Berita Viral

Besarnya Biaya Layanan Video Conference BGN Rp 5,7 Miliar, Mahfud MD Singgung Boros Anggaran

Menanggapi hal itu, Mahfud MD menyindir adanya dugaan pemborosan dalam pengelolaan anggaran tersebut.

Editor: Salomo Tarigan
Istimewa
PROGRAM MBG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi MBG dibawah kendali Badan Gizi Nasional (BGN) ini jadi sorotan diduga melakukan pemborosan anggaran 
Ringkasan Berita:Dana Fantastis BGN Jadi Sorotan
 
  • Setelah pengadaan motor listrik MBG, laptop, hingga kaos kaki kini ada lagi layanan video conference.
  • Untuk video conference BGN menggunakan anggaran sebesar Rp5,7 miliar.
  • Layanan tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).
  • Kapasitas sekitar 5.000 pengguna aktif dan kemampuan menampung hingga 50.000 peserta dalam satu sesi pertemuan virtual.
  • Mahfud MD menyindir adanya dugaan pemborosan dalam pengelolaan anggaran tersebut.

 

TRIBUN-MEDAN.com - Penggunaan dana fantastis Badan Gizi Nasional (BGN) jadi sorotan.

Setelah pengadaan motor listrik MBG, laptop, hingga kaos kaki kini ada lagi layanan video conference.

Untuk video conference BGN menggunakan anggaran sebesar Rp5,7 miliar.

DADAN HINDAYANA - Kepala BGN Dadan Hindayana
DADAN HINDAYANA - Kepala BGN Dadan Hindayana (TRIBUN MEDAN/ANISA)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membenarkan pengadaan layanan video conference senilai Rp5,7 miliar.

Ia menyebut, layanan itu untuk periode April hingga Desember 2026.

Layanan tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).

"Pelaksanaan MBG tidak hanya bergantung pada distribusi layanan di lapangan, tetapi juga pada memastikan seluruh pelaksana memahami arahan, pedoman, dan standar pelaksanaan yang sama," kata Dadan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (24/4).

Karena itu, sarana komunikasi digital dengan kapasitas besar diperlukan untuk menjaga keselarasan informasi mulai dari pusat, pemerintah daerah, satuan pelayanan, hingga pelaksana di lapangan. 

Dalam situasi seperti ini, koordinasi yang cepat, serentak, dan terdokumentasi menjadi penting.

Dengan kapasitas sekitar 5.000 pengguna aktif dan kemampuan menampung hingga 50.000 peserta dalam satu sesi pertemuan virtual. 


"Layanan video conference merupakan sistem enterprise terpusat yang dikelola oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BGN," terang dia.

Layanan ini akan digunakan oleh seluruh struktur organisasi BGN, mulai dari pimpinan tinggi madya (setara eselon I), pimpinan tinggi pratama (setara eselon II), pejabat administrator (setara eselon III), hingga kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa pesan, arahan, dan pedoman pelaksanaan program dapat diterima secara utuh oleh pelaksana di berbagai daerah," ujar dia.

Baca juga: Biro Travel Haji Satu Per Satu Datang Kembalikan Uang ke KPK terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Baca juga: Liga Champions PSG vs Bayern Muenchen, Atletico Madrid vs Arsenal

Mahfud MD Singgung Pemborosan Anggaran

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyoroti anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) yang disebut mencapai sekitar Rp1 triliun dan tengah ramai diperbincangkan publik.

Sejumlah pos pengeluaran BGN menjadi sorotan, mulai dari pengadaan motor listrik MBG, laptop, layanan video conference hingga kaos kaki yang nilainya disebut mencapai miliaran rupiah.

Untuk pengadaan kaos kaki, anggaran dilaporkan mencapai Rp 6,9 miliar dengan harga sekitar Rp100 ribu per pasang untuk total sekitar 17 ribu pasang.

Menanggapi hal itu, Mahfud MD menyindir adanya dugaan pemborosan dalam pengelolaan anggaran tersebut.

Ia membandingkan harga kaos kaki tersebut dengan harga yang biasa ia beli secara pribadi melalui platform daring.

“Ya pemborosan itu ada. Ini kaos kakiku Rp100 ribu dapat tiga (pasang), beli di online aja banyak sekali,” kata Mahfud MD dikutip dari kanal YouTube Mahfud MD Official.

Mahfud juga menyarankan agar pengadaan seperti itu dilakukan lewat e-commerce agar lebih hemat.

“Beli di online, lewat Google atau apa, minta kaos kaki itu sudah bagus-bagus. Saya beli Rp200 ribu sudah dapat enam (pasang),” ujarnya.

Ia bahkan mempertanyakan kebutuhan pengadaan dengan harga tersebut.

“Ini kaos kaki Rp100 ribu satu pasang, itu untuk siapa dan untuk apa? Kok sampai segitu?” ucapnya.

Selain kaos kaki, Mahfud MD juga menyinggung pengeluaran lain BGN seperti motor listrik MBG dan laptop yang dinilai tidak kecil.

Meski demikian, ia tetap menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) banyak mendapat dukungan masyarakat di daerah.

Mahfud mengatakan program tersebut tetap bisa dilanjutkan selama benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: Tribunnews.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved