Berita Viral

KOPASSUS Pastikan Tidak Ada Peristiwa Panglima Kopassus Letjen Djon Tampar Seskab Teddy di Istana

Kabar yang beredar di media sosial, Letjen TNI Djon Afriandi menampar Teddy di Istana Negara. 

Instagram @penkopassus
PANGKOPASSUS- Letjen TNI Djon Afriandi adalah perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus), posisi pertama dalam sejarah satuan elite tersebut. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah kabar menyebutkan ada insiden penamparan yang dilakukan Panglima Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi terhadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kabar yang beredar di media sosial, Letjen TNI Djon Afriandi menampar Teddy di Istana Negara

Namun kabar ini dibantah tegas oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus).  

Kopassus memastikan peristiwa itu tidak ada dan sebuah konten hoaks.

Dalam pernyataan resminya, Kopassus memastikan bahwa informasi itu tidak benar.

Pihak satuan elite TNI AD tersebut menegaskan tidak pernah terjadi insiden seperti yang dituduhkan.

"Waspada sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana, narasi ini mengeklaim adanya keributan Pangkopassus dan pihak protokoler."

“Kami pastikan kabar tersebut tidak sesuai fakta,” demikian disampaikan dalam klarifikasi resmi melalui Instagram @penkopassus, Selasa (21/4/2026).

SESKAB TEDDY - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (7/4/2026) saat diwawancarai awak media.
SESKAB TEDDY - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (7/4/2026) saat diwawancarai awak media. (Tribunnews.com)

Kopassus menilai isu tersebut merupakan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Mereka juga menegaskan bahwa hubungan antarperwira di lingkungan satuan berjalan profesional.

Disiplin dan etika militer, menurut Kopassus, selalu dijunjung tinggi oleh seluruh prajurit.

Tidak ada tindakan kekerasan internal sebagaimana yang beredar di publik.

Kopassus juga menyayangkan munculnya kabar yang dinilai dapat merusak kepercayaan masyarakat.

"Faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid, informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah soliditas internal institusi negara," ujar Penerangan Kopassus."

Mereka mengingatkan pentingnya verifikasi informasi sebelum disebarluaskan.

Isu tersebut disebut berpotensi memicu kesalahpahaman jika tidak segera diluruskan.

Selain itu, Kopassus memastikan mekanisme pengawasan internal berjalan dengan baik.

Setiap dugaan pelanggaran, jika ada, pasti akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

Namun dalam kasus ini, ditegaskan tidak ditemukan adanya kejadian tersebut.

Kopassus juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya.

Media sosial diharapkan tidak menjadi sarana penyebaran kabar yang belum terverifikasi.

Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam polemik yang berkembang.

Kopassus menegaskan komitmennya menjaga profesionalisme dan soliditas internal.

Mereka juga memastikan situasi di lingkungan satuan tetap kondusif.

Dengan adanya bantahan ini, publik diharapkan mendapatkan informasi yang lebih akurat dan berimbang.

Narasi yang beredar

Sebelumnya, beredar unggahan di media sosial yang menarasikan Letjen Djon Afriandi menampar Seskab Letkol Tedy

Berdasarkan informasi yang beredar dari laman Threads, dikatakan peristiwa tersebut terjadi beberapa hari lalu. 

Saat itu, Pangkopassus Letjen Djon Afriandi dijadwalkan bertemu dengan Presiden Prabowo, dengan durasi selama 30 menit.

"Singkat cerita, Djon Afriandi datang ke istana, dan yang mengatur tamu untuk ketemu Presiden, termasuk protokoler, yah si bunted," tulis keterangan di Threads, dikutip Minggu (19/4/2026).

Tetapi, setibanya di lokasi, Djon Afriandi disuruh menunggu di ruang tamu. Dengan patuh, dirinya pun menunggu. 

"Menurut ordal ini, Pangkopassus nunggu sampai 20 menitan dan sisa waktu tinggal 5-10 menit tapi masih belum diminta masuk, sampai tiba-tiba Prabowo keluar dari ruang kerjanya," ungkapnya. 

Melihat Djon Afriandi duduk di ruang tunggu, Presiden meradang.

"Ditegur keraslah sama Prabowo: Kau gimana ada janji bertemu saya malah duduk duduk disitu, jendral apa kau!," terangnya.

Sergahan Presiden masih berlangsung hingga di ruang kerjanya. 

Mendapat omelan karena perintah menunggu, kontan membuat Djon Afriandi berang. "Siap bapak Presiden," ungkapnya. 

Usai pertemuan dengan Presiden, Djon Afriandi merasa kalap dan akhirnya mengamuk. Dia mencari ajudan Presiden itu dan tanpa banyak basa basi langsung menampar wajahnya. 

"Keluar ruangan dengan muka merah, Djon Afriandi langsung cari si bunted. Begitu ketemu tanpa basa basi langsung digampar sambil bilang, 'kamu anak kecil mainin saya hah!'," ungkapnya.

 Dalam unggahan tersebut, ajudan yang disebut bunted dikatakan berasal dari Kopassus dan merupakan junior Djon Afriandi.

"Kejadian ini tidak banyak yang tahu.. Konon, cuma sampai di ring 1 istana, dan pati elit TNI (jenderal-jenderal)," sambungnya.

Profil Letjen Djon Affandi

Letjen TNI Djon Afriandi S.I.P., M.S.D.A, adalah perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus), posisi pertama dalam sejarah satuan elite tersebut. 

Djon lahir pada 14 Juni 1972 di Payakumbuh, Sumatera Barat.

 Ia merupakan putra dari seorang purnawirawan perwira tinggi TNI-AD bernama Mayjen (Purn) Afifudin Taif.

Adapun latar belakang pendidikannya, Djon pernah sekolah di SDN Sukarasa 3/5 Bandung.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 5 Bandung, dan menyelesaikan SMA di SMAN 2 Bandung yang dikenal sebagai sekolah menengah terkemuka.

Di militer, Letjen TNI Djon Afriandi tercatat sebagai alumni Akademi Militer (Akmil) tahun 1995.

Ia meraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai peraih nilai tertinggi di angkatannya.

Setelah lulus Akmil, Djon lebih banyak berkarier di lingkungan Kopassus (Korps Baret Merah).

Ia memulai jabatan sebagai Danki 3 Yon 11 Grup 1 Kopassus (2001).

Lalu, Djon juga pernah menjabat sebagai Wadanyon 23 Grup 2 Kopassus (2007), dan Danyon 13 Grup 1 Kopassus (2010-2011).

Ia meniti pangkat hingga brigjen dengan jabatan seperti Danrem 012/Teuku Umar (2020-2022) dan Danmentar Akmil (2022-2023), kemudian menjadi Danjen Kopassus (2024-2025) sebelum dipromosikan menjadi Letjen dan Panglima Kopassus pada 10 Agustus 2025.

Sebagai Panglima Kopassus, ia memimpin satuan khusus TNI-AD yang bertanggung jawab atas operasi tempur khusus, intelijen, anti-teror, dan penanganan ancaman keamanan negara.

Promosi ini menandai perubahan struktural dari Komandan Jenderal menjadi Panglima Kopassus.

Djon tidak hanya dikenal sebagai TNI yang tangguh.

Ia juga dikenal sebagai pribadi yang berprestasi.

Letjen TNI Djon Afriandi lulus dari Naval Postgraduate School (NPS) Amerika Serikat dengan gelar Master of Science in Defense Analysis.

Ia juga menerima brevet internasional seperti Master Parachutist Badge dari US Army, Singapore Army, dan Korea Selatan, serta Parachute Monitor dari French Army.

Penghargaannya mencakup Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, serta berbagai Satyalancana seperti Kesetiaan dan Wira Karya.

Pimpin Pasukan saat Konflik Aceh

Djon tercatat pernah memimpin satuan elite Kopassus saat bertugas di Aceh.

Kala itu, ada sebuah momen di mana seorang prajurit Kopassus dengan berani menyelamatkan seorang bocah perempuan di bawah berondongan peluru.

Prajurit itu bernama Pratu Stanley, anggota Kompi Kopassus anak buah Letnan Satu (Lettu) Inf Djon Afriandi.

Saat itu, Djon yang menjabat sebagai Komandan Kompi (Danki) memimpin 10 orang prajuritnya untuk menjalankan misi merebut senjata sebanyak-banyaknya dari anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Biodata Letjen TNI Djon Afriandi

Nama lengkap: Letjen TNI Djon Afriandi, S.I.P., M.S.D.A
Tempat, tanggal lahir: Payakumbuh, Sumatera Barat, 14 Juni 1972
Orang tua: Mayjen TNI (Purn) Afifudin Taif
Pendidikan umum:

SDN Sukarasa 3/5 Bandung
SMPN 5 Bandung
SMAN 2 Bandung
Pendidikan militer: Akademi Militer (Akmil) 1995 (peraih Adhi Makayasa)
Pendidikan lanjutan: Naval Postgraduate School (AS), Master of Science in Defense Analysis
 
Karier Militer

Perwira tinggi TNI Angkatan Darat
Banyak bertugas di Komando Pasukan Khusus
Jabatan penting:

Danki 3 Yon 11 Grup 1 Kopassus (2001)
Wadanyon 23 Grup 2 Kopassus (2007)
Danyon 13 Grup 1 Kopassus (2010–2011)
Danrem 012/Teuku Umar (2020–2022)
Danmentar Akmil (2022–2023)
Danjen Kopassus (2024–2025)
Jabatan saat ini: Panglima Kopassus (sejak 10 Agustus 2025)
 
Prestasi & Penghargaan

Brevet internasional dari militer AS, Singapura, Korea Selatan, dan Prancis
Tanda kehormatan:

Bintang Dharma
Bintang Yudha Dharma Pratama
Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
Berbagai Satyalancana (Kesetiaan, Wira Karya)

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di wartakota

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved