Berita Viral
FANTASTIS Kekayaan Kepala BGN Dadan Disorot Tajam di Tengah Polemik 20 Ribu Unit Motor Listrik
Fantastis kekayaan Kepala BGN Dadan Hindayana yang tengah disorot tajam setelah rencana pemanggilan oleh DPR RI soal pengadaan 20 ribu unit motor lis
TRIBUN-MEDAN.COM – Fantastis kekayaan Kepala BGN Dadan Hindayana yang tengah disorot tajam.
Adapun Kepala BGN Dadan Hindayana tengah menjadi sorotan tajam setelah rencana pemanggilan oleh DPR RI soal pengadaan 20 ribu unit motor listrik untuk MBG.
Berdasarkan laporan LHKPN terbaru, Dadan mengantongi kekayaan senilai Rp9,02 miliar, yang didominasi oleh aset properti di Bogor, deretan mobil SUV keluaran terbaru, serta simpanan kas yang mencapai angka miliaran rupiah.
Berdasarkan laporan LHKPN yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi per 14 Maret 2025, total kekayaan Dadan Hindayana tercatat mencapai sekitar Rp9,02 miliar.
Mayoritas hartanya berasal dari aset tanah dan bangunan di wilayah Bogor dengan nilai mencapai Rp5,9 miliar. Selain itu, ia juga memiliki sejumlah kendaraan dan aset lainnya.
Baca juga: Menlu Abbas Baru Umumkan Selat Hormuz Dibuka, Pemerintah Iran: Bersifat Terbatas dan Ada Tarif Tol
Rincian singkat kekayaan:
Tanah & bangunan: Rp5,9 miliar
Kendaraan: Rp1,4 miliar (termasuk Mazda CX-5 2023, Honda HR-V 2024, Mazda CX-3 2023)
Harta bergerak lainnya: Rp322,4 juta
Kas & setara kas: Rp1,4 miliar
Total: Rp9.022.400.000
Sebelumnya Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, memastikan pihaknya akan memanggil Dadan untuk memberikan penjelasan langsung terkait pengadaan puluhan ribu motor listrik dalam program MBG.
“Kami sudah mengagendakan untuk memanggil BGN hadir di DPR minggu depan untuk kami tanyakan berbagai isu tentang MBG, termasuk terkait dengan pengadaan 20.000 motor listrik yang diadakan oleh BGN,” kata Charles.
Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 April 2026, di Gedung DPR RI, dan diperkirakan akan menjadi momen penting untuk menguji transparansi kebijakan tersebut.
Baca juga: TAK Lagi Semua Anak, MBG Bakal Dibagikan Hanya ke Anak Kurang Gizi dan Kurang Mampu
Disisi lain sebelumnya penggunaaan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) menuai kritik keras dari banyak kalangan.
Bahkan di media sosial (medsos), kritik hingga hujatan terhadap BGN yang mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini bergulir sangat kencang.
BGN dianggap menghambur-hamburkan uang negara yang notabene berasal juga dari keringat rakyat lewat pajak yang dipungut oleh pemerintah.
Beberapa alokasi anggaran yang jadi polemik di publik, antara lain:
- Motor listrik merek Emmo sebanyak 21.800 unit senilai Rp 1,21 triliun. Harga per unit berkisar Rp42 juta hingga Rp49,9 juta.
Awalnya Kepala BGN Dadan Hindrayana mengatakan, motor listrik ini untuk kepala SPPG. Belakangan, BGN bilang motor listrik itu untuk operasional SPPG menjangkau daerah pelosok.
- Alat Makan dan Perlengkapan Dapur: Pagu untuk pengadaan alat makan di 315 lokasi SPPG dilaporkan Rp89,32 miliar, dengan realisasi Rp68,94 miliar.
- Perangkat Elektronik dan IT: BGN membantah pembelian 32.000 unit laptop, dan menyebut hanya membeli sekitar 5.000 unit sepanjang 2025.
Dalam pengadaan ini, publik menyoroti kejanggalan pembelian tablet Samsung Galaxy Tab Active5 oleh BGN. Harga per unit di e-katalog tercatat Rp17,93 juta, sedangkan harga pasaran cuma sekitar Rp9 juta.
- Jasa EO dan Event: BGN menghamburkan uang Rp 113 miliar untuk membayar jasa event organizer (EO).
- Kaos Kaki: Alokasi anggaran untuk pengadaan kaos kai mencapai 6,9 miliar.
*/tribun-medan.com
sebagian artikel telah tayang di Bangkapos
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dadan-Hindayana-Kepala-MBG.jpg)