Berita Viral
Kronologi Ratusan Pengemudi Ojol Geruduk Kantor Mata Elang di Medan Gegara Ulah Debt Collector
Ratusan pengemudi ojek online (ojol) berbondong-bondong mendatangi kantor Mata Elang, perusahaan debt collector PT Cakrabirawa Inti Perkasa.
TRIBUN-MEDAN.COM – Suasana Jalan Sei Rokan, Kelurahan Babura, Kecamatan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (23/4/2026) malam mendadak riuh.
Ratusan pengemudi ojek online (ojol) berbondong-bondong mendatangi kantor Mata Elang, perusahaan debt collector PT Cakrabirawa Inti Perkasa.
Aksi massa ini dipicu oleh penarikan sepeda motor seorang driver ojol yang diduga dilakukan secara paksa.
Kapolsek Sunggal, Kompol M Yunus Tarigan, menjelaskan bahwa keributan bermula sehari sebelumnya, Rabu (22/4/2026).
Saat itu, seorang pengemudi ojol terlibat cekcok dengan petugas debt collector setelah motornya ditarik paksa.
Perselisihan tersebut kemudian menyulut solidaritas sesama driver ojol yang merasa praktik penarikan itu merugikan dan tidak manusiawi.
“Awalnya, motor salah satu pengemudi ojol ditarik oleh petugas debt collector dan terjadi perselisihan. Sehingga malam tadi kurang lebih 100 pengemudi ojol mendatangi kantor Mata Elang itu,” ujar Yunus.
Massa Memanas
Keributan mulai terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.
Warga sekitar dibuat heboh oleh kerumunan besar pengemudi ojol yang mencari oknum debt collector.
Namun, karena orang yang dicari tidak ditemukan, suasana semakin panas hingga tengah malam.
Polisi yang tiba di lokasi berusaha menenangkan massa agar tidak terprovokasi.
“Kondisi malam tadi cukup ramai hingga adanya keributan. Kita dari Polsek Sunggal melakukan tindakan untuk memenangkan massa agar tidak terprovokasi,” jelas Yunus.
Untuk mencegah konflik semakin melebar, polisi membawa kedua belah pihak ke Polsek Sunggal.
Proses mediasi berlangsung hingga tengah malam.
Akhirnya, dicapai kesepakatan damai: motor yang sempat ditarik dikembalikan, dan kedua belah pihak berjanji tidak memperpanjang masalah.
“Pukul 00.00 WIB, kedua belah pihak bersama rekan ojol lainnya menerima hasil perdamaian dan membubarkan diri dengan aman dan tertib,” pungkas Yunus.
Viral di media sosial
Sebelum aksi massa terjadi, video penarikan motor driver ojol sudah lebih dulu viral di media sosial.
Dalam rekaman singkat itu tampak puluhan driver ojol terlibat cekcok dengan petugas debt collector, sementara polisi berusaha mengondusifkan situasi.
Narasi yang beredar menyebutkan bahwa ojol menjadi korban penarikan paksa, sehingga memicu simpati dan kemarahan sesama pengemudi.
Kasus ini menegaskan fenomena solidaritas pengemudi ojol di Medan.
Dalam hitungan jam, kabar penarikan motor menyebar cepat melalui grup media sosial dan aplikasi pesan.
Ratusan driver kemudian bergerak bersama, menunjukkan kekuatan komunitas ojol sebagai kelompok sosial-urban yang solid dan responsif terhadap isu yang menyentuh anggota mereka.
Terkait praktik penarikan kendaraan oleh debt collector kerap menuai kontroversi.
Menurut aturan, eksekusi jaminan fidusia seharusnya dilakukan melalui putusan pengadilan, bukan dengan cara paksa di lapangan.
Kasus ini kembali membuka perdebatan tentang legalitas dan etika kerja debt collector, serta perlindungan hukum bagi konsumen yang terjerat kredit kendaraan.
(*/Tribun-medan.com)
Baca juga: Ratusan Pengemudi Ojol Kepung Kantor Mata Elang di Sunggal, Kapolsek: Sepeda Motor Ditarik
| VIRAL di Menu MBG Ditemukan Belatung, Apa Tindakan BGN? |
|
|---|
| MODUS Pegawai Kejaksaan Tipu Warga, Janjikan Jadi ASN Bayar Rp180 Juta, Kini Jadi Tersangka |
|
|---|
| VIRAL Isu Dana Himbara Digunakan untuk Program MBG, Ini Penjelasan OJK |
|
|---|
| Armada Perang dan Pasukan AS Terus Berdatangan, China Minta Semua Warganya Segera Keluar dari Iran |
|
|---|
| KRONOLOGI Pria Dilecehkan Sesama Jenis di KRL, Sikap Satpam Bikin Korban bak Pelaku Disorot |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KERIBUTAN-OJOL-Kapolsek-Sungga.jpg)