffle Kabinet, Eks KSAD Dudung Abdurachman Dipanggil Istana
Kabar Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan kabinet ditanggapi Partai Golkar.
Kedua, Indonesia dipandang sebagai “rumah besar bersama” yang harus dijaga secara kolektif. Gagasan ini menekankan pentingnya inklusivitas dan tanggung jawab seluruh elemen bangsa dalam merawat keberlangsungan negara.
Ketiga, pembangunan harus berakar pada realitas kemajemukan bangsa. Dengan keberagaman suku, agama, dan budaya, maka persatuan dan kesatuan menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas nasional.
Keempat, presiden telah menetapkan kebijakan strategis yang menjadi arah konkret pembangunan, seperti ketahanan dan kemandirian pangan, ketahanan energi, hilirisasi sumber daya alam, serta kesinambungan pembangunan nasional.
Kelima, pembentukan Kabinet Merah Putih merupakan bagian dari upaya mengakomodasi berbagai potensi terbaik bangsa dalam satu tim kerja yang solid.
"Para menteri diharapkan mampu menerjemahkan visi besar presiden ke dalam kebijakan operasional yang efektif. Bahkan, konsolidasi internal melalui retret kabinet telah dilakukan guna menyatukan persepsi dan langkah kerja," katanya.
Namun demikian, Idrus menilai bahwa implementasi dari fondasi tersebut masih perlu diperkuat, terutama di tingkat kementerian.
Di sinilah pentingnya langkah revitalisasi kabinet untuk mendorong akselerasi kinerja yang lebih efektif dan produktif.
“Oleh karena itu yang perlu kita dorong adalah bagaimana presiden melakukan revitalisasi pembantu-pembantunya untuk memastikan adanya akselerasi kinerja kabinet yang lebih efektif,” tandasnya.
Jenderal TNI Purn Dudung Dipanggil ke Istana
Hari ini, Senin (27/4/2026), dikabarkan Presiden Prabowo akan melakukan resfhuffle (perombakan) anggota kabinet pemerintahannya.
Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman kabarnya dipercaya akan menduduki Kepala Staf Presiden (KSP) yang baru menggantikan Muhammad Qodari.
Sementara Muhammad Qodari informasinya akan dipindahkan menjadi Juru Bicara Presiden sekaligus Kepala Bakom.
Qodari akan mengisi pos yang selama ini dianggap 'kelemahan' pemerintahan Presiden Prabowo.
Baca juga: Profil Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, Mantan Rektor Unimed Meninggal Dunia pada Usia 64 Tahun
Pos lainnya Kepala Badan Karantina kabarnya diisi Abdul Kadir Karding (mantan Menteri P2MI 2024‑2025).
Mantan Kepala PCO Hasan Nasbi akan ditunjuk menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Tribunnews.com telah menghubungi Muhammad Qodari mengenai informasi ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/SOSOK-Idrus-Marham-Mantan-Koruptor-Ditunjuk-Jadi-Sekretaris-Tim-Kerja-Strategis-Prabowo-Gibran.jpg)