Berita Viral
AKHIR Pelarian Anak Tiri yang Bunuh Ibu di Tangerang, Terendus di Periuk hingga Dilumpuhkan Polisi
Berakhir sudah pelarian anak tiri yang tega memnbunuh ibunya, Widyastuti, di kawasan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.
TRIBUN-MEDAN.com - Berakhir sudah pelarian anak tiri yang tega memnbunuh ibunya, Widyastuti, di kawasan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.
Pelaku berinisial N ditangkap di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, oleh anggota Satreskrim Polres Tangerang Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Pelaku sempat mencoba melawan petugas, namun akhirnya berhasil dilumpuhkan.
Kini, N telah mendekam di balik jeruji besi Polres Tangerang Selatan.
Penyidik masih mendalami motif di balik aksi keji sang anak tiri yang tega menghabisi nyawa orang tuanya sendiri.
N dikenakan Pasal 458 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara.
Motif Dendam
Motif pembunuhan dilatarbelakangi dendam pribadi pelaku terhadap korban.
"(Motif) Dendam pribadi dengan ibu tiri (korban)," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Tangsel AKP Wira Graha.
Ia mengatakan, korban dibunuh menggunakan palu dan pisau.
Siasat Setel Musik Keras
Kesaksian warga sekaligus pemilik kontrakan, Shinta (45), sebelum penemuan jasad korban, terdengar suara musik cukup kencang sejak siang hingga menjelang sore di rumah kontrakan tersebut.
“Kita anggap biasa saja, mungkin orang di rumah lagi dengar musik,” ujar Shinta, Sabtu (18/4/2026).
Menurut dia, suara musik itu bahkan terdengar hingga ke dalam rumahnya.
Namun, warga tidak menaruh curiga karena hal tersebut dianggap biasa di lingkungan mereka.
“Mereka berdua itu pengamen yang biasa bawa speaker itu. Cuma kemarin musik lagi diputar kenceng, sampai dalam rumah saya juga kedengeran. Tapi kita enggak curiga apa-apa,” kata dia.
Tak lama kemudian, suara musik berhenti dan anak tiri korban terlihat keluar dari kontrakan tersebut.
“Ada yang lihat dia keluar dari kontrakan terus ngakunya mau nyamperin bapaknya ngambil motor katanya. Tapi nggak ada yang sadar kalau itu habis kejadian,” jelas Shinta.
Saat keluar, warga melihat ekspresi anak tiri korban terlihat biasa saja.
“Ekspresinya biasa aja nggak kayak orang kalut. Tapi kata orang tampangnya lagi teler. Emang susah bedainnya kalau udah biasa pakai ya,” ujarnya.
Karena itu, sebagian warga menduga suara musik keras tersebut berkaitan dengan peristiwa di dalam rumah korban.
Namun ia menegaskan hal itu masih sebatas dugaan pribadi.
“Mungkin itu buat pengalih suara, biar enggak kedengeran. Tapi itu cuma asumsi saja, enggak tahu benar atau enggak,” kata dia.
Korban ditemukan tewas oleh suaminya sendiri sekitar pukul 17.00 WIB saat pulang kerja.
Awalnya, korban dikira sedang tidur. “Dipanggil enggak bangun, dipanggil dua kali enggak bangun. Tapi posisinya mukanya ditutup sarung. Pas dibuka, sudah berdarah semua,” ujar Shinta.
Suami korban kemudian berteriak meminta pertolongan warga. Saat diperiksa, korban sudah tidak bernyawa.
“Warga datang, tapi sudah enggak ada (nyawanya), badannya juga sudah dingin,” kata dia. Ketua RT 001/006, Satiri, mengatakan pihaknya langsung mensterilkan lokasi dan melapor ke aparat setelah menerima laporan warga.
“Saya langsung ke TKP, memfoto lokasi dan minta bantuan ke tetangga, tapi jangan terlalu mendekat dengan korban. Saya lapor ke Binamas,” kata dia.
Polisi tiba setelah Magrib dan langsung memasang garis polisi sebelum olah TKP dilakukan.
“Kalau Pak Binmas sebelum Magrib sudah datang. Polisi datang sekitar jam 18.30 sampai 19.00 WIB,” ujarnya. (*)
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com
| Alasan 4 Polisi Pangkat Bripda Aniaya Natanael hingga Tewas, Kini Nasibnya Kena PTDH |
|
|---|
| Ucapan Terakhir Yai Mim Sebelum Meninggal di Kantor Polisi, Diungkap Sang Istri soal Wasiat Almarhum |
|
|---|
| Iran Merasa Bingung Trump Berubah-ubah Perkataannya: Banyak Nge-Tweet, Banyak Bicara |
|
|---|
| 2 Bulan Jelang Pensiun, Kadis ESDM Aris Mukiyono Ditangkap Jadi Tersangka Pungli Izin Tambang |
|
|---|
| KADES Lumajang Kebal Saat Dibacok dan Dikeroyok 15 Orang, Bantah Sakti, Ajak Pelaku Sholawat Bareng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/anak-tiri-bunuh-ibu-di-Tangerang.jpg)