Berita Viral

Padahal Sempat Umumkan Dibuka, Iran Kini Nyatakan Pelayaran Selat Hormuz Masih Terbatas

Padahal sebelumnya sempat umumkan sudah dibuka, kini Iran nyatakan pelayaran Selat Hormuz masih terbatas

TRIBUN MEDAN/Istimewa/X
SELAT HORMUZ: Dua kapal tanker minyak Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz, hingga saat ini diplomasi terus berjalan. Terkini, Iran nyatakan pelayaran Selat Hormuz masih terbatas. 

Al-Shami memperkirakan negara-negara Teluk akan  bergantung pada koridor baru ini untuk perdagangan dengan eropa dan kawasan lain, khususnya jika ancaman dari atas Iran atas kebebasan navigasi di Selat Hormuz terus terjadi hingga waktu yang belum bisa diprediksi.

"Koridor ini akan menjadi masa depan maritim, namun, penting bagi pelabuhan-pelabuhan di Mediterania dan Laut Merah untuk lebih mempersiapkan diri menangani jumlah besar kapal-kapal kontainer,"ujar Al-Shami menambahkan.

Koridor baru ini menjadi penting menyusul terus berlanjutnya aksi penutupan Selat Hormuz dan keinginan Iran untuk menerapkan tarif tol bagi kapal-kapal yang melintas di selat itu.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga mengambil kebijakan blokade maritim.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menerapkan blokade akses semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran mulai Senin lalu pukul 14.00 GMT atau pukul 21.00 WIB.

"Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) akan mulai menerapkan blokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada 13 April, pukul 10.00 pagi ET (14.00 GMT), sesuai dengan proklamasi Presiden (Donald Trump)," demikian pernyataan Komando Pusat AS tersebut.

Sementara, laporan Wall Street Journal pada Selasa (14/4/2026), Arab Saudi mendesak AS untuk menghentikan blokade Selat Hormuz dan kembali berunding dengan Iran.

Menurut laporan tersebut, Arab Saudi merasa khawatir dapat  meningkatkan eskalasi dan mengganggu jalur pelayaran penting lainnya.

Arab Saudi khawatir, Iran membalas blokade dengan menutup Bab al-Mandeb - jalur sempit strategis di Laut Merah yang sangat penting bagi sisa ekspor minyak Saudi.

Sebagaimana ancaman militer Iran pada Rabu (15/4/2026), bahwa mereka akan menutup jalur perdagangan di Laut Merah bersama dengan Teluk Persia dan Laut Oman, jika Angkatan Laut AS terus melanjutkan blokade.

Dalam pernyataan disiarkan stasiun televisi Iran, kepala pusat komando militer IRGC mengatakan bahwa jika AS terus memblokade dan "menciptakan ketidakamanan bagi kapal komersial dan tanker Iran", itu juga akan menjadi awal dari pelanggaran gencatan senjata.

"Angkatan Bersenjata dari Republik Islam Iran tidak akan memperbolehkan ekspor dan important berlanjut di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah," kata Ali Abdollahi.

Abdollahi menambahkan bahwa Iran akan "bertindak secara tepat untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan kepentingannya".

AS telah menerapkan blokade martim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak Senin (13/4/2026), menyusul gagal tercapainya kesepakatan perundingan AS-Iran di Islamabad, Pakistan pada akhir pekan lalu.

Namun pada Rabu, Tasnim mengutip seorang sumber anonim mengatakan bahwa ekspor melalui pelabuhan-pelabuhan Iran di wilayah selatan tetap berlangsung.

"Kapal komersial Iran tetap berlayar dengan berbagai tujuan di seluruh dunia dalam 24 jam terakhir," kata sumber tersebut.

*/TRIBUN-MEDAN.COM

sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved