Breaking News

Berita Internasional

Di Tengah Kondisi Perang dengan Iran, Trump Mendadak Pecat Menteri Angkatan Laut AS John Phelan

John Phelan, dilaporkan dipecat secara mendadak pada Rabu (23/4/2026) waktu setempat.

TRIBUN MEDAN
PECAT - Menteri Angkatan Laut AS pilihan Trump, John Phelan, dipecar secara mendadak pada Rabu (23/4/2026) waktu setempat. 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendadak memecat  Menteri Angkatan Laut di tengah perang dengan Iran.

Sosok Menteri Angkatan Laut AS itu bernama John Phelan.

John Phelan, dilaporkan dipecat secara mendadak pada Rabu (23/4/2026) waktu setempat.

Pentagon mengonfirmasi bahwa Phelan meninggalkan jabatannya “efektif segera”, namun tidak memberikan penjelasan resmi terkait alasan di balik keputusan tersebut.

Sejumlah sumber yang mengetahui masalah ini, seperti dilaporkan Reuters, menyebut pemecatan Phelan berkaitan dengan kinerjanya yang dinilai lambat dalam mendorong reformasi, khususnya untuk mempercepat pembangunan kapal perang.

PECAT - Menteri Angkatan Laut AS pilihan Trump, John Phelan, dipecar secara mendadak pada Rabu (23/4/2026) waktu setempat.
PECAT - Menteri Angkatan Laut AS pilihan Trump, John Phelan, dipecar secara mendadak pada Rabu (23/4/2026) waktu setempat. (TRIBUN MEDAN)

Selain itu, Phelan juga disebut mengalami ketegangan hubungan dengan sejumlah pejabat penting di Pentagon, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth, wakilnya Steve Feinberg, serta pejabat sipil nomor dua di Angkatan Laut, Hung Cao.

Hung Cao kini ditunjuk sebagai pelaksana tugas Menteri Angkatan Laut menggantikan Phelan.

Sumber yang sama juga mengungkap adanya penyelidikan etik terhadap kantor Phelan, yang turut menjadi salah satu faktor pemecatan.

Pemecatan Phelan ini menambah daftar pergantian pejabat tinggi di Pentagon dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, sejumlah pejabat tinggi militer juga telah dicopot, termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal C.Q. Brown, Kepala Operasi Angkatan Laut, hingga Wakil Kepala Staf Angkatan Udara.

Pada awal April lalu, Kepala Staf Angkatan Darat Randy George juga diberhentikan tanpa penjelasan resmi, yang disebut terkait ketegangan internal.

Siapakah John Phelan?

John Phelan lahir pada 1964. 

Phelan meraih gelar sarjana di bidang ekonomi dan ilmu politik dari Southern Methodist University di Dallas, Texas, pada tahun 1986, serta gelar MBA dari Harvard Business School pada tahun 1990.

Saat masih menjadi mahasiswa sarjana, ia sempat belajar di luar negeri di London dan mengikuti kelas di London School of Economics.

Ia merupakan salah satu pendiri sekaligus chief investment officer MSD Capital, sebuah perusahaan investasi swasta yang didirikan pada tahun 1998 untuk mengelola aset milik Michael Dell.

Pada tahun 2022, Phelan mengundurkan diri sebagai CEO MSD dan mendirikan Rugger Management LLC, sebuah perusahaan investasi swasta yang berbasis di Palm Beach, Florida.

Phelan merupakan donatur untuk kampanye presiden Donald Trump, dengan total penggalangan dana mencapai 12 juta dollar AS.

Pada 27 November 2024, presiden terpilih Trump mengumumkan Phelan sebagai calon Menteri Angkatan Laut Amerika Serikat.

Banyak pihak menyoroti kurangnya pengalaman Phelan di bidang Angkatan Laut, militer, kebijakan keamanan nasional, maupun industri pertahanan.

Associated Press melaporkan bahwa meskipun tidak semua menteri berasal dari latar belakang militer, Phelan akan menjadi yang pertama di Angkatan Laut sejak 2006 tanpa pengalaman tersebut.

Phelan memberikan kesaksian di hadapan Komite Angkatan Bersenjata Senat Amerika Serikat pada 27 Februari 2025.

Ia dikonfirmasi dengan dukungan bipartisan melalui pemungutan suara 62–30 pada 24 Maret 2025, dan dilantik sebagai Menteri Angkatan Laut ke-79 keesokan harinya.

Pada 22 April 2026, Menteri Pertahanan Pete Hegseth memecat Phelan. Ia kemudian digantikan oleh Hung Cao, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil Menteri Angkatan Laut.

Pemecatan Phelan faktanya terjadi di tengah situasi sensitif, yakni saat AS masih terlibat dalam konflik dengan Iran dan menjalankan blokade laut terhadap negara tersebut.

Angkatan Laut AS memegang peran penting dalam operasi ini, termasuk mengerahkan armada untuk menekan Iran agar bersedia bernegosiasi mengakhiri konflik sesuai kepentingan Washington.

Di saat bersamaan, Angkatan Laut AS juga menghadapi tekanan besar untuk memperkuat armadanya, terutama karena meningkatnya dominasi industri galangan kapal China yang kini melampaui AS.

Pemerintahan Trump bahkan telah mengajukan anggaran pertahanan sebesar 1,5 triliun dollar AS untuk tahun fiskal 2027, termasuk lebih dari 65 miliar dollar AS untuk pembangunan kapal perang dan kapal pendukung.

Program tersebut dikenal sebagai inisiatif “Golden Fleet”, yang disebut sebagai rencana pembangunan kapal terbesar sejak 1962.

Keputusan mengganti Phelan pun dinilai mengejutkan karena dilakukan saat Angkatan Laut AS tengah menjalankan operasi militer besar di luar negeri.

Sebagamana dilansir Al Jazeera, pengamat menilai pergantian ini berisiko, tetapi juga bisa menjadi langkah strategis karena penggantinya, Hung Cao, memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di Angkatan Laut, berbeda dengan Phelan yang tidak memiliki latar belakang militer.

Dengan kondisi perang yang belum sepenuhnya mereda, perubahan kepemimpinan ini menambah ketidakpastian di tubuh militer AS.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved