Berita Viral

Gubernur Kaltim Kabur Ogah Temui Massa saat Didemo, Pilih Buat Video Ucapan Terima Kasih

Rudy Mas'ud enggan menemui massa aksi dan memilih bungkam saat meninggalkan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa malam.

Istimewa
DEMONSTRASI DI KALTIM -- Senja yang beranjak malam di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Senin (21/4) menyisakan jejak ketegangan. Setelah berjam-jam aksi unjuk rasa yang diwarnai kericuhan, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya terlihat keluar dari kantornya sekitar pukul 19.15 Wita. Ia melangkah cepat, nyaris tanpa jeda, di bawah pengawalan ketat aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). 

TRIBUN-MEDAN.com - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud kabur tak mau menemui massa saat didemo, justru memilih buat video ucapan terima kasih.

Rudy Mas'ud baru saja didemo masyarakat yang tak puas dengan kinerjanya. Aksi unjuk rasa itu digelar pada Selasa (21/4/2026).

Rudy Mas'ud enggan menemui massa aksi dan memilih bungkam saat meninggalkan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa malam.

Sikap diam Rudy ini diambil setelah unjuk rasa yang berlangsung sejak siang berakhir ricuh.

Baca juga: Dokter Tifa Kekeh Tolak Restorative Justice, Bukan Kompromi, Terinspirasi RA Kartini

Melansir Kompas.com, Rudy keluar dari kantor sekira pukul 21.10 WITA, atau sekitar satu jam setelah massa berhasil dipukul mundur oleh aparat.

Dengan pengawalan ketat, ia berjalan cepat menuju rumah jabatan yang berjarak sekira 100 meter tanpa memberikan pernyataan sedikitpun kepada awak media.

Kapolda Kaltim, Endar Priantoro mengatakan, Gubernur dan Wakil Gubernur sebenarnya berada di dalam gedung saat aksi berlangsung.

Namun, pihak pemerintah provinsi memutuskan untuk tidak menerima massa yang meminta audiensi langsung.

Baca juga: PANAS Refly Harun Marahi Rismon: Saya Ikuti Kasus Ijazah Sebelum Anda Lahir!

“Gubernur ada tadi di kantor, tapi memang tidak menerima mereka untuk audiensi,” ujar Endar di lokasi kejadian.

Pasca-gelombang demokrasi, Rudy menyampaikan pernyataan sikapnya melalui sebuah video yang ia unggah di akun Instagram pribadi, @h.rudymasud, Rabu (22/4/2026).

Dalam video itu, Rudy menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai elemen yang teribat dalam menjaga situasi tetap aman.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, adik-adik mahasiswa, lapisan masyarakat, TNI, Polri yang menjaga keamanan situasi kondusif sampai berakhirnya penyampaian aspirasi di Bumi Etam,” ucapnya.

Rudy juga menekankan peran strategis mahasiswa dan masyarakat dalam proses evaluasi kinerja pemerintah.

Ia menyebut, keterlibatan masyarakat dan mahasiswa dibutuhkan sebagai bentuk kontrol sosial.

"Kami sangat berharap adik-adik mahasiswa, masyarakat, dan seluruh lapisan bisa selalu menjadi mata telinga kami di dalam melaksanakan perbaikan dan evaluasi kinerja kerja Pemprov Kalimantan Timur, di dalam melaksanakan kontrol sosial serta evaluasi menyeluruh," lanjutnya.

Baca juga: RJ Rismon Sianipar Dianggap Bertentangan dengan UU, Kubu Roy Suryo Desak Polda Metro Jaya Batalkan

Di akhir pernyataannya, Rudy menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda, terutama mahasiswa.

Ia mengatakan, masa depan Kalimantan Timur berada di tangan generasi saat ini.

Oleh karena itu, peran aktif mereka sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah.

“Pastinya di tangan kalianlah masa depan Kalimantan Timur akhirnya akan ditentukan takdirnya. Sekali lagi terima kasih, masukan adik-adik mahasiswa dan seluruh elemen yang menjadi tetap kontrol sosial."

"Masukan hari ini sangat berarti dan sangat berkelas. Semoga ke depan kami dan seluruh Pemprov Kalimantan Timur berakselerasi untuk bisa memperbaiki kinerja kerja kami ke depannya,” tutup Rudy dalam pernyataannya.

Hal Yang menjadi Sorotan

Demonstrasi yang digelar bertepatan dengan Hari Kartini tersebut membawa tiga tuntutan utama yakni:

  • Evaluasi kebijakan Pemprov Kaltim;
  • Penghentian praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN);
  • Desakan agar DPRD memaksimalkan fungsi pengawasan.

Adapun isu yang paling memicu kemarahan massa adalah terkait gaya hidup pejabat di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Beberapa poin anggaran yang menjadi sorotan meliputi:

  • Rumah Jabatan: Anggaran renovasi senilai Rp 25 miliar, termasuk pengadaan akuarium laut dan alat fitness.
  • Kendaraan Dinas: Pengadaan mobil mewah jenis Range Rover senilai Rp 8,5 miliar (sudah dibatalkan).

(Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved