Berita Viral

PENYESALAN Fadly Alberto Layangkan Tendangan Kungfu ke Lawan, Siap Terima Sanksi: Bodoh

Tak hanya itu, ia juga meminta maaf kepada manajemen dan rekan setimnya di Bhayangkara FC, serta mengakui bahwa tindakannya telah merugikan tim.

Instagram @alberto_10
TENDANGAN KUNGFU- Fadly Alberto Hengga mendapat kecaman setelah melakukan tendangan kungfu pada pemain Dewa United dalam laga EPA U20. Ia pun bakal mendapat sanksi tegas. 

TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah penyasalan Fadly Alberto usai melayangkan tendangan kungfu ke lawannya.

Usai insiden tersebut, Fadly muncul dan minta maaf terkait tindakannya itu,

Ia mengakui apa yang dilakukannya itu bodoh.

Baca juga: HUT Kota Siantar, Karnaval Budaya Akan Berlangsung Mulai Pukul 14.00 WIB pada Jumat Siang

Fadly pun meminta maaf dan siap menerima sanksi.

Baru-baru ini viral keributan dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20.

Saat itu, Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United. 

Baca juga: Dari Tembung Sampai Pakpak Bharat, Perjuangan Orangtua Antar Anak Ikut UTBK di USU

Namun pertandingan yang harusnya berjalan dengan baik itu dicederai dengan aksi kekerasan yang dilakukan oleh Fady Alberto.

Dalam pernyataannya di Instagram, ia mengakui kesalahan dan menyesali perbuatannya yang menuai sempat mendapatkan kecaman publik. 

"Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Saya Fadly Alberto Henga pemain Bhayangkara FC U-20 dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya, saat pertandingan melawan dewa united banten fc U-20."

TENDANGAN KUNGFU- Fadly Alberto Hengga mendapat kecaman setelah melakukan tendangan kungfu pada pemain Dewa United dalam laga EPA U20. Ia pun bakal mendapat sanksi tegas.
TENDANGAN KUNGFU- Fadly Alberto Hengga mendapat kecaman setelah melakukan tendangan kungfu pada pemain Dewa United dalam laga EPA U20. Ia pun bakal mendapat sanksi tegas. (Instagram @alberto_10)


Secara khusus, Fadly juga menyampaikan permintaan maaf kepada pemain lawan yang menjadi korban dalam insiden tersebut, yakni Rakha Nurkholis, serta seluruh tim Dewa United U-20.

"Secara Khusus saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United ata perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis."

Tak hanya itu, ia juga meminta maaf kepada manajemen dan rekan setimnya di Bhayangkara FC, serta mengakui bahwa tindakannya telah merugikan tim.

"Dan untuk Tim Bhayangkara Presisi Lampung FC saya meminta maaf kepada pimpinan dan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC dan seluruh jajaran pelatih dan rekan setim karena telah merugikan tim."

Baca juga: Polres Labuhanbatu Gelar Simulasi Sispamkota, Siap Hadapi Dinamika Massa Secara Humanis

Fadly turut menyampaikan permohonan maaf kepada Tim Nasional Indonesia dan masyarakat luas atas kegaduhan yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.

"Dan untuk tim nasional indonesia saya meminta maaf karena perbuatan saya mencoreng nama baik tim Nasional Indonesia. Kepada masyarakat Indonesia saya meminta maaf atas kegaduhan akibat tindakan saya. Dan semoga tindakan saya memberikan pelajaran yang baik untuk ke depannya agar bisa menjaga emosi dan jauh lebih baik."

Menutup pernyataannya, Fadly menegaskan kesiapannya untuk menerima konsekuensi atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya.

"Dan terakhir, saya siap menerima sanksi yang setimpal atas tindakan saya dan saya berjanji tidak akan mengulangi tindakan tersebut. Sekian permohonan maaf saya, wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh."

Nova Arianto kecewa berat

Pelatih timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, mengaku kecewa dengan tindakan tidak sportif yang dilakukan oleh Fadly Alberto dalam insiden panas pada laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026.

Tindakan itu bukan saja tidak sportif, tetapi banyak publik yang menilai tendangan keras Berto, panggilan Fadly Alberto, mengarah kepada aksi kriminal.

Nova menyampaikan kekecewaannya setelah mengetahui mantan anak asuhnya tersebut terlibat dalam keributan yang menjadi sorotan publik.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.


"Pastinya saya sangat kecewa dengan apa yang dilakukan Berto karena apa pun alasannya, tindakan itu tidak bisa dibenarkan," kata Nova lewat pesan singkat, Senin (20/4/2026) dikutip dari Kompas.com.

"Apalagi status Berto adalah pemain Timnas U17 yang seharusnya memberikan contoh kepada pemain lainnya," lanjut dia.

Nova juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Fadly Alberto terkait kejadian tersebut.

Ia menilai pemain muda itu harus mengambil pelajaran penting dari situasi yang terjadi.

"Sudah (berkomunikasi) dan Berto harus belajar dari situasi ini," ujar Nova.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved