Berita Viral
KORBAN Tewas Kebakaran SPBE Bekasi Sudah 5 Orang, Pertamina Janji Akan Tanggung Jawab
Kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning Bekasi mengakibatkan 5 orang tewas.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe mengatakan, pemanggilan itu dilakukan guna meminta keterangan lebih rinci terkait peristiwa kebakaran yang telah mengakibatkan sejumlah korban luka serta meninggal dunia itu.
"Insya Allah besok saya akan komunikasi dengan pemilik SBBE untuk kami bicarakan, kami undanglah," singkat Bobihoe saat ditemui di Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Rabu (8/4/2026).
Sebelumnya, rencana pemanggilan juga akan direncanakan oleh DPRD Kota Bekasi.
Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton mengatakan, pihaknya akan memanggil jajaran Pertamina untuk dimintai keterangan serupa.
Terkait jadwal pemanggilan, DPRD masih akan menyesuaikan dengan agenda pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Kami ada rapat dulu terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), setelahnya rapat itu, baru kami rapatin (Pemanggilan Pertamina) hari Senin lah paling kami coba tanya ke dinasnya bisa atau tidaknya,” kata Anton saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).
Tidak hanya itu, Anton juga menjelaskan pihaknya berencana memastikan kepada Pertamina mengenai tanggung jawab terhadap korban.
“Kami minta Pertamina untuk selalu mengupdate kepada kami Apa aja yang diberikan, masalahnya kan hari sampai detik ini kan yang punya (Pemilik SPBE) ini belum muncul,” jelasnya.
Pertamina Yakinkan Pengelola SPBE Bekasi Tanggung Jawab
Sebelumnya, Pertamina memastikan pihak manajemen PT Indogas Andalan Kita selaku pengelola Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, akan bertanggung jawab penuh atas dampak kebakaran yang terjadi pada Rabu (1/4/2026).
Hal tersebut disampaikan Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria.
"Pertamina memastikan bahwa SPBE akan bertanggung jawab atas dampak dari insiden tersebut," kata Susanto kepada Tribun Bekasi saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).
Susanto menjelaskan, pihak SPBE telah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan kerugian warga terdampak, dengan melibatkan pemerintah setempat dalam prosesnya.
"Pihak SPBE telah menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan rumah terdampak, seperti ganti rugi, dimana dalam prosesnya nanti akan melibatkan pemerintah setempat, prinsipnya rumah dapat digunakan seperti sediakala," jelasnya.
Selain itu, Susanto menuturkan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak, Pertamina melalui program Pertamina Peduli terus menyalurkan bantuan logistik.
| TNI AL Benarkan Kapal Perang AS Terdeteksi Berada di Selat Malaka Perairan Timur Belawan |
|
|---|
| KISAH DESI Mahasiswi Abadi di Aceh: Depresi Akibat Skripsi Dicuri, Tetap Kuliah Meski Tak Terdaftar |
|
|---|
| Kapal Perang Amerika Terdeteksi di Perairan Timur Belawan, Diduga Memburu Kapal Tanker Iran |
|
|---|
| JURUS Kades Sampurno Jadi Sorotan, Meski Dikeroyok 15 Orang dan Dihantam Sajam Masih Bisa Berdiri |
|
|---|
| BENARKAH Jusuf Kalla Punya Andil Besar Menjadikan Jokowi jadi Gubernur DKI Jakarta dan Presiden? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kebakaran-SPBE-atau-depot-LPG-Bekasi.jpg)