Berita Viral
Harga BBM Naik Hari Ini, Begini Nasib Dua Kapal Pertamina yang Tertahan Usai Selat Hormuz Dibuka
Harga BBM naik hari ini, begini nasib dua kapal Pertamina yang masih tertahan usai Selat Hormuz dibuka
TRIBUN-MEDAN.COM – Harga BBM naik hari ini, begini nasib kapal Pertamina usai Selat Hormuz dibuka.
Nasib kapal Pertamina usai Selat Hormuz dibuka disorot.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran terus berkoordinasi dengan Kemlu RI dan otoritas Iran terkait keamanan melintas bagi dua kapal Pertamina yang masih tertahan di Teluk Arab.
"Pemerintah Indonesia akan terus memantau secara cermat perkembangan situasi di kawasan,
termasuk Selat Hormuz, melalui koordinasi dengan KBRI Tehran serta otoritas dan mitra terkait," jelas Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dikutip dari Kompas.com, Sabtu (18/4/2026).
Menurut keterangan Yvonne, dibukanya Selat Hormuz merupakan kabar baik bagi perdagangan dunia.
Sebab, celah perairan sempit itu merupakan jalur perdagangan vital yang mempengaruhi stabilitas perekonomian global.
Baca juga: Kronologi Anak Kandung Bakar Rumah Orangtua dan Kakak hingga Ludes di Deli Serdang
"Perkembangan ini merupakan sinyal positif bagi upaya de-eskalasi serta mendukung kelancaran pelayaran internasional yang aman dan terbuka," katanya.
Kemlu RI beserta pihak-pihak terkait terus mengupayakan agar kapal Pertamina yakni Gamsunoro dan VLCC Pride segera melintasi Selat Hormuz.
Selat Hormuz dibuka Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan setelah gencatan senjata Lebanon- Israel diteken Selat Hormuz resmi dibuka.
"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, Selat Hormuz dinyatakan terbuka," jelasnya dikutip dari CNN, Jumat (17/4/2026).
Jalur kapal komersil terbuka 100 persen selama 10 hari ke depan sesuai dengan periode gencatan senjata.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyambut baik keputusan ini. Ia menyebut sebagai kemenangan bagi dunia.
"Hari yang hebat dan gemilang bagi dunia," jelas Trump dikutip dari The Guardian, Jumat (17/4/2026).
Trump juga mengklaim Iran setuju menangguhkan pengayaan uranium tanpa AS harus membayar biaya kompensasi.
Baca juga: Nasib Tragis Siswi SMP Lahiran di Kamar Mandi, Dirudapaksa Ayah Kandung Sejak SD Saat Istri Tidur
"Itu sama sekali tidak benar. Tidak ada uang yang berpindah tangan," jelasnya.
Tetapi, blokade Angkatan Laut AS di Selat Hormuz masih dilakukan sebagai jaminan agar transaksi dengan Iran 100 persen selesai.
"Blokade angkatan laut akan tetap berlaku sepenuhnya dan efektif hanya untuk Iran, sampai transaksi kita dengan Iran selesai 100 persen. Proses ini harus berjalan cepat," beber Trump.
Sebelumnya diberitakan pembukaan Selat Hormuz ternyata masih bersifat terbatas meskipun sebelumnya sempat diumumkan dibuka.
Meski gencatan senjata berlangsung, Teheran tetap akan membatasi jumlah kapal yang melintas dan memberlakukan tarif tol, sebagaimana dilansir Wall Street Journal, Jumat (17/4/2026).
Berdasarkan informasi dari sejumlah pejabat yang memahami situasi tersebut, setiap kapal yang melintasi jalur pelayaran vital itu wajib berkoordinasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Pihak IRGC juga tetap memegang kendali untuk memblokir kapal-kapal yang berasal dari negara-negara yang dianggap musuh oleh Iran.
Detail mengenai pembatasan ini muncul tak lama setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengunggah pernyataan di media sosial X yang menyebut bahwa selat tersebut telah dibuka.
Namun, pernyataan tersebut segera diperjelas oleh anggota tim perunding Iran.
"Hanya beberapa kapal komersial yang akan diizinkan melewati Selat Hormuz dengan syarat membayar tol," ujar Mahmoud Nabavian, seorang anggota parlemen konservatif sekaligus anggota tim perunding dengan AS, melalui unggahannya di X.
*/tribun-medan.com
sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kapal-Tanker-Minyak-Pertamina-Masih-Tertahan-di-Selat-Hormuz.jpg)