Breaking News

Berita Viral

Bantah Dicap Sakti, Kades Lumajang yang Dibacok 15 Orang Tapi Tak Luka Serius Ngaku Tak Pakai Cincin

Bantah disebut sakti usai diserang brutal oleh 15 orang, Sampurno Kades di Lumajang mengaku tak pakai cincin dan hanya mengandalkan

TRIBUN MEDAN
Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Sampurno, mengungkapkan jurus yang digunakannya saat melawan 15 orang. 


Namun, secara tak sengaja, Sampurno bertemu dengan Dani di lokasi pengajian di Kecamatan Ranuyoso pada Selasa (14/4/2026).

Di situ, Sampurno mengaku langsung memarahi Dani.

"Tak marahi dia agar tidak selalu menghina orang kecil. Sering itu menyepelekan orang kecil," katanya.

Setelah itu, Sampurno menyebut, Dani menyuruh 15 orang untuk membunuh dirinya.

Aksi Dani itu dipicu tak terima dimarahi oleh Sampurno di lokasi pengajian.


"Tidak terima akhirnya menyuruh 15 orang untuk bunuh saya," ujar Sampurno.

Sampurno kemudian menceritakan detik-detik saat dirinya didatangi gerombolan orang menggunakan dua mobil.

Sampurno menuturkan, mereka tiba di rumahnya membawa senjata tajam.

"Sadis, saya diam dibacoki. Saya sendiri dua orang di rumah takut. Semua bawa Sajam, kepruk endas (kepala), dari samping depan dan belakang," ungkapnya.

Kendati demikian, Sampurno mengaku tidak dendam terhadap para pelaku.

Bahkan, ia berencana menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.

Menurutnya, kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak menyelesaikan dengan kekerasan.

"Kalau ada masalah, cukup dibicarakan baik-baik. Tidak perlu sampai menyakiti apalagi ingin menghilangkan nyawa," ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak yang berselisih dengannya dan berharap semua pihak bisa saling memaafkan.

"Saya mohon maaf kepada seluruh saudara di Indonesia," katanya.

*/tribun-medan.com

artikel ini telah tayang di Tribunnews

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved