Berita Viral

Relawan Projo Buka Suara Usai Jusuf Kalla Singgung Jasa Menangkan Jokowi di Pilpres: Kerja Kolektif

Namun, ia tak sependapat jika Jokowi menjadi presiden karena peran besar Jusuf Kalla.

KOLASE/TRIBUN MEDAN
BERPERAN - Jusuf Kalla mengatakan dirinya berperan besar menjadikan Jokowi sebagai Presiden ke-7 RI. Projo pun membantah ucapan Jusuf Kalla 

TRIBUN-MEDAN.com - Relawan Projo buka suara usai Jusuf Kalla singgung jasa menangkan Jokowi di Pilpres.

Diberitakan sebelumnya Jusuf Kalla mengatakan bahwa dia adalah orang yang berjasa menyodorkan nama Jokowi ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta.

Karena itu menurut Jusuf Kalla, dirinya berperan besar menjadikan Jokowi sebagai Presiden ke-7 RI.

Baca juga: PSMS Medan Tumbangkan Sriwijaya FC 1-0, Meski Sempat Bermain 10 Orang

"Kasih tahu semua termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya," kata Jusuf Kalla, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Sabtu (18/4/2026).

Jusuf Kalla menceritakan bahwa saat itu Megawati tidak mau menandatangani pencalonan Jokowi jika bukan dirinya yang menjadi cawapresnya.

"Tiba-tiba jadi Presiden, saya bilang, 'Eh belum cukup pengalaman, jangan (jadi presiden), nanti rusak negeri ini', Tapi Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya," ujarnya.

"'Kenapa Bu saya mesti wakil?', 'karena Pak JK yang paling berpengalaman, bimbinglah dia'," tuturnya.

Baca juga: Gol Cepat Cadenazzi Bawa PSMS Ungguli Sriwijaya 1-0 di Babak Pertama Meski Harus Bermain 10 Pemain

Menanggapi pernyataan Jusuf Kalla itu, Relawan Pro Jokowi (Projo) mengoreksi pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, terkait sejarah pencalonan Jokowi. 

Menurut Sekjen Projo Freddy Alex Damanik, klaim JK yang merasa "membawa" Jokowi menuju kursi presiden adalah pandangan yang kurang tepat dan mengesampingkan peran besar suara masyarakat.

"Demokrasi kita tidak dibangun di atas peran satu individu, melainkan kerja kolektif berbagai elemen bangsa," kata Freddy Alex Damanik, dikutip dari situs Projo, Minggu (19/4/2026) melansir dari Tribunnews.com.

Jusuf Kalla Kritik Keras Aksi Jokowi Bagi-bagi Bansos: Itu Tugas Camat, Memalukan!
Jusuf Kalla Kritik Keras Aksi Jokowi Bagi-bagi Bansos: Itu Tugas Camat, Memalukan! (KOLASE/TRIBUN MEDAN)

Freddy mengaku selama ini pihaknya menghormati Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa yang berkontribusi dalam perjalanan demokrasi.

Namun, ia tak sependapat jika Jokowi menjadi presiden karena peran besar Jusuf Kalla.

"Keberhasilan Jokowi dalam memikat hati pemilih tidak lepas dari rekam jejaknya. Kepemimpinan yang tumbuh dari bawah, kerja nyata di lapangan, serta kedekatan emosional dengan rakyat kecil merupakan faktor kunci yang membangun fondasi kepercayaan publik," ujar Freddy.

"Kemenangan tersebut ditopang oleh pilar-pilar demokrasi yang solid, mulai dari mesin partai politik seperti PDI Perjuangan, militansi organisasi relawan, hingga partisipasi aktif masyarakat luas," lanjutnya.

Jokowi Ditantang Jusuf Kalla Buka Ijazahnya

Jokowi memberi respons menohok ke Jusuf Kalla yang menantangnya membuka ijazah. 

Joko Widodo menyebutkan akan membuka ijazahnya dari SD hingga Sarjana di persidangan. 

Sebab menurut kata Jokowi, seharusnya orang yang menuduh ijazah miliknya palsu yang seharusnya menunjukkan buktinya.

Setelah dituding jadi sosok di balik tudingan ijazah palsu, Jusuf Kalla pun menantang Jokowi.

Ia meminta Jokowi segera menunjukkan ijazahnya agar kasus ini tidak berlarut-larut.

"Pak Jokowi kan yakin punya ijazah asli, sebenarnya kita stop ini perkara dengan cara Ptinggal ak Jokowi memperlihatkan ijazahnya yang asli," kata JK.

Baca juga: GUBERNUR Pramono Anung Buka Suara Soal Preman Rusak Dagangan Pedagang Bakso di Tanah Abang

Baca juga: Antusiasme Meledak, Cast Tiba-Tiba Setan Sapa Penggemar di Medan

JK pun menyinggung soal kerugian yang dialami oleh masyarakat akibat kasus ini.

"Saya yakin Pak Jokowi mengerti bagaimana kerugian sosial kita, tinggal dikasih lihat selesai. Daripada ada kelompok berseteru bertahun-tahun," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Jokowi pun menyerahkan semuanya ke proses hukum yang sedang berjalan.

Sebab menurut Jokowi, dirinya adalah pihak yang tertuduh dan tidak memiliki kewajiban membuktikan apapun pada publik.

"Serahkan pada proses hukum yang ada, dan memang mestinya yang menuduh yang membuktikan. Bukan saya disuruh menunjukkan," katanya sambil tertawa.

"Nanti semua orang bisa menuduh dan suruh menunjukkan buktinya yang dituduh. Kebalik-balik," tambahnya.

Soal adanya nama yang memberi dana pada Roy Suryo Cs, Jokowi pun enggan berspekulasi.

"Saya gak mau berspekulasi mengenai nama (tokoh besar), karena itu perlu bukti-bukti, fakta hukum. Jadi ini juga sama, serahkan semuanya pada proses hukum yang ada," tegas Jokowi.

Jokowi pun mengaku ingin masalah ini cepat selesai dan naik ke persidangan.

"Pengen saya seperti itu, secepat-cepatnya, segera P21 dan diserahkan ke pengadilan," katanya.

"Untuk nanti kita bisa tunjukkan mana yang benar, mana yang gak benar," ucap Jokowi lagi.

Di persidangan nanti, kata Jokowi, dirinya bersedia menunjukkan semua ijazah yang ia miliki.

"Kalau diminta tunjukan ijazah asli, ya saya tunjukan. Baik SD, SMP, SMA, S1 semua akan saya tunjukkan. Forumnya jelas, forum hukumnya ada di pengadilan," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved