Berita Viral

Polda Sumut Enggan Ungkap Identitas Oknum Polisi Pamer Senjata Pukuli Warga di Medan Timur

Polda Sumut menindaklanjuti kasus penganiayaan dan penodongan di  Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN
AKSI OKNUM POLISI - Aksi koboy oknum polisi anggar senjata hajar warga di Medan Timur terekam CCTV 

TRIBUN-MEDAN.com - Polda Sumut menindaklanjuti kasus penganiayaan dan penodongan di  Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur.

Dua dari empat terduga pelaku merupakan oknum anggota polisi.

Namun, mengenai identitas oknum dan dari satuan mana, Polda Sumut enggan mengungkapkannya.

Seperti diberitakan, warga yang jadi jadi sasaran penganiayaan yakni karyawan tukang pangkas di Jalan Mustafa, Kelurahan Glugur Darat I. 

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 02.06 WIB.

Aksi penganiayaan tersebut sebelumnya viral di media sosial. 

Diketahui, dua dari empat pelaku merupakan abang beradik sudah diamankan Propam.

Selengkapnya tonton video :

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan tidak merinci identitas, maupun sanksi kepada personel tersebut.

Akan tetapi, Polda Sumut dikatakan Ferry, sudah merespons dan bertindak terkait dugaan  pelanggaran yang dilakukan aparat.

"Bahwa personel yang melakukan pelanggaran akan diproses," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Jumat (17/4/2026).

KABID HUMAS POLDA-  Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan
KABID HUMAS POLDA- Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan (TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso)

Mengenai 2 warga sipil yang terlibat, Ferry mengatakan sedang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum.

Meski demikian, belum diungkap apakah keduanya sudah ditahan atau belum.

Ferry juga belum membeberkan apakah yang dipakai pelaku senjata api sungguhan atau bukan.

"Kalau yang sipil ditangani Krimum,"ungkapnya.

Sebelumnya, viral di media sosial Instagram aksi sekelompok orang yang mengaku oknum polisi melakukan intimidasi dan menganiaya karyawan potong rambut.

Tak hanya itu, diduga oknum polisi tersebut juga menodongkan senjata api kearah salah satu karyawan pangkas.

Salah seorang korban, Viky Nduru mengungkap peristiwa penganiyaan dan penodongan pistol yang dialami di tempat ia bekerja.

Kejadian ini terjadi di tempat tukang pangkas kjr 99, di Jalan Mustafa, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 02.06 WIB. 

Saat itu, Viky bersama temannya berboncengan sepeda motor baru saja pulang dari rumah saudara di Helvetia.

Sesampainya di simpang lampu merah Glugur darat, tepatnya di Jalan Bambu, Viky Nduru bersama temannya diikuti oleh sekelompok orang berjumlah 4 orang yang mengaku sebagai oknum polisi, mengendarai tiga sepeda motor.

Oknum polisi tersebut mencoba untuk memberhentikan kendaraan si korban, namun dengan kondisi jalan yang gelap membuat korban menjadi panik sehingga menancapkan gas kendaraannya.

"Jadi ada yang manggil dan memaki kami,terus teman saya bilang siapa itu? Ia pun menyuruh teman untuk melanjutkan perjalanan," ungkap Viky Ndruru saat ditemui Tribun Medan dilokasi kejadian, Selasa (14/4/2026).

Tepatnya di Jalan Alfalah Raya, keempat oknum polisi juga mengejar korban dan memalangkan kendaraannya berupaya menghentikan korban.

Tak hanya itu, diduga empat oknum polisi, dua diataranya mengeluarkan senjata api jenis pistol, dari kantong celana.

Namun korban masih mendapat makian dari oknum polisi tersebut.

"Kami langsung kabur dan menuju kearah pangkas," ujarnya.

Hingga akhirnya, keduanya pun tiba di tukang pangkas mereka bekerja sekaligus tempat mereka tinggal.

Alih-alih untuk mendapatkan perlindungan di tempat mereka tinggal. 

Ternyata keempat oknum polisi malah mendatangi kedua korban.

"Sempat ribut adu mulut kami dengan empat oknum polisi itu, masuk ke pangkas mau bawa teman saya," lanjutnya.

Viky sempat meminta keempat oknum polisi untuk menunjukkan kartu identitas sebagai anggota polisi, namun ditolak.

Mereka malah marah-marah, memaki dan menganiaya.

"Saya tanyakan Kartu Tanda Anggota (KTA) Polisi, tapi mereka tidak berani dan terus memaki dan memukuli teman saya," tuturnya.

Baca juga: Polsek Pancur Batu Gerebek Dua Sarang Narkoba, Dua Pengguna Sabu Ditangkap

Sementara itu, salah satu oknum polisi mencoba masuk ke dalam pangkas dan membawa temannya sembari menodongkan pistol ke kepala temannya.

Lebih lanjut, tak hanya sampai disitu, mereka juga menganiaya teman korban babak belur.

Hingga akhirnya, korban mengatakan kepada oknum polisi bahwa aksi penganiyaan dan penodongan pistol terekam jelas di kamera Closed-Circuit Television (CCTV).

"Keempat oknum polisi itu langsung ciut, dimasukan pistolnya ke kantong celana, terus langsung cabut meninggalkan kami," ungkapnya.

Baca juga: Jadwal Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Merah Putih, Alur dan Syarat Formal Melamar

(cr25/Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved