Berita Viral
AKHIRNYA Jusuf Kalla Buka Suara Dituding Jadi Penista Agama, Singgung Konflik Ambon dan Poso
JK menegaskan bahwa tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan terhadap sesama manusia.
TRIBUN-MEDAN.com - Akhirnya Jusuf Kalla buka suara dituding jadi penista agama.
Jusuf Kalla pun menyinggung konflik Ambon dan Poso dimana saat itu ia menjadi mediator.
Baru-baru ini, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menjadi sorotan usai ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta viral.
Baca juga: Jusuf Kalla Dipolisikan, Kini Singgung Peran Besarnya Bawa Jokowi Jadi Presiden: Apa Kurangnya Saya?
Berikut adalah isi ceramah JK yang menuai polemik:
“Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat mati atau menewaskan orang atau mematikan itu syahid. Saat konflik berlangsung kedua pihak berkeyakinan begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti.”
Polemik ceramah itu berujung laporan polisi yang dilayangkan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Polda Metro Jaya.
JK mengatakan, ceramah tersebut disampaikan di masjid UGM saat bulan Ramadhan, tepatnya pada 5 Maret 2026.
Baca juga: NASIB Windi Sintia Potong Alat Kelamin Pacar Gegara Diselingkuhi, Kini Divonis 3 Tahun Penjara
"Ceramah Ramadan itu artinya yang hadir orang Muslim, di masjid lagi, kemudian di kampus, berarti yang hadir orang intelektual. Itu harus dipahami dulu konteksnya," kata JK kediamannya di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Menurut JK, salah satu isi dalam ceramah yang disampaikan adalah terkait pengalamannya sebagai mediator dalam konflik di Ambon dan Poso.
Ia mengungkapkan, konflik tersebut terjadi karena pemahaman yang keliru soal agama. Ketika itu ia mengaku menggunakan pendekatan dialog untuk mendamaikan konflik.
JK menegaskan bahwa tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan terhadap sesama manusia.
"Tidak ada ajaran agama yang mengatakan bunuh saudaramu. Itu tidak ada, baik dalam Islam maupun Kristen," ungkap JK.
JK mengaku sudah mengorban jiwa dan raga untuk mendalamaikan konflik. Ia pun geram dituduh telah menistakan agama.
"Saya mendamaikan ini, apa saya menistakan agama? Saya pertaruhkan jiwa saya masuk ke daerah (konflik) situ," ujar JK.
Dilaporkan ke Polisi
Polemik atas ceramah JK berujung pada laporan polisi yang dilayangkan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan Pemuda Katolik ke Polda Metro Jaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Jusuf-Kalla-Ketua-Dewan-Masjid.jpg)