Berita Viral

Klarifikasi BGN 1 Sapi Dipotong di tiap SPPG Bukan Real di Lapangan, Kini Disebut Sekadar Simulasi

Pernyataan soal 19 ribu ekor sapi harus dipotong dalam sehari di dapur SPPG. Ternyata tak sesuai di lapangan

|
Editor: Salomo Tarigan
Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan
DADAN HINDAYANA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, 

"Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Dampaknya harga telur sempat naik Rp 3.000," ungkapnya.

Lonjakan tersebut menjadi pelajaran penting bahwa kebijakan menu seragam bisa memberi tekanan besar pada pasokan dan harga pangan.

Untuk menghindari dampak serupa, BGN memilih pendekatan yang lebih fleksibel. 

Menu MBG disesuaikan dengan potensi sumber daya lokal serta preferensi masyarakat di masing-masing daerah.

Langkah ini tidak hanya menjaga stabilitas harga di pasar, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.

"Karena kita ingin memberdayakan potensi sumber daya lokal dan juga kesukaan masyarakat lokal supaya tekanan terhadap konsumsinya tidak terlalu tinggi. Jadi, kalau kita perintahkan menu nasional, pasti tekanannya tinggi, pasti harga naik," pungkas Dadan.

Baca juga: PSMS Medan Unggul 1-0 kontra Adhyaksa FC Banten di Babak Pertama

Pastikan Tanpa Gejolak Harga Pangan

Penjelasan ini menegaskan bahwa program MBG tidak sekadar soal memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga mempertimbangkan keseimbangan pasar.

Pemerintah berupaya memastikan program berjalan efektif tanpa memicu gejolak harga pangan.

Dengan pendekatan adaptif ini, MBG diharapkan tetap mampu mencapai tujuannya meningkatkan kualitas gizi masyarakat tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi.\

Anggaran Video Conference Rp 5,7 Miliar Disorot

Setelah pengadaan motor listrik MBG, laptop, hingga kaos kaki kini ada lagi layanan video conference.

Untuk video conference BGN menggunakan anggaran sebesar Rp 5,7 miliar.

DADAN HINDAYANA - Kepala BGN Dadan Hindayana
DADAN HINDAYANA - Kepala BGN Dadan Hindayana (TRIBUN MEDAN/ANISA)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membenarkan pengadaan layanan video conference senilai Rp5,7 miliar.

Ia menyebut, layanan itu untuk periode April hingga Desember 2026.

Layanan tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).

"Pelaksanaan MBG tidak hanya bergantung pada distribusi layanan di lapangan, tetapi juga pada memastikan seluruh pelaksana memahami arahan, pedoman, dan standar pelaksanaan yang sama," kata Dadan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (24/4).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved