Berita Viral
SOSOK Sampurno, Kepala Desa Pakel Lumajang, Dikeroyok dan Dibacoki Belasan Orang, Tapi Tidak Mempan
Meski diserang secara brutal, ia selamat dan memilih jalur kekeluargaan serta restorative justice untuk menyelesaikan kasusnya.
TRIBUN-MEDAN.COM – Sampurno adalah Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, yang baru-baru ini menjadi sorotan karena insiden pengeroyokan dan pembacokan oleh sekelompok orang.
Meski diserang secara brutal, ia selamat dan memilih jalur kekeluargaan serta restorative justice untuk menyelesaikan kasusnya.
Sosok Sampurno, Kades Pakel Lumajang
- Nama: Sampurno
- Jabatan: Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur
- Usia: Sekitar 45 tahun
- Karakter: Religius, dikenal dekat dengan masyarakat, dan memilih penyelesaian masalah dengan pendekatan kekeluargaan serta salawat bersama.
Peristiwa Pengeroyokan
- Tanggal Kejadian: Rabu, 15 April 2026
- Lokasi: Rumah pribadi Sampurno di Desa Pakel, Lumajang.
- Pelaku: Sekitar 10–15 orang, menggunakan senjata tajam seperti celurit dan keris
- Kondisi: Sampurno tidak mengalami luka serius meski dibacoki belasan orang.
Sikap dan Pernyataan Sampurno
- Tidak ingin pelaku ditahan: Ia meminta agar kasus diselesaikan secara kekeluargaan, tanpa proses hukum yang panjang.
- Bantah isu kesaktian: Meski selamat dari serangan brutal, Sampurno menegaskan bahwa dirinya bukan “kebal” atau sakti, melainkan hanya keberuntungan dan pertolongan medis.
- Pesan moral: Ia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan menganggap insiden ini sebagai pelajaran berharga dalam kepemimpinan desa
Citra Sosial
- Dekat dengan warga: Sampurno dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial, termasuk pengajian serta salawat bersama.
- Pemimpin yang mengedepankan perdamaian: Sikapnya yang memilih restorative justice menunjukkan komitmen pada nilai kekeluargaan dan harmoni sosial.
- Sampurno bukan hanya seorang kepala desa, tetapi juga figur yang mencerminkan kepemimpinan berbasis nilai kekeluargaan, religiusitas, dan perdamaian.
- Meski menghadapi ancaman serius, ia tetap menampilkan sikap bijak dengan mengutamakan penyelesaian damai, sehingga memperkuat citranya sebagai pemimpin desa yang mengayomi masyarakat.
Baca juga: KADES Lumajang Kebal Saat Dibacok dan Dikeroyok 15 Orang, Bantah Sakti, Ajak Pelaku Sholawat Bareng
Sosoknya Makin Dikenal
Sosoknya pun kian terkenal, karena petinggi desa ini masih tegap berdiri usai diserang gerombolan warga. Bahkan, netizen menyebutnya sebagai orang sakti.
Sampurno mengungkapan hal itu bermula ketika mengajak istri dan cucu mendatangi kediaman Dani untuk meminjam uang. Sebab yang bersangkutan sempat bilang punya duit yang bisa di utang.
"Saya bawa sertifikat lima, bawa duren. Sampai disana bilang sakit, wes balik. Malu kami, kalau bilang tidak ada tidak akan kesana ya. Ditelpon tidak di angkat di WA tidak dibales, kurang ajar," ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Secara tidak sengaja ketemu mereka bertemu di lokasi pengajian di Kecamatan Ranuyoso Lumajang pada 14 April 2026. Sampurno mengaku langsung memarahi Dani. "Tak marahi dia agar tidak selalu menghina orang kecil. Sering itu menyepelekan orang kecil," katanya.
Setelah itu, Sampurno mengungkapkan pengusaha tebu tersebut menyuruh 15 orang untuk membunuhnya, karena tidak terima saat diomeli di lokasi pengajian. "Tidak terima akhirnya menyuruh 15 orang untuk bunuh saya," kata dia.
Sampurno ingat betul ketika gerombolan orang datang menggunakan dua mobil di rumahnya.
Kata dia, mereka tiba sambil membawa senjata tajam. "Sadis, saya diam dibacoki. Saya sendiri dua orang di rumah takut. Semua bawa Sajam, kepruk endas (kepala), dari samping depan dan belakang," ungkapnya.
Sampurno membantah disebut sakti, dia menilai dirinya hanya manusia biasa.
Kata dia, kebal saat dikeroyok dan dibacok gerombolan orang kemarin atas pertolongan tuhan.
"Saya tidak Pakai cincin dan tidak pakai sabuk. Seandainya pakai ini insyallah tambah tidak karu-karuan. Saya yakin Allah menolong orang jujur dan tidak munafik," paparnya.
Meski demikian, Sampurno mengaku tidak dendam terhadap para pelaku, bahkan berencana menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.
"Betul sekali. Saya akan mencontohi bahwa orang muslim harus menunjukan agama itu bukan cuma KTP. Alquran ditaruh di hati sampai mati, isi salawat dan memaafkan saudara saudara yang telah khilaf," bebernya.
Atas peristiwa ini, Sampurno berharap bisa menjadi pelajaran hidup bagi semua orang agar menyelesaikan salah faham dengan tabayun baik-baik. "Tidak usah sampai membunuh, kasihan keluarga kita. Saya mohon maaf memang saya yang salah kepada Mas Dani," ucapnya.
Sampurno berharap para pelaku penganiaya dan pembacokan tersebut segera diberi hidayah olah tuhan, serta menerima segala konsekuensinya. "Nerimo hukum berjalan, tapi tetap saya minta damai di Padepokan Arya Wiraraja Pendapa," tuturnya.
(*/tribun-medan.com)
Baca juga: PEMICU Belasan Warga Bacok Pak Kades di Lumajang, Bermula Sakit Hati Dibentak Saat Pengajian
Baca juga: DETIK-DETIK Kades Lumajang Dikeroyok Belasan Warga Pakai Senjata Tajam Usai Pengajian
| 9 Siswa Acungkan Jari Tengah ke Guru di SMAN 1 Purwakarta Kini Diskors 19 Hari |
|
|---|
| KRONOLOGI Anak Habisi Nyawa Ibu Kandungnya Cuma Gegara Disuruh Mandi, Tangan Korban Dipotong |
|
|---|
| GEGARA Uang, Anak Perempuan Aniaya Ayah Kandungnya Hingga Tewas, Sempat Dipisahkan Tetangga |
|
|---|
| POLISI Anulir Tersangka yang Menghamili Siswi SMA, Terkuak Hasil Tes DNA Lebih Cocok ke Kakek Korban |
|
|---|
| Sakit Hati Gegara Tak Dipinjami Ponsel, Pemuda di Tangerang Habisi Ibu Tirinya dengan Sadis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KADES-LUMAJANG-DIKEROYOK-kiri-Detik-detik-Kades-di-Lumajang-Sampurno.jpg)