Breaking News

Berita Viral

AWAL Mula 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta Lecehkan Ibu Guru Hingga Viral, Dedi Mulyadi Bereaksi

Sebagai tindak lanjut, para siswa akan menjalani pembinaan karakter yang menitikberatkan pada penguatan empati dan disiplin.

IST/Tribun Jabar/Eki Yulianto/Tangkapan Layar
SISWA LECEHKAN GURU - Aksi pelecehan terhadap guru oleh sembilan siswa SMAN 1 Purwakarta (kiri) dan Dedi Mulyadi (kanan). Aksi itu terjadi sesaat setelah kegiatan belajar mengajar selesai di kelas 

Dewan Pendidikan berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh siswa agar lebih bijak dalam bersikap, terutama di era digital di mana informasi sangat cepat tersebar. 

Agus juga mendorong adanya komunikasi yang lebih terbuka antara guru dan siswa untuk membangun hubungan yang saling menghormati.

"Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Jadikan ini sebagai refleksi bersama agar dunia pendidikan kita tetap menjunjung tinggi nilai moral dan etika," ucapnya.

Dedi Mulyadi Beraksi

Menanggapi peristiwa itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatakan prihatin dengan peristiwa yang terjadi di SMAN 1 Purwakarta

“Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut. Kronologisnya saya sudah mendengarkan paparan dari Dinas Pendidikan,” ujar Dedi, Sabtu (18/4/2026).

Dikatakan Dedi, berdasarkan informasi yang diterimanya orang tua dari para siswa yang melakukan melecehkan guru tersebut sudah dipanggil dan menyesalkan atas perbuatan anaknya. 

“Anak tersebut orang tuanya sudah dipanggil ke sekolah dan orang tuanya nangis, merasa menyesal atas tindakan anaknya,” katanya. 

Saat ini, kata Dedi, pihak sekolah sudah memberikan sanksi berupa skorsing kepada anak-anak tersebut selama 19 hari agar mendapatkan bimbingan di rumahnya masing-masing. 

“Tapi saya memberikan saran, anak itu tidak skorsing selama 19 hari, ini saran mudah-mudahan bisa digunakan. Tapi, diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet,” ucapnya. 

Saran tersebut, kata Dedi, dapat diterapkan selama satu sampai tiga bulan, tergantung perkembangan dari anak tersebut. 

“Prinsip dasar setiap hukuman yang diberikan harus memberikan manfaat dalam pembentukan karakter, bagaimanapun itu adalah anak yang perlu dibimbing oleh orang tua dan gurunya,” katanya. 

Kronologi

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis 16 April 2026. Namun, videonya baru viral pada Sabtu 18 April 2026.

Dikatakan Purwanto, kejadian bermula seusai siswa mengikuti kegiatan terkait pengolahan aneka makanan.

“Setelah kegiatan itu selesai, kemudian terjadi aksi yang tidak terpuji dari anak-anak tersebut,” ujar Purwanto, Sabtu (18/4/2026).

Aksi tersebut dilakukan oleh sembilan siswa dari kelas XI IPS terhadap seorang guru bernama Atum yang baru mengajar di sekolah tersebut.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved