Berita Viral

MOTIF Nenek Nekat Aniaya Cucu Balitanya, Dua Kakak Korban Juga Pernah Disiksa Pelaku

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, polisi akhirnya menetapkan Sumilah sebagai terduga pelaku utama dalam kasus tersebut.

IST/KOMPAS.com/M.AGUS FAUZUL HAKIM
NENEK ANIAYA CUCU - Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur, saat konferensi pers penanganan perkara kematian bocah akibat menjadi korban KDRT oleh neneknya sendiri, Jumat (17/4/2026). Peristiwa meninggalnya seorang balita di Kota Kediri sempat membuat warga heboh. 

TRIBUN-MEDAN.com - Inilah motif nenek nekat aniaya cucu balitanya.

Dua kakak korban juga pernah disiksa oleh pelaku.

Kasus seorang balita di Kota Kediri meninggal karena penganiayaan oleh neneknya jadi sorotan.

Baca juga: AMARAH Jusuf Kalla Dilaporkan Dugaan Penistaan Agama: Termul, Jokowi Jadi Presiden Itu Karena Saya

Akhirnya misteri penyebab kematian balita tersebut terungkap.

Muhammad Alfahriza Mukhtar (3) warga Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri ternyata dianiaya oleh neneknya sendiri, Sumilah (64).

Korban ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Rabu (15/4/2026).

Sumilah diamankan sejak awal kejadian.

Baca juga: JUSUF KALLA Sebut Videonya di UGM Mencuat Setelah Berkonflik dengan Rismon: Saya Tak Tuduh Politik

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, polisi akhirnya menetapkan Sumilah sebagai terduga pelaku utama dalam kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya sempat mengamankan tiga orang, yakni ayah tiri korban, ibu kandung, dan nenek korban.

Namun, dari hasil penyelidikan, hanya nenek korban yang ditetapkan sebagai tersangka.

MOTIF Nenek Nekat Aniaya Cucu Balitanya, Dua Kakak Korban Juga Pernah Disiksa Pelaku
NENEK ANIAYA CUCU - Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur, saat konferensi pers penanganan perkara kematian bocah akibat menjadi korban KDRT oleh neneknya sendiri, Jumat (17/4/2026). Peristiwa meninggalnya seorang balita di Kota Kediri sempat membuat warga heboh.

"Dari hasil pemeriksaan dan alat bukti yang kami kumpulkan, kami menetapkan satu orang tersangka, yakni nenek korban berinisial S," ungkap AKP Achmad Elyasarif Martadinata, Jumat (17/4/2026).

Korban sempat dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk dilakukan autopsi sebelum akhirnya dimakamkan di tempat pemakaman umum dekat rumahnya pada Kamis (16/4/2026).

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut.

Barang bukti itu di antaranya potongan kayu, paralon, bak mandi plastik, serta pakaian milik korban.

Motif Karena Kesal

Elyasarif mengungkapkan, berdasarkan pengakuan tersangka, aksi kekerasan dilakukan karena pelaku merasa kesal terhadap korban yang dianggap tidak menurut.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved