Berita Viral
VIRAL Guru Diduga Bawa Pulang Ratusan Paket MBG, Siswa SMA Protes: Ompreng Sudah Kosong
Ia menduga paket makanan tersebut dibungkus oleh oknum guru untuk dibawa pulang, sehingga siswa tidak mendapatkan jatah.
TRIBUN-MEDAN.com - Viral guru diduga bawa pulang ratusan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Siswa pun protes saat menemukan ompreng yang seharusnya berisi makanan sudah kosong.
Kasus ini terjadi di SMA Angkasa Pattimura, Ambon.
Baca juga: Pesta Emas SMP Swasta Kartini: Perjalanan 50 Tahun Hadirkan Pendidikan di Dataran Tinggi Habinsaran
Keluhan itu disampaikan oleh sejumlah siswa kelas 12.
Ratusan paket makanan yang seharusnya menjadi hak siswa diduga tidak diterima oleh penerima utama.
Para siswa mencurigai paket tersebut justru dibawa pulang oleh guru pada Rabu (22/4/2026).
Salah satu siswa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, setiap hari terdapat sekitar 230 paket MBG yang dikirim ke sekolah. Namun, saat siswa datang, makanan tersebut sudah tidak tersedia.
Baca juga: Paskah Oikoumene 2026 Digelar di Pelosok Samosir, Bupati Tekankan Pelayanan hingga Daerah Terpencil
“Setiap hari ada sekitar 230 ompreng MBG, tapi saat kami datang ke sekolah, semuanya sudah habis. Ini bukan baru sekali terjadi,” ujarnya.
Ia menduga paket makanan tersebut dibungkus oleh oknum guru untuk dibawa pulang, sehingga siswa tidak mendapatkan jatah.
“Kami menduga MBG itu dibungkus oleh guru-guru untuk dibawa pulang,” katanya.
Kondisi ini memicu kekecewaan di kalangan siswa kelas 12, terlebih saat mereka tetap diwajibkan hadir ke sekolah, sementara siswa kelas lain sedang diliburkan.
(TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)
“Kami datang ke sekolah untuk mendapatkan MBG. Tapi kenyataannya tidak ada,” ungkapnya.
Para siswa menilai distribusi MBG tidak transparan dan tidak memprioritaskan siswa sebagai penerima manfaat utama.
“Kenapa guru bisa datang ambil, tapi siswa tidak bisa? Padahal kami semua tinggal di sekitar sekolah,” ujarnya.
Selain itu, siswa juga mengaku saat pembelajaran daring dari rumah, namun MBG tetap didistribusikan ke sekolah.
Baca juga: Andi Ayam Ditangkap, Polisi Bongkar Aksi Curat di Kawasan Gabion Belawan
“Kami pernah disuruh belajar online, tapi MBG tetap datang ke sekolah. Kami tidak dapat apa-apa,” katanya.
Para siswa menegaskan bahwa mereka tidak mempermasalahkan pihak penyedia MBG (SPPG), melainkan kebijakan internal sekolah dalam mengelola dan menyalurkan bantuan tersebut.
“Kami tidak ada masalah dengan SPPG. Ini soal pihak sekolah. Ini hak siswa, bukan guru,” tegasnya.
Baca juga: Profil dan Biodata Kopral Rico Pramudia Gugur di Lebanon Selatan
Keluhan ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan siswa yang merasa hak mereka diabaikan. Mereka berharap ada evaluasi dan penjelasan dari pihak sekolah agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Hingga berita ini diturunkan, polemik tersebut belum sepenuhnya terjawab.
Terpisah, Kepala SMA Angkasa Pattimura, Sofia de’Lima, memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pada Rabu (22/4/2026), siswa memang tidak masuk sekolah.
Sementara itu, para guru tetap hadir karena menjalankan tugas serta mengikuti pertemuan dengan pihak yayasan.
Baca juga: Kronologi Ratusan Pengemudi Ojol Geruduk Kantor Mata Elang di Medan Gegara Ulah Debt Collector
“Makanan datang sekitar pukul 10.00 WIT. Saat itu siswa tidak masuk, hanya guru yang berada di sekolah karena ada pekerjaan dan pertemuan dengan Ketua Yayasan,” ujarnya saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, paket MBG sudah terlanjur diantarkan oleh pihak SPPG ke sekolah.
Karena tidak ada siswa, makanan tersebut kemudian dikonsumsi oleh guru yang hadir setelah menyelesaikan aktivitas mereka.
Ia juga menanggapi keluhan siswa yang datang dan mendapati makanan telah habis.
Sofia menyebut, siswa tersebut datang ke sekolah sekitar pukul 14.00 WIT setelah urusan pengambilan Program Indonesia Pintar (PIP) di bank.
“Siswa yang datang itu setelah dari bank, sekitar pukul 14.00 WIT. Mereka singgah ke sekolah dan melihat ompreng sudah kosong,” ujarnya.
Baca juga: LBH Medan Kritik TNI AL Tangkap Pelaku Kejahatan di Belawan, Dinilai Lampaui Kewenangan
Sofia menambahkan, pihak sekolah memang tidak memberikan informasi kepada seluruh siswa untuk kembali ke sekolah setelah pengambilan PIP.
"Karena tidak ada informasi dari sekolah juga untuk semua siswa yang mengambil PIP harus balik ke sekolah," tutupnya.
Artikel ini telah tayang di TribunAmbon.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Menu-MBG-di-salah-satu-sekolah-di-Desa-Padang-Sipirok-Aek-Ledong-1.jpg)