Berita Viral

Kaki Diikat, Pengasuh Daycare Little Aresha Juga Tutup Mulut Anak Saat Nangis: Biar Mama Gak Dengar

Ibu A bertanya kepada balita perempuan tersebut terkait perlakuan pengasuh yang dipanggil dengan sebutan miss di daycare Little Aresha.

Tribunjogja.com/Miftahul Huda
TIDUR KAKI TERIKAT - Kolase daycare digerebek Polresta Yogyakarta dan bayi bayi tanpa baju terikat tali dugaan kekerasan penitipan anak. Salah satu wali murid berinisial HF, tak menyangka bahwa para pengasuh daycare tersebut bertindak keji kepada anak-anak. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kaki diikat, pengasuh Daycare Little Aresha juga tutup mulut anak saat nangis.

Hal ini bertujuan agar tangisa anak tak didengar oleh ibu mereka. 

Tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha di Umbulharjo, Kota Yogyakarta tengah viral. 

Baca juga: Ephorus HKBP Temui Jusuf Kalla, Bahas Toleransi dan Isu Ceramah UGM

Pasalnya anak-anak di tempat penitipan itu disebut-sebut menerima penganiayaan dari pengasuhnya. 

Foto-foto kaki terikat viral di media sosial. 

Parahnya lagi ada anak yang luka hingga tangannya melepuh.

Baca juga: Baru Resmi Menikah, Pengantin Pria Aniaya dan Tampar Istrinya setelah Baca Pesan dari Mantan

Polisi bahkan menyebut tindakan para pengasuh tak manusiawi. 

Hal ini dibongkar oleh seorang korban berinisial A.

A bercerita soal kekerasan yang diterimanya selama dititipkan di daycare Little Aresha kepada ibunya.

Ibu korban kemudian merekam pengakuan tersebut dan mengunggahnya ke media social, TikTok pada Sabtu (25/4/2026).

PENGANIAYAAN DI DAYCARE JOGJA - Wali murid Khairunisa (KIRI). Daycare Jogja (KANAN). Tindakan Keji Pengasuh Daycare Jogja, Bayi Dibedong Diikat ke Jendela
PENGANIAYAAN DI DAYCARE JOGJA - Wali murid Khairunisa (KIRI). Daycare Jogja (KANAN). Tindakan Keji Pengasuh Daycare Jogja, Bayi Dibedong Diikat ke Jendela (TRIBUN MEDAN)

Di awal video, ibu A bertanya kepada balita perempuan tersebut terkait perlakuan pengasuh yang dipanggil dengan sebutan miss di daycare Little Aresha.

Mengejutkan, A mengaku kaki dan badannya diikat oleh pengasuh.

Tak cuma itu, mulut A juga ditutup agar tangisnnya tak terdengar.

"Waktu di sekolah diapain sama miss-nya?" tanya ibu korban.

"Ditaliin, kaki, badan, terus mulutnya ditutupin," jawab A.

Baca juga: SOSOK Irwan Arya, Politikus Partai Demokrat, Laporkan Rismon Terkait Buku Gibran End Game

"Biar apa ditutupin mulutnya?" tanya ibu korban.

"Biar gak nangis, biar mama enggak dengar aku nangis," kata A.

Pengakuan A sejalan dengan pernyataan Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian.

Rizky Adrian, mengungkapkan saat menggerebek daycare Little Aresha, ia menyaksikan langsung perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan pengasuh terhadap anak-anak di lokasi tersebut.

“Petugas kita memang melihat langsung bahwa anak tersebut diperlakukan tidak manusiawi. Ada yang kakinya diikat, tangannya diikat, dan sebagainya,” tegas Adrian saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).

Polisi yang menerima laporan telah melakukan penggerebekan daycare tersebut, lalu menutup operasional dengan memasang police line untuk keperluan penyelidikan.

Salah satu wali murid berinisial HF, tak menyangka bahwa para pengasuh daycare tersebut bertindak keji kepada anak-anak.

Baca juga: Harga Kondom Naik: Dampak Perang Iran dan Kepanikan Warga China hingga Borong Stok

Dia sempat menitipkan keponakannya yang berusia 3,5 tahun.

Sejak awal HF telah menaruh curiga bahwa ada hal yang tidak biasa muncul pada diri keponakannya.

Anak tersebut menunjukkan gelagat ketakutan setiap mau berangkat.

"Baru masuk satu hari, di hari kedua anak sudah ketakutan. Setiap mau berangkat selalu bilang tidak mau, enggak mau. Intinya dia takut sekali untuk masuk ke sana," jelasnya, saat ditemui Jumat malam (24/4/2026).

Baca juga: VIRAL Pengendara Tantang Polisi Saat Ditilang karena Tak Pakai Helm hingga Ngaku Punya Bekingan

Karena anak merasa ketakutan, kemudian pihak keluarga sampai harus melakukan berbagai cara untuk membujuknya termasuk membelikannya mainan atau makanan kesukaan supaya bersedia dititipkan.

Meski sudah diajak berkeliling dan dibelikan mainan, HF menyebut keponakannya tetap tidak mau dititipkan ke daycare tersebut.

Belakangan diketahui bahwa alasan keponakannya ketakutan lantaran beberapa oknum pengasuhnya galak dan menjurus pada dugaan tindakan kriminal.

"Katanya miss-nya (guru) galak-galak. Awalnya kami pikir karena belum penyesuaian saja, tapi ketakutannya tidak wajar," tambahnya. 

Kecurigaan keluarga semakin memuncak setelah mendengar kabar yang beredar mengenai adanya kekerasan fisik yang dialami oleh anak-anak lain di tempat tersebut. 

Baca juga: PEMKO Jakarta Gerebek 5 Pria Penangkap Ikan Sapu-Sapu Untuk Dijual ke Pegadang Siomay:15 Ribu Per Kg

HF menyebut, dirinya mendapatkan informasi bahwa ada anak yang diduga sempat diikat tangannya oleh oknum di penitipan anak tersebut.

"Saya langsung konfirmasi ke kakak saya yang di Jayapura, ternyata memang ada kabar medsos seperti itu. Pantas saja dulu keponakan saya traumanya luar biasa," lanjutnya. 

Meski pada keponakannya sendiri tidak ditemukan luka lebam secara fisik, namun HF menyebut jika secara psikis anak tersebut mengalami trauma mendalam. 

Alasan keamanan dan kemudahan pantauan keluarga akhirnya membuat pihak keluarga memindahkan sang keponakan ke sekolah lain di daerah Rejowinangun. 

Diberitakan sebelumnya, sebuah tempat penitipan anak (daycare) di Umbulharjo, Kota Yogyakarta digerebek aparat kepolisian, lantaran adanya dugaan penganiayaan terhadap para balita.

Penggerebekan daycare tersebut dilakukan aparat kepolisian pada Jumat sore (24/4/2026).

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian membenarkan terkait penggerebakan tersebut.

“Iya benar, Satuan Reserse Polresta Jogja tadi sore baru saja melakukan menggerebekan sebuah tempat penitipan anak di daerah Umbulharjo,” katanya, saat dikonfirmasi Jumat malam.

Riski mengatakan, diduga kuat beberapa oknum di dalamnya melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak.

“Diduga kuat memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakukan salah dan penelantaran atau kekerasan terhadap anak,” terang Riski.

Saat ini polisi masih melakukan upaya penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap kasus tersebut secara jelas.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved